Kliping

Kekuatan Pengimbang

Kompas · 2014-09-13

Ringkasan

Artikel opini fisikawan L. Wilardjo di harian Kompas yang memakai analogi fisika tentang keseimbangan untuk membaca politik Indonesia pasca-Pilpres 2014. Penulis membedakan keseimbangan mantap (stabil) seperti ayunan yang selalu kembali ke posisinya, keseimbangan goyah (labil) seperti telur di ujung tanduk, dan keseimbangan tak-acuh, lalu dengan merujuk filsuf Belanda Herman Dooyeweerd menarik analogi dari segi ragam fisis ke segi ragam sosial-politik. Sistem sosial-politik akan seimbang-mantap jika titik berat perhatian pemerintah berada di lapisan bawah yang merupakan mayoritas rakyat; sebaliknya pemerintahan yang memanjakan elite dengan tax holiday dan insentif rawan tumbang melalui revolusi berdarah, seperti di Kuba, Filipina, Mesir, dan Suriah. Ia berharap Koalisi Merah Putih berperan sebagai kekuatan pengimbang dan oposisi loyal yang berjiwa nasionalis-patriotik, sebagaimana didambakan Nurcholish Madjid, sementara pemerintahan Jokowi-JK menaruh titik berat pada petani gurem, nelayan miskin, dan infrastruktur irigasi.

Nomor inventaris
KBA-KLP-2014-0018
Jenis dokumen
Kliping
Sumber terbitan
Kompas
Tanggal terbit
2014-09-13
Penulis
L. Wilardjo
Klasifikasi LC
JQ760–779 — Pemerintahan dan politik Indonesia
Subjek LCSH
Indonesia -- Politics and government -- 1998-
Kategori BISAC
POL054000 POLITICAL SCIENCE / World / Asian
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Kliping artikel opini harian Kompas, Sabtu, 13 September 2014.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Kliping

Cara mengutip

L. Wilardjo, “Kekuatan Pengimbang”, Kompas, 2014-09-13. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-KLP-2014-0018.