Politik Islam Hindia Belanda
LP3ES, Jakarta · 1996
Ringkasan
Kajian klasik H. Aqib Suminto tentang kebijakan pemerintah kolonial Hindia Belanda terhadap Islam, berasal dari disertasinya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan diterbitkan LP3ES. Buku ini menelusuri bagaimana Belanda membangun apa yang disebut "Islam Politiek": pemisahan antara Islam sebagai ibadah, yang dibiarkan bahkan difasilitasi, dan Islam sebagai kekuatan politik, yang diawasi dan ditekan. Peran sentral Christiaan Snouck Hurgronje dan lembaga Het Kantoor voor Inlandsche Zaken (Kantor Urusan Pribumi) diuraikan secara rinci, termasuk kebijakan tentang haji, pendidikan, peradilan agama, perkawinan, serta hubungan pemerintah dengan ulama dan penghulu. Dengan memanfaatkan arsip kolonial, Aqib Suminto menunjukkan bahwa kebijakan Islam di Hindia Belanda adalah strategi politik yang sistematis untuk menjaga stabilitas kekuasaan, dan warisannya membentuk relasi agama dan negara di Indonesia sesudah kemerdekaan. Edisi koleksi ini terbit 1996.
Cara mengutip
H. Aqib Suminto, “Politik Islam Hindia Belanda”, LP3ES, Jakarta, 1996. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-1996-0001.