Is Malaysia an Islamic State? Secularism and Theocracy: A Study of the Malaysian Constitution
Malaysian Strategic Research Centre dan Konrad Adenauer Foundation, Kuala Lumpur · 2002
Ringkasan
Buku suntingan Abdul Razak Baginda dan Peter Schier, jilid pertama seri MSRC-KAF Inter-Cultural Discourse yang diterbitkan Malaysian Strategic Research Centre bekerja sama dengan Konrad Adenauer Foundation. Buku ini lahir dari perdebatan publik sesudah Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyatakan pada 2001 bahwa Malaysia adalah sebuah negara Islam, pernyataan yang memicu polemik antara UMNO, PAS, dan kelompok masyarakat non-Muslim. Para kontributor, terdiri dari ahli hukum tata negara, ilmuwan politik, dan tokoh masyarakat, menimbang kembali kedudukan Islam sebagai agama Persekutuan menurut Pasal 3 Konstitusi Malaysia, makna kebebasan beragama, warisan konstitusi sekuler hasil kemerdekaan 1957, serta gagasan negara Islam versi PAS. Buku ini menjadi rujukan penting untuk memahami tarik-menarik antara sekularisme dan teokrasi dalam sistem politik dan hukum Malaysia, sekaligus relevan bagi kajian perbandingan relasi agama dan negara di dunia Melayu.
Cara mengutip
Abdul Razak Baginda (editor), Peter Schier (editor) (ed.), “Is Malaysia an Islamic State? Secularism and Theocracy: A Study of the Malaysian Constitution”, Malaysian Strategic Research Centre dan Konrad Adenauer Foundation, Kuala Lumpur, 2002. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2002-0003.
