Buku

Al-Mawa‘izh al-‘Ushfuriyyah — Halaman Judul

Tanpa tahun

Ringkasan

Halaman judul al-Mawa‘izh al-‘Ushfuriyyah. Keterangan tercetak menyebut empat puluh hadis, faedah, kisah sufi, dan nasihat.

Nomor inventaris
KBA-BKU-TT-USHFURIYAH-01
Jenis dokumen
Buku
Tanggal terbit
Tanpa tahun
Penulis
Muhammad bin Abi Bakr al-‘Ushfuri
Bahasa
Arab
Keterangan
IDENTITAS KARYA DAN SUMBER DOKUMENTASI Halaman judul ini memuat al-Mawa‘izh al-‘Ushfuriyyah, yang pada cetakannya dinisbatkan kepada Muhammad bin Abi Bakr, dikenal sebagai al-‘Ushfuri. Keterangan di bawah judul menyebut kumpulan empat puluh hadis, disertai faedah sejarah, kisah sufi, dan unsur kesusastraan. Informasi tersebut merupakan pernyataan yang dapat dibaca langsung pada foto halaman judul. Identitas judul dan pengarang juga sesuai dengan katalog penerbit Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah untuk terbitan pembandingnya. [1] Kesesuaian itu membantu mengenali karya, tetapi belum menentukan tahun cetak, jumlah halaman, ataupun hubungan produksi eksemplar koleksi ini dengan edisi yang dicatat penerbit tersebut. Pustaka KBA13 Academy menyediakan dokumentasi satu halaman judul dari koleksi pribadi Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. Bahan ini belum mencakup keseluruhan hadis, rangkaian kisah, pengantar, atau halaman penutup kitab. Keterangan katalog disusun dengan membedakan identitas yang tampak pada foto dari konteks pembanding yang diperoleh melalui penelusuran. Judul yang dikenal luas tidak menjadi alasan untuk menganggap semua cetakan memiliki isi, halaman, dan bacaan yang sepenuhnya sama. Keadaan sumber yang terbatas perlu dipahami sebelum pembaca menggunakan uraian ini sebagai pengantar penelitian. Setiap klaim tentang rincian isi eksemplar harus kembali diuji ketika halaman terkait tersedia untuk diperiksa. NASIHAT KEAGAMAAN DAN BENTUK PENYAJIAN Kata mawa‘izh menunjuk hubungan karya dengan nasihat dan pengarahan moral. Pada halaman judul, hubungan itu diperjelas oleh penyebutan hadis, kisah sufi, faedah sejarah, serta unsur sastra. Dalam pembacaan analitis, gabungan tersebut memperlihatkan rancangan sebuah buku yang mempertemukan ajaran dengan cerita dan penjelasan. Pembaca tidak hanya diperkenalkan pada suatu rumusan, melainkan juga diberi ruang untuk memahami bagaimana rumusan itu disampaikan melalui berbagai bentuk bahasa. Ini merupakan penafsiran atas program yang dinyatakan oleh halaman judul, bukan penilaian bahwa seluruh kisahnya memiliki fungsi atau kualitas sumber yang sama. Pemeriksaan isi tetap diperlukan untuk menilai setiap bagian secara terpisah. Situs Masjid Jami‘ Nurul Amal menyediakan transkripsi pengantar karya yang menyebut Muhammad bin Abi Bakr dan menjelaskan penyertaan hadis, nasihat, serta cerita. Transkripsi tersebut dapat dipakai sebagai pembanding awal terhadap pernyataan judul. [2] Namun, teks daring itu bukan transkripsi yang dibuat dari eksemplar Prof., sehingga perbedaan bacaan tetap mungkin ditemukan. Sebagai panduan penelitian, pembaca dapat mencocokkan pembukaan, urutan hadis, dan susunan cerita ketika halaman isi tersedia. Pendekatan ini lebih berguna daripada mengisi bagian buku yang belum difoto dengan bahan dari sumber lain tanpa menjelaskan pergantian sumbernya. Identitas karya dan identitas eksemplar harus tetap dipisahkan. HADIS DAN KEBUTUHAN PEMERIKSAAN SUMBER Penyebutan empat puluh hadis merupakan petunjuk bentuk penyusunan, bukan jaminan otomatis mengenai penilaian setiap riwayat. Keterangan katalog ini tidak melakukan takhrij, pemeriksaan sanad, ataupun penetapan derajat hadis satu per satu karena teks lengkapnya belum tersedia. Peneliti yang hendak mengutip sebuah riwayat perlu mencari letaknya dalam kitab, memeriksa redaksi, lalu membandingkannya dengan sumber hadis dan kajian yang relevan. Perbedaan antara fungsi