Vintage, London · Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: London: Vintage, 2020, 400 hlm., ISBN 978-1-78470-396-7; edisi pertama London: Jonathan Cape, 2019, ISBN 978-1-910702-78-9 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar) · Tanpa tahun
Ringkasan
Biografi kolektif karya Jung Chang, pengarang Wild Swans, tentang tiga putri Charlie Soong: Ai-ling, istri bankir dan pejabat keuangan H.H. Kung; Ching-ling, istri Sun Yat-sen yang kemudian berpihak kepada komunis dan menjadi wakil kepala negara Republik Rakyat Tiongkok; serta May-ling, istri Chiang Kai-shek yang tampil di panggung diplomasi dunia. Melalui pernikahan, persaingan, iman Kristen, dan pilihan ideologis ketiganya, penulis membaca sejarah Tiongkok dari runtuhnya Dinasti Qing, revolusi republik, perang melawan Jepang, hingga perang saudara dan terbelahnya Tiongkok dengan Taiwan. Edisi pertama terbit di Jonathan Cape pada 2019 dan edisi sampul lunak di Vintage pada 2020. Buku ini relevan bagi kajian sejarah Asia modern, perempuan dan politik, jaringan kekerabatan elite, serta komunitas Tionghoa perantauan di Asia Tenggara, meskipun sebagian pengulas menilai penulis kurang seimbang terhadap tokoh-tokohnya.
- Nomor inventaris
-
KBA-BKU-TT-0037
- Jenis dokumen
-
Buku
- Sumber terbitan
-
Vintage, London
- Tanggal terbit
-
Tanpa tahun
- Edisi dan halaman
-
Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: London: Vintage, 2020, 400 hlm., ISBN 978-1-78470-396-7; edisi pertama London: Jonathan Cape, 2019, ISBN 978-1-910702-78-9 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar)
- Penulis
-
Jung Chang
- Klasifikasi LC
-
DS778.A1 — Biografi kolektif tokoh Tiongkok abad ke-20
- Subjek LCSH
-
Soong family
Women -- China -- Biography
China -- History -- 20th century
China -- Politics and government -- 1912-1949
- Kategori BISAC
-
BIO010000 BIOGRAPHY & AUTOBIOGRAPHY / Political
- Bahasa
-
Inggris
- Keterangan
-
Big Sister, Little Sister, Red Sister: Three Women at the Heart of Twentieth-Century China karya Jung Chang merupakan biografi kolektif tiga bersaudara Soong, yakni Ai-ling, Ching-ling, dan May-ling, yang hidupnya berkelindan erat dengan sejarah politik Tiongkok sepanjang abad ke-20. Sampul eksemplar ini didominasi warna merah tua dengan pola kain brokat bermotif bunga yang samar di seluruh bidang. Pita atas dan bagian bawah sampul menampilkan pola tekstil bergaya Tiongkok dengan motif bunga krisan dan sulur berwarna krem di atas merah. Di bagian atas tercetak keterangan bahwa penulis adalah pengarang Wild Swans, disusul nama Jung Chang dalam huruf kapital putih yang besar. Judul utama ditulis dalam tiga baris huruf kapital kuning, dan anak judul tercetak dalam huruf serif putih. Di bagian bawah terdapat foto hitam putih berbingkai putih yang memperlihatkan tiga perempuan muda berpakaian qipao, berdiri berdampingan dan menatap ke arah kamera.
Jung Chang lahir pada 1952 di Yibin, Provinsi Sichuan, dan mengalami langsung masa Revolusi Kebudayaan, termasuk menjadi anggota Pengawal Merah pada usia remaja, bekerja sebagai petani, dokter tanpa alas kaki, dan buruh pabrik, sebelum belajar bahasa Inggris di universitas. Pada 1978 ia pindah ke Inggris dan kemudian meraih gelar doktor bidang linguistik dari University of York, yang tercatat sebagai salah satu gelar doktor pertama yang diperoleh warga Republik Rakyat Tiongkok dari universitas Inggris. Bukunya Wild Swans, terbit 1991, mengisahkan tiga generasi perempuan dalam keluarganya dan menjadi salah satu memoar paling laris tentang Tiongkok modern. Bersama suaminya, sejarawan Jon Halliday, ia menulis biografi Mao: The Unknown Story yang terbit pada 2005 dan memicu perdebatan luas, lalu menulis biografi Ibu Suri Cixi pada 2013. Karya-karyanya dilarang beredar di Tiongkok daratan.
