Alat Pencolek Celak Mata dari Kuningan (Artefak Tradisi Bercelak)
Tanpa tahun
Ringkasan
Batang pencolek celak (aplikator kohl) dari kuningan, koleksi pribadi Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. Kepalanya berkerawang dengan lengkung menyerupai kubah dan pucuk, serta pita kecil yang tampak berukir tulisan, sedangkan batangnya ramping dengan pangkal berulir sebagai pegangan. Ujung batang yang tumpul dicelupkan ke wadah celak, lalu digoreskan perlahan di sepanjang garis kelopak mata bagian dalam. Tradisi bercelak sangat tua: masyarakat Mesir Kuno sudah memakai kohl ribuan tahun sebelum Masehi, untuk keindahan sekaligus melindungi mata dari terik matahari, debu, dan penyakit. Dalam Islam, bercelak dengan itsmid (batu antimon atau stibnit yang digiling halus) dikenal sebagai amalan yang dianjurkan, berdasarkan hadis yang menyebut itsmid menjernihkan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata, dan Nabi Muhammad disebut bercelak sebelum tidur. Dari Jazirah Arab, Persia, dan India, tradisi ini menyebar ke dunia Melayu bersama Islam; di Aceh dan Nusantara celak dipakai laki-laki dan perempuan, anak-anak, pengantin, serta menjelang salat Jumat dan hari raya. Batang celak (dalam bahasa Arab disebut mil atau mirwad) dibuat dari kayu, tulang, perak, atau kuningan, sering berpasangan dengan wadah celak berhias, dan menjadi barang pribadi yang diwariskan. Kini alat tradisional semacam ini makin jarang dipakai. Celak dijual dalam bentuk pensil, eyeliner cair, atau tabung berbatang praktis yang lebih higienis dan mudah dibawa, sementara kosmetik mata modern menawarkan beragam warna dan daya tahan. Lembaga kesehatan seperti FDA juga memperingatkan bahwa sebagian celak tradisional mengandung timbal sehingga konsumen beralih ke produk bersertifikat. Meski demikian, celak itsmid tetap dijual di toko perlengkapan ibadah dan dipakai sebagian Muslim sebagai sunnah. Artefak ini merekam perpaduan estetika, kesehatan, dan kesalehan dalam budaya Islam Aceh dan Melayu.
Cara mengutip
“Alat Pencolek Celak Mata dari Kuningan (Artefak Tradisi Bercelak)”. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-DOK-TT-0004.