Kliping

Perbankan Berorientasi Sosial

Kompas · 2014-10-11

Ringkasan

Artikel opini Dian Ediana Rae, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bandung, di harian Kompas yang memanfaatkan pembahasan perubahan Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 di DPR sebagai momentum menimbang ulang peran sosial perbankan. Bercermin pada konfrontasi pemerintah dan bank di Inggris pascakrisis 2008 (periode bank bashing dan kesepakatan Project Merlin) serta krisis keuangan Amerika Serikat akibat pengambilan risiko berlebihan, penulis menegaskan bahwa bank menyangkut kepentingan umum dan harus bergeser dari paradigma shareholder value ke tujuan masyarakat (community goals): pertumbuhan, lapangan kerja, stabilitas sosial, dan lingkungan. Ia mengkritik UU 10/1998 sebagai produk darurat krisis 1997–1998 yang justru menghapus kewajiban penyaluran kredit ke UMKM dan ekspor, lalu mendaftar persoalan yang harus diatur UU baru: arah sistem perbankan nasional, kepemilikan asing, peran BPR dan BPD, universal dan offshore banking, derivatif, shadow banking, pencucian uang, perlindungan konsumen, dan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan, serta tantangan tata kelola bank.

Nomor inventaris
KBA-KLP-2014-0005
Jenis dokumen
Kliping
Sumber terbitan
Kompas
Tanggal terbit
2014-10-11
Penulis
Dian Ediana Rae
Klasifikasi LC
HG — Keuangan dan perbankan
Subjek LCSH
Banks and banking Banks and banking -- Indonesia
Kategori BISAC
BUS004000 BUSINESS & ECONOMICS / Banks & Banking
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Kliping artikel opini harian Kompas, Sabtu, 11 Oktober 2014, ditempel pada kertas HVS.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Kliping

Cara mengutip

Dian Ediana Rae, “Perbankan Berorientasi Sosial”, Kompas, 2014-10-11. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-KLP-2014-0005.