Majalah

Ulumul Qur'an No. 4 Vol. IV, 1993: Dialog Agama-agama, Ketegangan & Toleransi

Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta · Ulumul Qur'an: Jurnal Ilmu dan Kebudayaan, No. 4, Vol. IV, 1993. Bulan terbit tidak tercantum pada sampul. Nama penulis tulisan ketiga sebagian tertutup kerusakan cetakan (terbaca 'Dr. M. ...ullah'; kemungkinan M. Amin Abdullah, perlu dicocokkan dengan daftar isi). · 1993

Ringkasan

Nomor 4, Volume IV, tahun 1993 dari Ulumul Qur'an: Jurnal Ilmu dan Kebudayaan, jurnal pemikiran Islam yang diterbitkan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) di Jakarta sejak 1989 atas prakarsa M. Dawam Rahardjo. Laporan utama nomor ini bertajuk Dialog Agama-agama: Ketegangan & Toleransi, dengan tulisan Mahmoud M. Ayoub tentang akar-akar konflik Muslim–Kristen, tulisan Haji Johan H. Meuleman tentang nalar Islami dan nalar modern dalam pemikiran Mohammed Arkoun, serta tulisan tentang etika dan dialog antaragama dari perspektif Islam. Nomor ini terbit pada tahun yang sama dengan artikel 'The Clash of Civilizations?' karya Samuel P. Huntington dan merekam tanggapan intelektual Muslim Indonesia terhadap persoalan pluralisme pada akhir Orde Baru.