nasihat dan pemeriksaan riwayat perlu dipelihara agar penggunaan kitab tidak menghasilkan atribusi yang terlalu jauh. Sebuah cerita yang membantu penyampaian pesan moral tidak dengan sendirinya menjadi bukti sejarah yang telah diverifikasi. Bagi pembelajaran, halaman ini dapat dipakai untuk melatih pembedaan antara judul, deskripsi penerbit, teks pengarang, dan penilaian peneliti. Keempatnya tidak selalu berbicara dengan kedudukan yang sama. Mahasiswa dapat diminta menjelaskan apa yang diketahui dari foto, apa yang masih berupa pernyataan pengarang, dan apa yang memerlukan sumber pembanding. Dengan demikian, pengenalan kitab nasihat dapat berjalan bersama pembentukan literasi sumber. Kegiatan tersebut juga membantu pembaca menghargai fungsi pendidikan moral tanpa melewatkan kewajiban menguji informasi. Katalog berperan sebagai titik awal pembacaan yang bertanggung jawab, bukan sebagai pengganti kerja pemeriksaan atas hadis dan cerita yang kelak ingin dikutip. ORNAMEN, WARNA KERTAS, DAN INFORMASI CETAK Halaman pada foto dibingkai oleh ornamen yang rapat dan berulang. Bagian judul serta keterangan pengarang berada di tengah atas, sedangkan informasi cetak ditempatkan di bagian bawah setelah ruang yang cukup lapang. Warna kertas yang tampak kekuningan perlu dipahami sebagai penampilan dalam kondisi fotografi tertentu, bukan hasil pengukuran material. Demikian pula, kerapatan hiasan tidak dapat digunakan sendirian untuk menetapkan umur buku. Untuk kajian sejarah percetakan, ornamen dapat dibandingkan dengan terbitan lain, tetapi perbandingan itu perlu disertai data tipografi, alamat percetakan, ukuran kertas, dan susunan halaman yang tersedia pada benda fisik. Pada bagian bawah terlihat nama Sulaiman Mar‘i dan keterangan tempat yang terbaca sebagai Surabaya–Jawa. Foto juga memuat pernyataan lain tentang pencetakan yang memerlukan pemeriksaan lebih rinci sebelum semua unsurnya dipindahkan menjadi metadata. Yang dapat dicatat sekarang ialah keberadaan nama dan tempat sebagaimana terlihat pada halaman. Informasi tersebut tidak langsung membuktikan di mana seluruh proses penyiapan teks, pencetakan, atau penjualan dilakukan. Hubungan antarpercetakan, penerbit, dan penyalur perlu diselidiki dengan dokumen tambahan. Karena itu, katalog tidak menyusun jalur perjalanan buku dari kemiripan nama penerbit semata, dan tidak menetapkan tahun berdasarkan perkiraan warna atau kondisi kertas. CATATAN PEMILIK DAN TANDA TANGAN Di bagian atas halaman terdapat tulisan tangan nama yang terbaca sebagai H. Budiman Muli. Di ruang tengah tampak beberapa tanda tangan dengan tinta biru atau ungu, serta goresan yang lebih pudar. Unsur tersebut merupakan ciri eksemplar yang membedakannya dari salinan lain dengan judul sama. Bentuk, penempatan, dan warna goresan perlu dipertahankan dalam dokumentasi karena dapat menjadi bahan pembandingan riwayat pemilikan. Akan tetapi, beberapa tanda tangan tidak dengan sendirinya membuktikan keberadaan beberapa pemilik yang berbeda. Bisa saja goresan dibuat oleh satu orang dalam waktu berlainan, atau memiliki fungsi lain yang belum dapat diketahui dari foto. Penelitian riwayat eksemplar memerlukan hubungan antara tanda yang terlihat dan keterangan lain yang dapat diuji. Kesaksian keluarga, catatan pembelian, atau perbandingan tanda tangan pada buku lain dapat membantu menjelaskan siapa yang menggunakan halaman ini sebagai ruang pencatatan. Sampai bukti tersebut tersedia, katalog mempertahankan pembacaan nama sebagai pembacaan visual yang terbuka untuk koreksi. Ia tidak menambahkan dugaan tentang hubungan keluarga, tempat belajar, atau jalur pewarisan buku. Pendekatan itu memberi ruang bagi sejarah pribadi tanpa mengubah jejak yang samar menjadi cerita yang pasti. Dalam arsip perpustakaan pribadi, keterbukaan tersebut justru membantu temuan baru