Buku ini menceritakan tiga putri Charlie Soong, seorang pengusaha dan penginjil Methodis yang pernah belajar di Amerika Serikat dan menjadi penyokong gerakan revolusioner Sun Yat-sen. Ketiga anak perempuannya mendapat pendidikan di Amerika, sesuatu yang sangat langka bagi perempuan Tiongkok pada awal abad ke-20. Ai-ling, sang kakak, menikah dengan bankir dan pejabat keuangan H.H. Kung, dan dikenal sebagai sosok yang cakap mengelola uang serta sangat berpengaruh di balik layar. Ching-ling, sang adik tengah yang dijuluki Saudari Merah, menikah dengan Sun Yat-sen meskipun mendapat tentangan keluarga, dan sesudah kematian suaminya berpihak kepada kaum komunis hingga menjadi wakil kepala negara Republik Rakyat Tiongkok. May-ling, si bungsu, menikah dengan Chiang Kai-shek dan menjadi Nyonya Chiang yang tampil di panggung dunia, termasuk melalui pidatonya di Kongres Amerika Serikat pada masa Perang Dunia Kedua, lalu menghabiskan sisa hidup di Taiwan dan Amerika Serikat.
Jung Chang menempatkan kisah ketiga bersaudara ini sebagai jalan masuk untuk membaca sejarah Tiongkok dari runtuhnya Dinasti Qing, revolusi republik, perang saudara antara Kuomintang dan Partai Komunis, perang melawan Jepang, hingga terbelahnya Tiongkok menjadi Republik Rakyat dan Republik Tiongkok di Taiwan. Melalui hubungan pribadi, pernikahan, persaingan, dan kesetiaan politik ketiga perempuan itu, penulis memperlihatkan bagaimana kekuasaan di Tiongkok modern sangat dipengaruhi oleh jaringan keluarga dan uang. Buku ini juga menyoroti ketegangan antara cinta, ambisi, iman Kristen, dan pilihan ideologis yang membuat ketiga bersaudara itu kerap berdiri di pihak yang berseberangan. Penulis memakai arsip, surat-menyurat, dan dokumen yang tersedia di Taiwan, Amerika Serikat, dan tempat lain, serta wawancara, untuk menyusun kembali kehidupan mereka.
Data terbitan pembanding menunjukkan bahwa edisi bersampul keras buku ini pertama kali diterbitkan oleh Jonathan Cape di London pada 2019 dengan ISBN 978-1-910702-78-9, sedangkan edisi bersampul lunak diterbitkan oleh Vintage, bagian dari Penguin Random House, pada Oktober 2020 setebal sekitar 400 halaman dengan ISBN 978-1-78470-396-7. Di Amerika Serikat buku ini diterbitkan oleh Alfred A. Knopf. Format sampul dan jenis kertas eksemplar ini memberi kesan sebagai edisi bersampul lunak, tetapi data tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar yang difoto masih perlu dicocokkan dengan halaman hak cipta.
Bagi pembaca di Indonesia dan Asia Tenggara, buku ini relevan karena sejarah politik Tiongkok abad ke-20 berpengaruh langsung terhadap kawasan ini, termasuk terhadap komunitas Tionghoa perantauan di Hindia Belanda, Malaya, dan Singapura, yang sebagian menjadi pendukung Sun Yat-sen dan Kuomintang dan sebagian lain bersimpati kepada komunis. Sun Yat-sen sendiri pernah menggalang dukungan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara, dan perpecahan Kuomintang dengan Partai Komunis juga membelah organisasi-organisasi Tionghoa di kawasan ini. Pemahaman tentang dinamika tersebut membantu menjelaskan hubungan Indonesia dengan Tiongkok dan Taiwan pada masa revolusi kemerdekaan dan sesudahnya.