Nomor inventaris
KBA-MJL-1993-0001
Jenis dokumen
Majalah
Sumber terbitan
Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta
Tanggal terbit
1993
Edisi dan halaman
Ulumul Qur'an: Jurnal Ilmu dan Kebudayaan, No. 4, Vol. IV, 1993. Bulan terbit tidak tercantum pada sampul. Nama penulis tulisan ketiga sebagian tertutup kerusakan cetakan (terbaca 'Dr. M. ...ullah'; kemungkinan M. Amin Abdullah, perlu dicocokkan dengan daftar isi).
Klasifikasi LC
BP172 — Islam: hubungan dengan Kristen
Subjek LCSH
Islam -- Relations -- Christianity; Christianity and other religions -- Islam; Religious tolerance -- Islam; Dialogue -- Religious aspects -- Islam; Arkoun, Mohammed -- Criticism and interpretation; Islam -- Indonesia -- Periodicals
Kategori BISAC
REL037000 RELIGION / Islam / General; REL017000 RELIGION / Comparative Religion
Tempat
Indonesia
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Ulumul Qur'an adalah salah satu jurnal pemikiran Islam paling berpengaruh di Indonesia pada dekade 1990-an. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) di Jakarta sejak 1989 atas prakarsa M. Dawam Rahardjo, dan pada sampul nomor ini menyebut dirinya sebagai "Jurnal Ilmu dan Kebudayaan". Nomor 4, Volume IV, tahun 1993 yang tersimpan dalam koleksi ini mengangkat laporan utama bertajuk "Dialog Agama-agama: Ketegangan & Toleransi". Tema ini menempatkan Ulumul Qur'an di tengah salah satu perdebatan terpenting dalam wacana keagamaan Indonesia menjelang akhir abad ke-20, yaitu bagaimana umat beragama yang berbeda dapat hidup bersama di dalam satu negara-bangsa tanpa saling meniadakan, dan bagaimana tradisi Islam sendiri menyediakan sumber-sumber etis untuk perjumpaan semacam itu. Sampul nomor ini menampilkan tiga tulisan utama. Pertama, tulisan Mahmoud M. Ayoub berjudul "Akar-akar Konflik Muslim Kristen". Ayoub (1935–2021) adalah sarjana studi Islam kelahiran Lebanon yang lama mengajar di Temple University, Amerika Serikat, dan dikenal luas sebagai salah satu tokoh terdepan dialog Muslim–Kristen di tingkat internasional. Karya-karyanya, antara lain Redemptive Suffering in Islam dan seri The Qur'an and Its Interpreters, memperlihatkan perhatiannya yang mendalam pada tafsir Al-Qur'an dan pada titik-titik temu teologis antara Islam dan Kristen. Kehadiran tulisannya dalam Ulumul Qur'an menunjukkan bagaimana jurnal ini secara sadar membuka diri terhadap percakapan ilmiah global, dengan menerjemahkan dan memperkenalkan pemikir internasional kepada pembaca Indonesia. Kedua, tulisan Haji Johan H. Meuleman berjudul "Nalar Islami dan Nalar Modern: Pemikiran Mohammed Arkoun". Johan Hendrik Meuleman adalah sarjana Belanda yang memeluk Islam dan lama berkiprah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terutama dalam kerja sama akademik Indonesia–Belanda di bidang studi Islam. Ia termasuk orang yang paling berjasa memperkenalkan pemikiran Mohammed Arkoun (1928–2010), pemikir kelahiran Aljazair yang mengajar di Sorbonne, kepada publik Indonesia. Arkoun dikenal dengan proyek "kritik nalar Islam" dan gagasan "islamologi terapan", yang menggunakan perangkat linguistik, semiotika, sejarah, dan antropologi untuk membaca ulang tradisi Islam, termasuk membedakan antara wahyu, teks, dan sejarah penafsirannya. Tulisan Meuleman dalam nomor ini termasuk tahap awal penerimaan Arkoun di Indonesia, yang kemudian berlanjut dengan terbitnya terjemahan karya-karya Arkoun dalam bahasa Indonesia. Ketiga, tulisan berjudul "Etika dan Dialog Antar Agama: Perspektif Islam". Nama penulis pada sampul sebagian tertutup kerusakan cetakan; huruf yang masih terbaca adalah "Dr. M." dan akhiran "...ullah", sehingga tulisan ini kemungkinan besar adalah karya Dr. M. Amin Abdullah, pemikir dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menulis disertasi tentang etika al-Ghazali dan Immanuel Kant dan di kemudian hari dikenal dengan paradigma integrasi-interkoneksi ilmu. Identifikasi ini perlu dicocokkan dengan daftar isi di halaman dalam. Tulisan tentang etika dialog dari sudut pandang Islam melengkapi dua tulisan lain: jika Ayoub menelusuri akar historis dan teologis konflik, dan Meuleman memperkenalkan perangkat epistemologis untuk membaca ulang tradisi, maka tulisan ketiga ini bertanya tentang landasan moral yang memungkinkan dialog berlangsung secara jujur dan setara. Ketiga tulisan tersebut membentuk satu arsitektur gagasan yang utuh. Laporan utama nomor ini tidak berhenti pada seruan normatif tentang kerukunan, tetapi mengajak pembaca melihat bahwa toleransi selalu hidup berdampingan dengan ketegangan. Ketegangan itu lahir dari sejarah panjang perjumpaan Islam dan