ditempatkan secara lebih bertanggung jawab. EDISI LAIN DAN PERSOALAN PENANGGALAN Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah mencatat terbitan pembanding dengan nama karya dan pengarang yang sesuai. Informasi mengenai terbitan tersebut hanya menerangkan benda atau edisi yang berada dalam cakupan katalog penerbitnya. Tahun dan jumlah halamannya tidak dipakai untuk mengisi kekosongan data eksemplar Prof. [1] Catatan bibliografis Muhammad Khayr Ramadan Yusuf juga menyediakan rujukan untuk karya dengan judul yang sama. [3] Namun, informasi biografi singkat dalam suatu katalog tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan jika akan digunakan untuk menentukan masa hidup pengarang. Uraian ini tidak menetapkan tanggal lahir, wafat, atau asal pengarang hanya berdasarkan satu catatan ringkas. Untuk mengenali cetakan koleksi ini secara lebih pasti, dokumentasi berikutnya dapat mencakup halaman pengantar, permulaan isi, halaman terakhir, dan bagian yang menyebut nomor cetakan. Perbedaan dalam urutan kisah atau susunan halaman akan membantu membedakan cetakan yang sekilas tampak sama. Ukuran fisik, jumlah lembar, dan kondisi jilidan juga perlu dicatat melalui pemeriksaan langsung. Data semacam itu penting apabila buku akan dibandingkan dengan terbitan lain yang memakai ornamen serupa. Selama bukti belum tersedia, keterangan tanpa tahun dan satu halaman terdokumentasi merupakan deskripsi yang lebih tepat daripada memberi angka yang hanya berasal dari edisi pembanding. NILAI KOLEKSI DAN PERLAKUAN DIGITAL Dari sudut kajian agama, halaman ini mengundang penelitian tentang hubungan antara teks hadis, cerita, bahasa nasihat, dan kehidupan pembaca. Hubungannya dengan praktik pengajaran tertentu di Aceh atau dunia Melayu dapat diajukan sebagai pertanyaan penelitian. Namun, keberadaan buku dalam koleksi pribadi sekarang belum membuktikan bahwa eksemplar ini dipakai di lembaga atau majelis tertentu pada masa lalu. Bukti penggunaan dapat dicari melalui catatan pengajian, penandaan halaman, kesaksian guru, atau dokumen perpustakaan. Pengamatan tersebut dapat mempertemukan sejarah karya dengan pengalaman setempat tanpa menjadikan reputasi umum sebuah judul sebagai pengganti riwayat benda yang sedang dikaji. Reproduksi pada entri ini telah dibersihkan secara digital dengan bantuan AI dari foto sumber. Tujuannya mengurangi gangguan latar sambil mengikuti warna kertas, ornamen, dan tulisan tangan yang terlihat. Hasil olahan tidak menjamin bahwa setiap huruf, titik, dan goresan pena identik dengan sumber awal. Pembacaan filologis dan pemeriksaan tanda tangan harus kembali memeriksa foto asli atau benda fisik. Dokumentasi bersih berguna sebagai sarana pengenalan koleksi, sementara foto sumber menjadi pembanding bagi rincian yang diragukan. Keterangan ini akan lebih kuat bila bahan tambahan tersedia, terutama karena nilai arsip terletak pada kemampuan menghubungkan analisis dengan bukti yang dapat diperiksa kembali. RUJUKAN PEMBANDING [1] Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah. (t.t.). Al-Mawa‘izh al-‘Ushfuriyyah. Katalog penerbit, ISBN 9782745175656. https://www.al-ilmiyah.com/files/bookpage/9782745175656.html [2] Masjid Jami‘ Nurul Amal. (t.t.). Al-Mawaidh al-‘Ushfuriyyah, transkripsi mukadimah. https://www.mjna.or.id/usfuriyah [3] Yusuf, M. K. R. (t.t.). Al-Mawa‘izh al-‘Ushfuriyyah. Catatan bibliografis dalam seri al-Turath al-Islami. https://mohammadkhair.com/series/series-8/records/22246 Sumber primer lokal: foto halaman judul koleksi pribadi Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. Rujukan daring diperiksa pada 29 Oktober 2026.
Status hak cipta
Belum jelas
Koleksi
Buku

Cara mengutip

Muhammad bin Abi Bakr al-‘Ushfuri, “Al-Mawa‘izh al-‘Ushfuriyyah — Halaman Judul”. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-USHFURIYAH-01.