Pratinjau belum tersedia
Kliping

A Journey From War To War

TIME (edisi Asia) · TIME edisi Asia, 9 Mei 2005 (3 halaman). Bagian dari entri majalah TIME (Asia) 9 Mei 2005 · 2005-05-09

Ringkasan

Artikel TIME edisi Asia yang terbit pada peringatan tiga puluh tahun jatuhnya Saigon. Bill Powell mengisahkan keluarga Lu, warga keturunan Tionghoa dari Cholon, Saigon, yang mengungsi ke Amerika Serikat dan menetap di Los Angeles. Putra mereka, Kopral Satu Victor R. Lu dari Korps Marinir, bergabung setelah serangan 11 September 2001 dan gugur dalam pertempuran Fallujah, Irak, pada November 2004. Melalui kisah satu keluarga, artikel ini menghubungkan Perang Vietnam dan Perang Irak, pengalaman pengungsi, dan pengorbanan generasi kedua imigran.

Nomor inventaris
KBA-KLP-2005-0003
Jenis dokumen
Kliping
Sumber terbitan
TIME (edisi Asia)
Tanggal terbit
2005-05-09
Edisi dan halaman
TIME edisi Asia, 9 Mei 2005 (3 halaman). Bagian dari entri majalah TIME (Asia) 9 Mei 2005
Penulis
Bill Powell
Klasifikasi LC
DS79.76 — Perang Irak 2003–2011
Subjek LCSH
Iraq War, 2003-2011 -- Casualties Vietnamese Americans Refugees -- Vietnam Vietnam War, 1961-1975 -- Influence
Kategori BISAC
HIS027170 HISTORY / Military / Iraq War (2003-2011)
Bahasa
Inggris
Keterangan
Kliping ini memuat artikel Bill Powell berjudul "A Journey From War To War" dari majalah TIME edisi Asia, 9 Mei 2005. Pindaian terdiri atas tiga halaman berwarna dengan beberapa foto, antara lain foto warga Vietnam yang naik ke helikopter Amerika pada saat jatuhnya Saigon, foto keluarga Lu bersama potret mendiang putra mereka, foto Victor Lu di pangkalan Camp Pendleton, foto memorial di Irak, dan foto Victor bersama satuannya. Subjudul artikel menyebut bahwa Victor Lu bangga pada negeri kelahirannya, sebagaimana orang tuanya yang berasal dari Vietnam ingin melupakan trauma negeri mereka, sampai ia gugur di Irak. Entri ini terkait dengan entri induk majalah TIME edisi Asia 9 Mei 2005 dalam koleksi yang sama. Artikel ini terbit bertepatan dengan peringatan tiga puluh tahun jatuhnya Saigon pada 30 April 1975, ketika helikopter terakhir Amerika meninggalkan atap kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat dan gambar warga Vietnam yang berebut naik ke helikopter menjadi ikon kekalahan Amerika. Powell memakai momen peringatan itu untuk menghubungkan dua perang, Vietnam dan Irak, melalui kisah satu keluarga. Bagi sebagian kalangan di Amerika, menurut penulis, kenangan tentang Saigon menjadi alasan untuk tetap bertahan di Irak agar sejarah tidak berulang, sedangkan bagi kritikus perang, kemiripan antara kedua perang justru menjadi peringatan. Bagi keluarga Lu, kedua perang itu menjadi pengapit tragedi hidup mereka. Bagian awal artikel mengisahkan percakapan terakhir Kopral Satu Victor R. Lu dari Korps Marinir Amerika Serikat dengan ibunya sebelum berangkat untuk tugas keduanya di Irak pada September 2004. Victor, anak keempat dari enam bersaudara dan putra sulung, bergabung dengan Marinir setelah serangan 11 September 2001. Menurut keluarganya, ia berubah dari remaja yang kurang serius bersekolah menjadi pemuda yang matang. Ia berjanji bahwa sepulang dari Irak ia akan mengambil tanggung jawab sebagai lelaki di rumah, agar ayahnya yang telah bekerja keras di beberapa pekerjaan sekaligus dapat beristirahat. Satuannya kemudian diberangkatkan ke wilayah Fallujah, dan itu menjadi pertemuan terakhir ibu dan anak. Powell kemudian menelusuri sejarah keluarga Lu. Xuong Lu dan istrinya, Nu, adalah warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Cholon, kawasan pecinan Saigon. Xuong bekerja sebagai teknisi mesin yang terampil, dan keahliannya membuat tentara Vietnam Selatan memintanya ikut ke zona tempur untuk memperbaiki peralatan, kadang selama berminggu-minggu. Ketika ia bertugas, Nu berjualan rokok di jalanan Saigon untuk menghidupi anak-anak. Seperti banyak warga Tionghoa di Saigon, keluarga ini sangat khawatir terhadap kemungkinan berkuasanya rezim komunis. Setelah Saigon jatuh, adik perempuan Xuong segera melarikan diri dan akhirnya tiba di Amerika Serikat, lalu bekerja keras mensponsori saudara-saudaranya untuk beremigrasi. Keluarga Lu meninggalkan Vietnam pada 1981, mendarat di Seattle dengan bekal bahasa Inggris yang terbatas, lalu menetap di Los Angeles bagian timur. Victor lahir pada musim panas 1982. Bagian akhir artikel menggambarkan kehidupan Victor di Marinir, julukan "Buddha" yang diberikan rekan-rekannya karena sosoknya yang besar dan tenang, serta