Kristen, dari klaim kebenaran masing-masing agama, dan dari pertarungan sosial-politik yang sering membungkus diri dengan bahasa agama. Dengan menyandingkan kata "ketegangan" dan "toleransi" pada judul sampul, redaksi Ulumul Qur'an menunjukkan kesadaran bahwa dialog bukan sekadar acara seremonial, melainkan kerja intelektual dan etis yang menuntut pengakuan atas perbedaan. Konteks terbitnya nomor ini juga penting. Tahun 1993 adalah masa ketika wacana dialog antaragama di Indonesia telah berkembang sejak gagasan "agree in disagreement" yang dipopulerkan A. Mukti Ali pada 1970-an, dan ketika pemerintah Orde Baru mengelola hubungan antarumat beragama melalui berbagai forum musyawarah. Pada saat yang sama, di tingkat global, tahun 1993 adalah tahun ketika Samuel P. Huntington menerbitkan artikel "The Clash of Civilizations?" di jurnal Foreign Affairs, yang kemudian memicu perdebatan luas tentang hubungan Islam dan Barat. Perang di Bosnia-Herzegovina juga sedang berlangsung dan menjadi perhatian dunia Islam. Laporan utama Ulumul Qur'an tentang dialog agama dapat dibaca sebagai tanggapan intelektual Indonesia terhadap suasana zaman tersebut, yang menawarkan jalan percakapan dan penalaran kritis alih-alih logika benturan. Bagi sejarah intelektual Islam Indonesia, nomor ini merekam fase ketika gerakan pembaruan pemikiran Islam yang dirintis sejak 1970-an mulai menemukan bentuk kelembagaan yang matang. Ulumul Qur'an menjadi salah satu ruang utama tempat gagasan-gagasan tentang pluralisme, hermeneutika Al-Qur'an, dan pembacaan kritis atas tradisi diperkenalkan dan diperdebatkan. Jurnal ini mempertemukan para cendekiawan dari IAIN, perguruan tinggi umum, lembaga swadaya masyarakat, dan dunia internasional dalam satu halaman. Kehadiran nama-nama seperti Ayoub, Meuleman, dan Arkoun dalam satu nomor memperlihatkan jaringan keilmuan yang melintasi Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa studi Islam di Indonesia pada masa itu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari percakapan global. Bagi pembaca dan peneliti dari Aceh dan dunia Melayu, nomor ini memiliki nilai rujukan tersendiri. Tema hubungan antaragama, etika perjumpaan, dan pembacaan ulang tradisi merupakan persoalan yang terus hidup dalam kajian Islam di kawasan ini, termasuk dalam perdebatan tentang syariat, kerukunan, dan identitas keagamaan di ruang publik. Gagasan Arkoun tentang pembedaan antara wahyu dan sejarah penafsirannya, misalnya, kerap dirujuk dalam diskusi tentang metodologi studi Islam di perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia, termasuk di Banda Aceh. Demikian pula, kajian Ayoub tentang akar-akar konflik Muslim–Kristen menyediakan kerangka historis yang berguna untuk memahami dinamika hubungan antaragama di Asia Tenggara. Secara fisik, eksemplar ini memperlihatkan sampul bermotif geometris Islam dalam warna hijau, ungu, jingga, dan kuning, dengan judul jurnal dicetak besar berwarna kuning kehijauan. Sebagian teks merah pada bagian bawah sampul, khususnya nama penulis dan judul tulisan ketiga serta sebagian judul tulisan Ayoub dan Meuleman, tampak memudar atau tergores, dan label "Jurnal Ilmu dan Kebudayaan" di sudut kiri atas terpotong. Gambar sampul dalam arsip ini telah ditingkatkan kontrasnya agar teks lebih mudah dibaca, tanpa mengubah isi. Halaman dalam nomor ini dapat dicatat sebagai entri kliping tersendiri yang ditautkan ke entri majalah ini, sesuai dengan praktik katalogisasi Arsip dan Pustaka KBA13 Academy. Sebagai bagian dari Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, nomor ini menjadi sumber primer bagi kajian tentang sejarah pemikiran Islam Indonesia, wacana pluralisme dan dialog antaragama, penerimaan pemikiran Islam kontemporer dari luar negeri, serta peran jurnal dan media cetak dalam pembentukan ruang publik intelektual Muslim di Indonesia pada akhir Orde Baru. Arsip ini juga menjadi bahan yang memberi masukan bagi kajian-kajian di KBA13 Academy dan KBA13 Insight.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Contributor
Mahmoud M. Ayoub Johan H. Meuleman
Koleksi
Majalah

Cara mengutip

Mahmoud M. Ayoub, Johan H. Meuleman (ed.), “Ulumul Qur'an No. 4 Vol. IV, 1993: Dialog Agama-agama, Ketegangan & Toleransi”, Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta, Ulumul Qur'an: Jurnal Ilmu dan Kebudayaan, No. 4, Vol. IV, 1993. Bulan terbit tidak tercantum pada sampul. Nama penulis tulisan ketiga sebagian tertutup kerusakan cetakan (terbaca 'Dr. M. ...ullah'; kemungkinan M. Amin Abdullah, perlu dicocokkan dengan daftar isi)., 1993. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-MJL-1993-0001.