Little, Brown and Company, New York (penerbit edisi pertama, 2021; edisi Inggris oleh John Murray, London; edisi eksemplar ini belum diperiksa) · Sampul depan (paperback) memperlihatkan judul dan nama ketiga penulis dalam teks hitam di atas gradasi warna lavender ke hijau mint, dengan tanda "x" sebagai pemisah antarnama. Foto sampul memotong bagian bawah, sehingga logo penerbit tidak terlihat. Belum diperiksa: apakah eksemplar ini edisi Little, Brown (AS) atau John Murray (Inggris), tahun cetak, ISBN, dan jumlah halaman. Tidak terlihat label perpustakaan pada foto. · 2021
- Nomor inventaris
-
KBA-BKU-2021-0004
- Jenis dokumen
-
Buku
- Sumber terbitan
-
Little, Brown and Company, New York (penerbit edisi pertama, 2021; edisi Inggris oleh John Murray, London; edisi eksemplar ini belum diperiksa)
- Tanggal terbit
-
2021
- Edisi dan halaman
-
Sampul depan (paperback) memperlihatkan judul dan nama ketiga penulis dalam teks hitam di atas gradasi warna lavender ke hijau mint, dengan tanda "x" sebagai pemisah antarnama. Foto sampul memotong bagian bawah, sehingga logo penerbit tidak terlihat. Belum diperiksa: apakah eksemplar ini edisi Little, Brown (AS) atau John Murray (Inggris), tahun cetak, ISBN, dan jumlah halaman. Tidak terlihat label perpustakaan pada foto.
- Penulis
-
Henry A. Kissinger
Eric Schmidt
Daniel Huttenlocher
- Klasifikasi LC
-
Q334.7 — Kecerdasan buatan: aspek sosial, etis, dan politik
- Subjek LCSH
-
Artificial intelligence--Social aspects; Artificial intelligence--Moral and ethical aspects; Artificial intelligence--Political aspects; International relations; Technology and international relations
- Kategori BISAC
-
COM004000 COMPUTERS / Artificial Intelligence / General; POL011000 POLITICAL SCIENCE / International Relations / General
- Bahasa
-
Inggris
- Keterangan
-
Buku The Age of AI: And Our Human Future ditulis oleh tiga tokoh dari tiga dunia yang berbeda, dan justru perpaduan itulah yang memberi buku ini bobotnya. Henry A. Kissinger (1923–2023) adalah sejarawan diplomasi lulusan Harvard yang menjabat Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (1969–1975) dan Menteri Luar Negeri ke-56 (1973–1977), penerima Hadiah Nobel Perdamaian 1973, serta penulis karya-karya klasik tentang tatanan dunia seperti Diplomacy dan World Order. Eric Schmidt adalah teknolog dan pengusaha yang memimpin Google sebagai CEO dan kemudian executive chairman, lalu mendirikan Special Competitive Studies Project pada 2021 dan, bersama istrinya, Schmidt Sciences. Daniel Huttenlocher adalah ilmuwan komputer, dekan perdana MIT Schwarzman College of Computing, sebelumnya dekan pendiri Cornell Tech, pernah bekerja sebagai peneliti di Xerox PARC, dan memimpin dewan MacArthur Foundation. Kissinger wafat pada 29 November 2023 dalam usia seratus tahun, sehingga buku ini kini dibaca pula sebagai salah satu pernyataan intelektual terakhirnya tentang masa depan politik dunia.
Dari segi sejarah penerbitan, buku ini terbit pertama kali di Amerika Serikat oleh Little, Brown and Company, New York, pada awal November 2021, dalam edisi kulit keras, e-book, dan buku audio, dengan sekitar 272 halaman. Majalah perdagangan buku Inggris The Bookseller melaporkan pada Maret 2021 bahwa John Murray akan menerbitkan edisi Inggrisnya. Edisi paperback kemudian beredar di pasar Amerika dan Inggris. Gagasan buku ini berakar pada esai Kissinger di majalah The Atlantic pada 2018 berjudul How the Enlightenment Ends, yang mempertanyakan apakah kecerdasan buatan akan menggerus cara manusia memahami kebenaran sejak Abad Pencerahan; esai itu lalu berkembang menjadi percakapan panjang dengan Schmidt dan Huttenlocher. Pada 2024 terbit kelanjutannya, Genesis, yang ditulis Kissinger bersama Schmidt dan Craig Mundie dan diterbitkan setelah Kissinger wafat.
