Islam Borjuis dan Islam Proletar: Konstruksi Baru Masyarakat Islam Indonesia
Galang Press, Yogyakarta · 2001
Ringkasan
Buku Nur Kholik Ridwan, intelektual muda Nahdlatul Ulama dari Yogyakarta, dengan pengantar Ulil Abshar-Abdalla, pendiri Jaringan Islam Liberal. Memakai pisau analisis kelas, penulis membedakan "Islam borjuis", yakni corak keberislaman kelas menengah-atas perkotaan yang dekat dengan kekuasaan, modal, dan simbol kesalehan formal, dari "Islam proletar", yakni keberislaman rakyat kecil, petani, buruh, dan santri desa yang terpinggirkan secara ekonomi dan politik. Ia mengkritik bagaimana wacana Islam di Indonesia, baik modernis maupun Islamis, kerap dimonopoli kepentingan kelas borjuis, lalu menawarkan konstruksi baru masyarakat Islam yang berpihak kepada kaum mustadh'afin melalui tafsir pembebasan, keadilan sosial, dan pembelaan terhadap kelompok tertindas. Terbit di tengah euforia reformasi, buku ini menjadi bagian dari gelombang pemikiran Islam progresif dan "Islam kiri" di kalangan muda NU awal 2000-an.
Cara mengutip
Nur Kholik Ridwan, Ulil Abshar-Abdalla (pengantar), “Islam Borjuis dan Islam Proletar: Konstruksi Baru Masyarakat Islam Indonesia”, Galang Press, Yogyakarta, 2001. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2001-0001.