Buku

People's Participation in Asian Peace Processes

Asian Resource Foundation; The Sasakawa Peace Foundation, Bangkok · Dias, Clarence J., and Ekraj Sabur, eds. People's Participation in Asian Peace Processes. Bangkok: Asian Resource Foundation; The Sasakawa Peace Foundation, 2012. · 2012

Ringkasan

Bunga rampai berbahasa Inggris yang disunting Clarence J. Dias dan Ekraj Sabur ini diterbitkan Asian Resource Foundation di Bangkok dengan dukungan The Sasakawa Peace Foundation. Buku ini menyoroti peran rakyat, komunitas akar rumput, dan organisasi masyarakat sipil dalam proses perdamaian di Asia, sejalan dengan pendekatan pembangunan dan hak asasi manusia yang berpusat pada rakyat. Daftar isi lengkapnya, termasuk ada tidaknya bab khusus tentang Aceh, belum dapat diverifikasi dari sumber daring dan perlu dicek langsung pada eksemplar fisik.

Nomor inventaris
KBA-BKU-2012-0006 ISBN 978-616-90865-3-6
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
Asian Resource Foundation; The Sasakawa Peace Foundation, Bangkok
Tanggal terbit
2012
Edisi dan halaman
Dias, Clarence J., and Ekraj Sabur, eds. People's Participation in Asian Peace Processes. Bangkok: Asian Resource Foundation; The Sasakawa Peace Foundation, 2012.
Penulis
Clarence J. Dias Ekraj Sabur
Klasifikasi LC
JZ5584.A78 P46 2012 — Proses perdamaian dan resolusi konflik di Asia (perkiraan nomor kelas; belum diverifikasi)
Subjek LCSH
Peace-building -- Asia; Conflict management -- Asia; Political participation -- Asia; Civil society -- Asia; Peace -- Citizen participation
Kategori BISAC
POL034000 POLITICAL SCIENCE / Peace; POL011000 POLITICAL SCIENCE / International Relations / General; SOC055000 SOCIAL SCIENCE / Race & Ethnic Relations
Bahasa
Inggris
Keterangan
People's Participation in Asian Peace Processes merupakan buku bunga rampai berbahasa Inggris yang disunting oleh Clarence J. Dias dan Ekraj Sabur. Sampulnya memuat logo dua lembaga, yaitu Asian Resource Foundation (ARF) dan The Sasakawa Peace Foundation (SPF). Laman resmi ARF mencantumkan buku ini dalam daftar terbitan ARF, AMAN, dan IIPDS untuk seri 2011 hingga 2015, dengan tahun 2012, ISBN 978-616-90865-3-6, serta keterangan bahwa penerbitannya didanai oleh Sasakawa Peace Foundation. Awalan ISBN 978-616 adalah awalan untuk Thailand, sesuai dengan kedudukan ARF di Bangkok. Jumlah halaman tidak tercantum pada sumber daring yang dapat diakses, sehingga tidak dicatat dalam rekaman ini. Asian Resource Foundation adalah organisasi nirlaba berbasis di Bangkok yang bergerak di bidang pembangunan, pendidikan, dialog antaragama, dan pembangunan perdamaian di Asia. Lembaga ini memiliki hubungan kelembagaan yang erat dengan Asian Muslim Action Network (AMAN) dan International Institute for Peace and Development Studies (IIPDS), sebagaimana tampak dari kategori publikasi bersama di laman resminya. Dokumen peringatan dua puluh tahun ARF mencatat berbagai kegiatan IIPDS dan ARF, termasuk sebuah dialog meja bundar tentang proses perdamaian di Asia pada tahun 2012 dan konsultasi tentang proses perdamaian di Thailand Selatan pada tahun 2014. Buku ini dapat dipahami sebagai bagian dari rangkaian kerja ARF dan jaringannya dalam mendokumentasikan pengalaman perdamaian di kawasan. The Sasakawa Peace Foundation adalah yayasan swasta Jepang yang berkedudukan di Tokyo dan dikenal mendanai program penelitian, dialog, serta pembangunan perdamaian di Asia. Keterlibatannya dalam penerbitan buku ini menunjukkan bahwa buku tersebut lahir dari kerja sama antara jaringan masyarakat sipil Asia dan lembaga filantropi Jepang yang aktif dalam diplomasi perdamaian kawasan. Penyunting pertama, Clarence J. Dias, adalah pakar hukum dan pembangunan yang memimpin International Center for Law in Development di New York. Ia dikenal sebagai salah satu pendukung pendekatan hak asasi manusia yang berpusat pada rakyat, yaitu gagasan bahwa hak asasi tumbuh dari perjuangan akar rumput dan bukan semata-mata dari rumusan negara atau lembaga internasional. Gagasan tersebut, yang antara lain ia uraikan dalam artikel A People-Centered Approach to Human Rights pada tahun 1997, terasa sejalan dengan judul buku ini. Penyunting kedua, Ekraj Sabur, namanya tercantum bersama Dias pada sampul dan pada laman ARF. Informasi biografis tentang dirinya tidak ditemukan secara pasti dalam sumber daring yang dapat diverifikasi, sehingga tidak diuraikan lebih jauh di sini. Tema utama buku ini, sebagaimana tersirat dari judulnya, adalah partisipasi rakyat dalam proses perdamaian. Kajian perdamaian internasional sejak awal 2000-an makin menyadari bahwa perundingan yang hanya melibatkan elite negara dan pemimpin kelompok bersenjata sering menghasilkan perjanjian yang rapuh. Perdamaian yang berkelanjutan dinilai memerlukan keterlibatan korban, perempuan, pemuka agama, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal, baik dalam tahap pra-perundingan, perundingan, maupun implementasi. Asia pada dekade 2000-an menjadi