Struktur buku ini terdiri atas tujuh bab. Bab pertama, Where We Are, membuka dengan contoh-contoh yang kini terkenal: program AlphaZero yang menguasai catur hanya dengan bermain melawan dirinya sendiri dan menemukan langkah-langkah yang tidak pernah terpikirkan oleh para grandmaster, penemuan antibiotik baru dengan bantuan pembelajaran mesin di MIT, serta pilot AI yang mengalahkan pilot manusia dalam simulasi pertempuran udara. Bab kedua, How We Got Here: Technology and Human Thought, menelusuri sejarah gagasan tentang pengetahuan, dari filsafat Yunani, iman abad pertengahan, hingga rasionalisme Pencerahan, untuk menunjukkan bahwa setiap zaman memiliki cara sendiri dalam memahami realitas. Bab ketiga, From Turing to Today—and Beyond, menjelaskan perkembangan teknis AI, dari uji Turing sampai pembelajaran mesin dan model bahasa besar seperti GPT-3, dengan bahasa yang dapat diikuti pembaca awam.
Bab keempat, Global Network Platforms, membahas platform jaringan global seperti mesin pencari dan media sosial yang ditata oleh AI dan melayani miliaran pengguna lintas negara, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kedaulatan, regulasi, dan persaingan geopolitik, terutama antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Bab kelima, Security and World Order, barangkali bagian yang paling khas Kissinger: para penulis membandingkan tantangan AI dengan era senjata nuklir, lalu menyatakan bahwa senjata berbasis AI lebih sulit dibatasi karena tidak kasatmata, mudah disebarkan, dan kemampuannya sulit diverifikasi. Mereka menyerukan dialog antarnegara besar dan semacam pengendalian senjata untuk era digital. Bab keenam, AI and Human Identity, menimbang apa artinya menjadi manusia ketika mesin mampu melakukan tugas-tugas yang selama ini dianggap khas akal budi. Bab ketujuh, AI and the Future, merangkum seruan agar masyarakat, pemerintah, dan para filsuf ikut membentuk arah teknologi ini, bukan hanya para insinyur.
Konsep kunci buku ini adalah gagasan bahwa AI menghadirkan cara mengetahui yang baru, ketika mesin mampu menghasilkan jawaban yang benar tanpa dapat menjelaskan alasannya dalam bahasa yang dipahami manusia. Para penulis menyebut kemitraan manusia dan mesin sebagai bentuk hubungan yang baru, sekaligus mengingatkan bahaya hilangnya penalaran manusia ketika orang semakin bergantung pada sistem yang tidak transparan. Konsep lain yang penting adalah platform jaringan sebagai aktor geopolitik, keseimbangan kekuatan di era AI, dan kebutuhan akan filsafat baru untuk zaman yang baru. Dengan nada khas Kissinger, buku ini lebih banyak mengajukan pertanyaan daripada memberi resep kebijakan.
Penerimaan buku ini beragam. Buku ini menjadi buku laris di Amerika Serikat dan banyak dibahas media besar, terutama karena nama para penulisnya. Banyak pembaca menghargai upayanya menarik AI dari wilayah teknis ke wilayah filsafat, sejarah, dan hubungan internasional. Sebagian pengulas lain menilai buku ini terlalu umum, berulang, dan kurang tajam dalam usulan kebijakan, serta mempertanyakan apakah seorang mantan CEO Google adalah pihak yang netral untuk membahas tata kelola platform digital. Pengamat lain menyoroti bahwa buku ini terbit setahun sebelum peluncuran ChatGPT pada akhir 2022, sehingga sebagian ramalannya terasa sangat tepat waktu, sementara sebagian lainnya cepat tertinggal oleh perkembangan teknologi. Perdebatan tentang keamanan AI, regulasi, dan persaingan AS–Tiongkok yang muncul sesudahnya membuat buku ini tetap sering dirujuk.
