Artikel majalah

Perlukah Kitab Vortaro? (Bahasa!, Tempo, 9 Mei 2010)

Tempo, Jakarta · Majalah Tempo, 9 Mei 2010, rubrik Bahasa!, hlm. 60 · 2010-05-09

Ringkasan

Tulisan wartawan Bambang Bujono di rubrik Bahasa! Tempo tentang pemakaian kata asing dalam bahasa Indonesia. Bertolak dari Kongres Bahasa Indonesia I di Solo, 1938, ketika Amir Sjarifuddin mengingatkan bahwa setiap bahasa akan menghadapi soal menyesuaikan kata dan paham asing, penulis menelusuri sejarah pemakaian bahasa Indonesia oleh kaum pergerakan, peran pers seperti Soeara Oemoem dalam memopulerkan kata "wartawan", hingga masa pendudukan Jepang. Ia mengangkat Kitab Vortaro, kamus kata-kata asing susunan Kwik Khing Djoen yang diterbitkan koran Sin Po pada awal 1920-an, merujuk kajian Jérôme Samuel, dan mengusulkan kamus sejenis sebagai pegangan praktis bagi wartawan dan pembaca umum.

Nomor inventaris
KBA-MJL-2010-0005
Jenis dokumen
Artikel majalah
Sumber terbitan
Tempo, Jakarta
Tanggal terbit
2010-05-09
Edisi dan halaman
Majalah Tempo, 9 Mei 2010, rubrik Bahasa!, hlm. 60
Penulis
Bambang Bujono
Klasifikasi LC
PL5076–5089 — Bahasa dan sastra Indonesia
Subjek LCSH
Indonesian language -- Foreign words and phrases
Kategori BISAC
LAN009000 LANGUAGE ARTS & DISCIPLINES / Linguistics / General
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Halaman 60 majalah Tempo, 9 Mei 2010, rubrik Bahasa!.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Majalah

Cara mengutip

Bambang Bujono, “Perlukah Kitab Vortaro? (Bahasa!, Tempo, 9 Mei 2010)”, Tempo, Jakarta, Majalah Tempo, 9 Mei 2010, rubrik Bahasa!, hlm. 60, 2010-05-09. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-MJL-2010-0005.