laboratorium penting bagi gagasan ini, dengan beragam proses perdamaian yang berlangsung di berbagai negara, seperti Aceh di Indonesia, Mindanao di Filipina, Nepal, Sri Lanka, dan Thailand Selatan. Rincian negara atau kasus yang secara aktual dibahas dalam buku ini belum dapat dikonfirmasi dan perlu diperiksa langsung pada daftar isi eksemplar fisik. Pertanyaan apakah buku ini memuat bab khusus tentang Aceh tidak dapat dijawab secara pasti dari sumber daring. Penelusuran melalui laman ARF, mesin pencari, dan rujukan akademik tidak menemukan daftar isi buku ini. Sebuah dokumen di Scribd yang berisi artikel Antje Missbach tentang diaspora Aceh, berjudul The Acehnese Diaspora: Hawks and Doves?, sempat muncul dalam penelusuran, tetapi repositori Australian National University menunjukkan bahwa tulisan tersebut adalah artikel jurnal dalam Journal of Human Security volume 5 nomor 3 tahun 2009, bukan bab dari buku ini. Oleh karena itu, rekaman ini tidak menyatakan bahwa buku ini memuat bab tentang Aceh, dan tidak pula menyatakan sebaliknya. Pemeriksaan daftar isi eksemplar fisik di koleksi diperlukan untuk menetapkan hal itu, dan jika bab tersebut ada, deskripsi ini sebaiknya dilengkapi dengan nama penulis, judul bab, dan halamannya. Sebagai latar bagi pembaca, proses perdamaian Aceh sendiri sering dirujuk dalam literatur sebagai salah satu contoh penting di Asia. Konflik antara Gerakan Aceh Merdeka dan pemerintah Indonesia berakhir dengan Nota Kesepahaman Helsinki pada Agustus 2005, setelah tsunami Desember 2004, melalui mediasi Crisis Management Initiative pimpinan Martti Ahtisaari dan dipantau oleh Aceh Monitoring Mission. Tulisan Afridal Darmi tentang keterlibatan masyarakat sipil dalam proses perdamaian Aceh, yang diterbitkan Conciliation Resources dalam seri Accord, menggambarkan organisasi masyarakat sipil bukan sebagai pihak yang berunding, melainkan sebagai pendukung proses dari luar meja perundingan. Pada masa Jeda Kemanusiaan 2000 hingga 2001, para aktivis duduk dalam komite bersama dan tim pemantau, sementara jaringan lembaga swadaya menyalurkan bantuan bagi pengungsi. Setelah Nota Kesepahaman, mereka menyelenggarakan konsultasi publik dalam penyusunan Undang-Undang Pemerintahan Aceh, membantu reintegrasi mantan kombatan melalui pelatihan dan pinjaman, serta memperkuat peran pemimpin adat seperti geuchik dan mukim dalam penyelesaian sengketa lokal. Tulisan itu juga mencatat keterbatasan mereka, antara lain minimnya pengalaman dalam pengelolaan konflik, kerentanan terhadap manipulasi oleh pihak bertikai, dan sedikitnya dokumentasi tentang pengalaman tersebut. Persoalan tentang sejauh mana rakyat Aceh terlibat dalam proses tersebut merupakan pertanyaan sentral dalam topik yang diangkat oleh judul buku ini. Bagi perpustakaan studi Islam dan studi Aceh, buku ini bernilai sebagai rujukan perbandingan tentang konflik dan perdamaian di Asia, terutama karena sejumlah konflik di kawasan melibatkan komunitas Muslim, baik sebagai mayoritas lokal maupun minoritas, seperti di Aceh, Mindanao, dan Thailand Selatan. Penerbitnya, ARF, juga merupakan bagian dari jaringan masyarakat sipil Muslim dan antariman Asia yang sama dengan AMAN, sehingga buku ini mencerminkan cara pandang aktivis dan akademisi kawasan terhadap isu perdamaian, keadilan, dan hak asasi manusia. Buku ini berguna bagi mahasiswa dan peneliti yang mempelajari resolusi konflik, pembangunan perdamaian berbasis komunitas, dan peran agama dalam transformasi konflik. Dari sisi metodologis, bunga rampai semacam ini biasanya memadukan studi kasus, refleksi praktisi, dan analisis kebijakan. Pembaca disarankan memperlakukan setiap bab sesuai dengan sifatnya: tulisan praktisi berharga sebagai kesaksian dan dokumentasi, sedangkan tulisan analitis dapat dibandingkan dengan literatur akademik tentang proses perdamaian. Karena buku ini terbit di luar jalur penerbit akademik komersial, peredarannya terbatas dan keberadaannya di perpustakaan Indonesia relatif jarang, sehingga eksemplar dalam koleksi ini memiliki nilai dokumentasi tersendiri. Catatan bibliografis ini mendeskripsikan eksemplar yang tersimpan dalam koleksi pribadi KBA13 Academy dan dikatalogkan berdasarkan sampulnya. Judul dan nama penyunting diambil dari sampul, sedangkan tahun terbit dan ISBN diambil dari laman resmi Asian Resource Foundation; keduanya belum dicocokkan dengan halaman hak cipta buku fisik.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Contributor
Clarence J. Dias (editor) Ekraj Sabur (editor)
Koleksi
Buku

Cara mengutip

Clarence J. Dias, Ekraj Sabur, Clarence J. Dias (editor), Ekraj Sabur (editor), “People's Participation in Asian Peace Processes”, Asian Resource Foundation; The Sasakawa Peace Foundation, Bangkok, Dias, Clarence J., and Ekraj Sabur, eds. People's Participation in Asian Peace Processes. Bangkok: Asian Resource Foundation; The Sasakawa Peace Foundation, 2012., 2012. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2012-0006.