Bagi Indonesia dan Asia Tenggara, buku ini relevan terutama melalui pembahasan tentang platform jaringan global dan persaingan kekuatan besar. Negara-negara di kawasan ini sebagian besar adalah pengguna, bukan pembuat, sistem AI dan platform digital raksasa, sehingga pertanyaan tentang kedaulatan data, regulasi platform, dan posisi di antara Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi sangat nyata. Buku ini sendiri tidak membahas Asia Tenggara secara khusus, dan perspektifnya jelas berangkat dari kepentingan dan pengalaman Amerika. Namun kerangka berpikirnya dapat dipakai untuk menimbang kebijakan nasional Indonesia tentang AI, perlindungan data pribadi, dan diplomasi teknologi ASEAN.
Untuk dunia Muslim, pertanyaan buku ini tentang hakikat pengetahuan dan identitas manusia membuka ruang dialog dengan tradisi epistemologi Islam, yang membedakan antara ilmu, akal, dan wahyu. Buku ini tidak membahas agama secara mendalam, tetapi pertanyaannya tentang otoritas pengetahuan ketika mesin menjadi sumber jawaban patut direnungkan oleh para ulama, pendidik, dan lembaga fatwa. Di Aceh, tempat kajian syariat, pendidikan dayah, dan perguruan tinggi Islam terus bergulat dengan perubahan digital, buku ini dapat menjadi bacaan pembanding untuk diskusi tentang etika teknologi, pendidikan, dan masa depan otoritas keilmuan, meskipun tidak ada pembahasan langsung tentang Aceh di dalamnya.
Secara fisik, eksemplar ini adalah buku bersampul lunak (paperback). Sampulnya memakai gradasi warna lavender ke hijau mint dengan teks hitam, dan nama ketiga penulis dipisahkan oleh tanda "x", sebuah desain tipografis yang sederhana dan modern. Foto sampul yang tersedia memotong bagian bawah sampul, sehingga logo penerbit dan keterangan lain di bagian bawah tidak terlihat. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah eksemplar ini edisi Amerika dari Little, Brown atau edisi Inggris dari John Murray, dan tahun cetak, ISBN, serta jumlah halamannya belum diperiksa.
Kehadiran buku ini dalam koleksi menegaskan pentingnya membaca AI bukan hanya sebagai soal teknik, tetapi sebagai soal tatanan dunia, kekuasaan, dan makna kemanusiaan. Buku ini dapat dibaca berdampingan dengan karya-karya lain tentang geopolitik teknologi, keamanan internasional, dan filsafat pikiran, dan juga dengan kelanjutannya, Genesis, untuk melihat bagaimana pemikiran Kissinger tentang AI berkembang pada tahun-tahun terakhir hidupnya. Bagi peneliti, buku ini juga merupakan dokumen sejarah tentang cara elite politik dan teknologi Amerika memandang AI tepat sebelum gelombang AI generatif.
Sebagai bagian dari Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, buku ini menjadi rujukan bagi kajian tentang kecerdasan buatan, tatanan dunia, keamanan internasional, geopolitik teknologi, serta hubungan antara pengetahuan, kekuasaan, dan identitas manusia di era digital. Arsip ini juga menjadi bahan yang memberi masukan bagi kajian-kajian di KBA13 Academy dan KBA13 Insight.
- Status hak cipta
-
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Cara mengutip
Henry A. Kissinger, Eric Schmidt, Daniel Huttenlocher, “The Age of AI: And Our Human Future”, Little, Brown and Company, New York (penerbit edisi pertama, 2021; edisi Inggris oleh John Murray, London; edisi eksemplar ini belum diperiksa), Sampul depan (paperback) memperlihatkan judul dan nama ketiga penulis dalam teks hitam di atas gradasi warna lavender ke hijau mint, dengan tanda "x" sebagai pemisah antarnama. Foto sampul memotong bagian bawah, sehingga logo penerbit tidak terlihat. Belum diperiksa: apakah eksemplar ini edisi Little, Brown (AS) atau John Murray (Inggris), tahun cetak, ISBN, dan jumlah halaman. Tidak terlihat label perpustakaan pada foto., 2021. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2021-0004.