Buku

God's Crucible: Islam and the Making of Europe, 570-1215

W. W. Norton & Company, New York · Lewis, David Levering. God's Crucible: Islam and the Making of Europe, 570-1215. New York: W. W. Norton, 2009. · 2009

Ringkasan

Sejarah naratif karya David Levering Lewis, sejarawan NYU dan dua kali pemenang Hadiah Pulitzer, tentang perjumpaan dunia Islam dan Eropa dari sekitar 570 hingga 1215. Bermula dari Bizantium dan Persia, buku ini mengikuti kebangkitan Islam, penaklukan Hispania pada 711, dan pembentukan al-Andalus, lalu membandingkannya dengan dunia Frank. Lewis berargumen bahwa al-Andalus adalah masyarakat kosmopolitan, sementara Eropa Latin membentuk jati dirinya dengan menjadikan Islam sebagai lawan. Tafsirnya berpengaruh sekaligus diperdebatkan.

Nomor inventaris
KBA-BKU-2009-0004 ISBN 978-0-393-33356-5
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
W. W. Norton & Company, New York
Tanggal terbit
2009
Edisi dan halaman
Lewis, David Levering. God's Crucible: Islam and the Making of Europe, 570-1215. New York: W. W. Norton, 2009.
Penulis
David Levering Lewis
Klasifikasi LC
D117 .L48 2008 — Sejarah Eropa Abad Pertengahan: pengaruh Islam
Subjek LCSH
Civilization, Medieval; Europe -- History -- 476-1492; Europe -- Civilization -- Islamic influences
Kategori BISAC
HIS037010 History / Medieval; HIS010000 History / Europe / General; HIS026000 History / Middle East / General; REL037000 Religion / Islam / General
Bahasa
Inggris
Keterangan
God's Crucible: Islam and the Making of Europe, 570-1215 adalah karya sejarah naratif David Levering Lewis tentang lima abad perjumpaan antara dunia Islam dan Eropa yang sedang terbentuk. Buku ini pertama kali terbit dalam edisi sampul keras oleh W. W. Norton di New York pada Januari 2008, dengan judul katalog God's Crucible: Islam and the Making of Europe, 570 to 1215. Edisi sampul lunak, seperti eksemplar yang dicatat di sini, diterbitkan Norton pada 2009 dengan ISBN 978-0-393-33356-5. Catatan katalog menyebut tebalnya xxv ditambah 473 halaman, dengan delapan halaman pelat bergambar, peta, catatan, dan indeks. David Levering Lewis adalah University Professor di New York University dan dikenal terutama sebagai sejarawan Amerika. Biografi dua jilidnya tentang W. E. B. Du Bois memenangi Hadiah Pulitzer untuk kedua jilidnya, sebuah capaian yang jarang. Karena itu God's Crucible menandai langkah yang cukup berani bagi seorang sejarawan Amerika modern untuk memasuki kajian Abad Pertengahan Islam dan Eropa. Sampul edisi sampul lunak ini menonjolkan predikat pemenang Hadiah Pulitzer itu dan memuat pujian dari Reza Aslan, yang menyebut buku ini karya agung dari salah satu sejarawan terbesar Amerika. Rentang waktu buku ini dimulai sekitar tahun 570, masa kelahiran Nabi Muhammad, dan berakhir pada 1215, ketika Gereja Latin di bawah Konsili Lateran Keempat mengobarkan perang terhadap dunia Islam. Lewis membuka kisahnya dengan dua adikuasa dunia lama, Bizantium dan Persia Sasaniyah, yang saling melemahkan menjelang kebangkitan Islam. Ia lalu mengikuti munculnya umat Islam di Arabia, ekspansi awal kekhalifahan, dan peran kelas serta klan dalam politik Islam awal. Bagian tengah buku memusatkan perhatian pada penaklukan Hispania Visigothik pada 711, pembentukan al-Andalus, dan perbandingannya dengan dunia Frank di bawah Charles Martel serta Karel Agung. Berdasarkan daftar isi yang tercatat di Open Library, buku ini terdiri atas delapan belas bab. Judul-judulnya, bila diterjemahkan secara bebas, meliputi para adikuasa, kedatangan bangsa Arab, jihad, kekhalifahan yang direbut dan jihad yang tersendat, tahun 711, memunguti puing sesudah Roma, mitos Poitiers, jatuh bangunnya Bani Umayyah, menyelamatkan para paus, kekaisaran yang dibangun atas kekuatan dan iman, jihad Karoling di Roncesvalles dan Saxony, Masjid Agung, Eropa pertama yang singkat, keseimbangan, yang halus dan yang ditakdirkan runtuh, ketidakseimbangan, balas dendam Pelayo, dan bab penutup tentang transmisi ilmu dan penolakan rasionalisme melalui Ibn Rushd dan Musa ibn Maymun atau Maimonides. Argumen pokok Lewis dirumuskan secara tajam. Menurutnya al-Andalus merupakan masyarakat kosmopolitan tempat Islam, Yahudi, dan Kristen bergaul dan bekerja sama, sebuah gambaran yang sering disebut convivencia. Sebaliknya, Eropa Latin yang sedang lahir digambarkan membentuk jati dirinya dengan menjadikan Islam sebagai lawan, dan menjunjung aristokrasi turun-temurun, intoleransi agama, perang yang terus-menerus, serta perbudakan. Lewis juga menantang tafsir tradisional tentang Pertempuran Poitiers atau Tours pada 732. Ia mengajukan kemungkinan bahwa Eropa justru bisa lebih maju seandainya kekuasaan