Bagi kajian gender dan sejarah perempuan, buku ini memberi contoh penting tentang bagaimana perempuan elite memainkan peran politik yang besar dalam masyarakat yang secara formal dikuasai laki-laki. Ketiga bersaudara Soong tidak memegang jabatan tertinggi pada masa puncak pengaruh mereka, tetapi mereka membentuk keputusan politik melalui pernikahan, jaringan keuangan, diplomasi, dan citra publik. Bagi antropologi politik, kisah keluarga Soong memperlihatkan pentingnya kekerabatan, patronase, dan modal budaya, seperti pendidikan luar negeri dan agama Kristen, dalam pembentukan elite modern di Asia.
Sebagai catatan kritis, sejumlah sejarawan menilai karya-karya Jung Chang, terutama biografi Mao, cenderung menghakimi tokoh-tokoh yang ia kaji dan kadang kurang transparan dalam penggunaan sumber. Dalam buku ini, sebagian pengulas melihat simpati penulis lebih condong kepada May-ling dan sikap kritisnya sangat tajam terhadap Ching-ling serta Sun Yat-sen, yang selama ini diagungkan dalam historiografi resmi baik di Tiongkok daratan maupun di Taiwan. Pembaca disarankan membaca buku ini bersama kajian akademik lain tentang keluarga Soong, Kuomintang, dan Partai Komunis Tiongkok agar memperoleh gambaran yang lebih seimbang. Gaya penulisannya yang naratif dan mudah dibaca menjadikannya bacaan populer yang menarik, tetapi untuk keperluan akademik klaim-klaim pentingnya perlu ditelusuri hingga ke sumber yang dirujuk dalam catatan.
Kehadiran buku ini dalam koleksi yang sebagian besar berisi kajian Islam, Aceh, dan Asia Tenggara juga memiliki makna tersendiri. Ia memperluas cakrawala perbandingan, karena pengalaman Tiongkok dalam menghadapi kolonialisme, revolusi, perang saudara, dan pembentukan negara modern dapat disandingkan dengan pengalaman Indonesia pada kurun yang sama. Pertanyaan tentang peran keluarga elite, pendidikan Barat, agama, dan perempuan dalam politik nasional muncul pula dalam sejarah Indonesia, misalnya dalam kiprah tokoh-tokoh perempuan pergerakan dan keluarga-keluarga bangsawan yang menjadi perantara antara dunia kolonial dan dunia pribumi. Dengan demikian, buku ini dapat dimanfaatkan dalam perkuliahan sejarah Asia modern, sosiologi politik, dan kajian gender sebagai bahan perbandingan yang memperkaya analisis.
Dari sisi dokumentasi koleksi, eksemplar ini menunjukkan tanda pemakaian berupa bercak dan noda kecil, terutama di bagian kanan tengah sampul dekat anak judul, serta keausan ringan pada tepi. Pada foto ini tidak tampak label perpustakaan di bagian depan sampul. Keterangan ini merupakan pengantar kuratorial berdasarkan sampul dan informasi katalog, bukan ringkasan seluruh isi buku.
Subjek penelusuran yang sesuai meliputi keluarga Soong, Soong Ai-ling, Soong Ching-ling, Soong May-ling, Sun Yat-sen, Chiang Kai-shek, sejarah Tiongkok abad ke-20, perempuan dan politik di Asia, serta biografi kolektif. Untuk keperluan kutipan, rujukan sebaiknya menyebut nama penulis, judul lengkap, penerbit, tahun, dan halaman yang dibaca langsung pada eksemplar.
- Status hak cipta
-
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Cara mengutip
Jung Chang, “Big Sister, Little Sister, Red Sister: Three Women at the Heart of Twentieth-Century China”, Vintage, London, Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: London: Vintage, 2020, 400 hlm., ISBN 978-1-78470-396-7; edisi pertama London: Jonathan Cape, 2019, ISBN 978-1-910702-78-9 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar). Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-0037.