keberangkatan satuannya menjelang salah satu pertempuran paling menentukan dan paling mematikan dalam Perang Irak, yaitu serangan ke Fallujah pada November 2004. Victor gugur dalam pertempuran tersebut. Powell menutup tulisannya dengan suara keluarga yang berduka tetapi bangga. Ayahnya menegaskan bahwa ia tidak tertarik pada politik dan bahwa kematian anaknya bukan sekadar tragedi, karena Victor meninggal saat melakukan apa yang ia cintai, meskipun hidupnya terlalu singkat. Nilai artikel ini bagi peneliti terletak pada cara ia memperlihatkan hubungan antara sejarah perang, migrasi, dan pembentukan identitas warga negara. Keluarga Lu mewakili ratusan ribu pengungsi Vietnam, termasuk banyak "manusia perahu" keturunan Tionghoa, yang meninggalkan negaranya setelah 1975. Anak-anak mereka tumbuh sebagai warga Amerika dan sebagian memilih mengabdi di militer, sehingga kisah ini memperlihatkan bagaimana pengalaman pengungsi dan kewarganegaraan generasi kedua saling berjalin. Artikel ini dapat dipakai dalam kajian diaspora Tionghoa Asia Tenggara, sejarah pengungsi Indochina, dan sosiologi militer. Bagi pembaca di Indonesia, kisah ini juga mengingatkan pada sejarah regional yang dekat. Ribuan pengungsi Vietnam yang melarikan diri dengan perahu pada akhir 1970-an dan 1980-an pernah ditampung di kamp pengungsian di Pulau Galang, Kepulauan Riau, sebelum dipindahkan ke negara ketiga, termasuk Amerika Serikat. Dengan demikian, perjalanan keluarga seperti keluarga Lu merupakan bagian dari sejarah kemanusiaan Asia Tenggara, bukan hanya sejarah Amerika. Dari sudut jurnalisme, Powell memakai teknik penulisan naratif yang menautkan peristiwa besar dengan pengalaman pribadi. Peringatan jatuhnya Saigon dan pertempuran Fallujah dihubungkan melalui biografi satu keluarga, sehingga pembaca diajak memahami biaya manusiawi perang. Pendekatan ini kuat secara emosional, tetapi pembaca perlu menyadari bahwa artikel ini tidak dimaksudkan sebagai analisis kebijakan tentang Perang Irak atau perbandingan sistematis dengan Perang Vietnam. Perbandingan kedua perang yang disebut sekilas dalam artikel, misalnya soal strategi awal yang keliru dan intelijen yang buruk, perlu ditelusuri lebih lanjut dalam literatur akademis. Artikel ini juga relevan untuk kajian Perang Irak secara lebih luas. Pertempuran Fallujah kedua pada November 2004 dikenal sebagai salah satu pertempuran kota paling sengit yang dihadapi pasukan Amerika sejak Perang Vietnam, dengan korban besar di kalangan pasukan Amerika, kelompok bersenjata, dan penduduk sipil Irak. Kisah Victor Lu memberi wajah manusia pada angka-angka korban itu, sekaligus mengingatkan bahwa banyak prajurit Amerika berasal dari keluarga imigran yang memiliki sejarah perang sendiri. Kliping ini juga mengandung dimensi jender dan keluarga yang menarik. Peran ibu yang berjualan di jalanan Saigon, peran saudara perempuan yang mensponsori migrasi seluruh keluarga, dan harapan bahwa putra sulung akan menjadi kepala keluarga menunjukkan pola peran dalam keluarga Tionghoa-Vietnam yang dibawa ke Amerika. Peneliti antropologi keluarga dapat memanfaatkan kisah ini untuk membahas bagaimana nilai-nilai tradisional bertahan, berubah, dan berbenturan dengan pilihan hidup generasi kedua di negara baru. Penulis artikel, Bill Powell, adalah wartawan senior TIME yang lama bertugas di Asia, sehingga perhatiannya pada jejak sejarah Asia dalam kehidupan warga Amerika terasa kuat dalam tulisan ini. Secara fisik, pindaian berupa tiga halaman majalah berwarna dengan teks tiga kolom dan sejumlah foto. Kualitas pindaian baik dan teks terbaca jelas. Teks lengkap artikel tidak disalin ke dalam katalog ini karena hak ciptanya berada pada penulis dan penerbit; keterangan ini merupakan uraian kuratorial untuk membantu pengguna memahami isi, konteks, dan nilai penelitiannya. Subjek penelusuran yang sesuai meliputi Perang Irak, pertempuran Fallujah, Perang Vietnam, jatuhnya Saigon, pengungsi Vietnam, diaspora Tionghoa, warga Vietnam-Amerika, dan Korps Marinir Amerika Serikat. Untuk keperluan kutipan, rujukan dapat ditulis sebagai berikut: Bill Powell, "A Journey From War To War", TIME (edisi Asia), 9 Mei 2005.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Is Part Of
Koleksi
Kliping

Cara mengutip

Bill Powell, “A Journey From War To War”, TIME (edisi Asia), TIME edisi Asia, 9 Mei 2005 (3 halaman). Bagian dari entri majalah TIME (Asia) 9 Mei 2005, 2005-05-09. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-KLP-2005-0003.