Islam meluas melewati Pegunungan Pirenia. Penerbit membingkai buku ini sebagai kisah peringatan bagi masa kini. Penerimaan buku ini beragam. New York Times Book Review memilihnya sebagai Editor's Choice dan memuji narasinya yang kuat tentang zaman yang sangat rumit. John Leonard dalam Harper's Magazine memperkirakan bahwa buku ini akan memancing perdebatan, terutama dari kalangan yang gemar memakai retorika perang suci dan pergantian rezim. Ulasan Ronald K. Delph dalam Michigan War Studies Review (2010) menilai bahwa buku ini menawarkan sudut pandang segar, bahwa perhatian Lewis pada kelas dan klan dalam Islam awal tepat, dan bahwa tantangannya terhadap tafsir tradisional tentang Poitiers layak direnungkan. Namun Delph juga mengkritik pemahaman Lewis yang lebih lemah tentang kebudayaan Frank, kecenderungannya menilai intoleransi dan militansi Kristen dengan ukuran modern, serta kontras yang terlalu sepihak antara al-Andalus yang toleran dan Eropa Kristen yang intoleran. Ia juga mencatat kesalahan kecil, misalnya peta yang menempatkan Gaza di Mesir. Kritik semacam ini penting bagi pembaca yang memakai buku ini sebagai rujukan. God's Crucible paling tepat dibaca sebagai sintesis naratif dan tafsir yang berani, bukan sebagai kata akhir tentang sejarah Abad Pertengahan. Gambaran ideal tentang convivencia telah lama diperdebatkan oleh para sejarawan Spanyol Islam, dan sebagian sarjana menekankan bahwa hubungan antaragama di al-Andalus juga mengenal ketegangan, hierarki, dan kekerasan. Pembaca yang serius sebaiknya membandingkan buku ini dengan kajian-kajian spesialis tentang al-Andalus, Bizantium, dan dunia Karoling. Bagi perpustakaan studi Islam, buku ini bernilai karena menempatkan sejarah Islam di tengah narasi tentang pembentukan Eropa, bukan di pinggirannya. Buku ini menjelaskan bagaimana kebudayaan Andalusia menjadi jembatan bagi transmisi filsafat, ilmu pengetahuan, dan pemikiran Yunani yang ditafsirkan ulang oleh para pemikir Muslim dan Yahudi, terutama Ibn Rushd dan Maimonides, ke dunia Latin. Tema ini relevan bagi mahasiswa sejarah peradaban Islam, hubungan Islam dan Barat, serta kajian dialog antaragama. Buku ini juga membantu menjelaskan akar sejarah dari wacana tentang Islam sebagai lawan Eropa, yang hingga kini masih memengaruhi perdebatan politik dan budaya. Hubungannya dengan studi Aceh bersifat tidak langsung. Buku ini sama sekali tidak membahas Asia Tenggara, tetapi menyediakan latar besar sejarah peradaban Islam klasik dan hubungan Islam dengan Eropa Kristen, yang kelak berlanjut dalam perjumpaan kesultanan-kesultanan Nusantara, termasuk Aceh, dengan Portugis dan kekuatan Eropa lainnya. Pembaca di Aceh dapat memakainya untuk memahami bagaimana citra Islam di Eropa terbentuk jauh sebelum kolonialisme tiba di Samudera Hindia, dan bagaimana warisan intelektual Andalusia menjadi bagian dari khazanah Islam yang lebih luas. Dari segi gaya, Lewis menulis dengan prosa yang hidup dan penuh detail, dengan potret tokoh dan adegan pertempuran yang dramatis. Kekuatan naratif itu membuat buku ini mudah dinikmati pembaca umum, tetapi juga menuntut kewaspadaan karena tafsir pengarang sering menyatu dengan penceritaan. Catatan kaki dan bibliografinya memungkinkan pembaca menelusuri sumber-sumber yang dipakai. Bagi pengajar, buku ini dapat dipakai sebagai bahan diskusi tentang cara sejarawan membangun tafsir besar dari bahan yang luas. Pertanyaan yang diajukan Lewis, misalnya apakah kemenangan Frank di Poitiers benar-benar menyelamatkan Eropa, mengundang mahasiswa untuk menimbang bukti, membandingkan sudut pandang, dan menyadari bahwa narasi tentang asal-usul peradaban selalu mengandung pilihan nilai. Dalam konteks perguruan tinggi Islam di Indonesia, buku ini juga dapat memperkaya mata kuliah sejarah peradaban Islam yang selama ini lebih banyak bertumpu pada sumber berbahasa Arab dan Indonesia. Rekaman ini menggambarkan eksemplar yang disimpan dalam koleksi pribadi KBA13 Academy dan dikatalogkan berdasarkan sampulnya. Eksemplar ini adalah edisi sampul lunak dengan gambar lengkung-lengkung Masjid Agung Kordoba di bagian atas dan lukisan pertempuran di bagian bawah, memuat pujian Reza Aslan dan keterangan pemenang Hadiah Pulitzer, serta menunjukkan bekas pemakaian pada punggung buku.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Extent
xxv + 473 hlm.
Koleksi
Buku

Cara mengutip

David Levering Lewis, “God's Crucible: Islam and the Making of Europe, 570-1215”, W. W. Norton & Company, New York, Lewis, David Levering. God's Crucible: Islam and the Making of Europe, 570-1215. New York: W. W. Norton, 2009., 2009. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2009-0004.