Paramadina, Jakarta · Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Jakarta: Paramadina bekerja sama dengan Jurnal Ulumul Qur'an, 1996, sekitar 762 hlm., ISBN belum ditemukan (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar) · Tanpa tahun
Ringkasan
Karya ekonom dan cendekiawan Muslim M. Dawam Rahardjo ini merupakan tafsir tematik yang disusun berdasarkan konsep-konsep kunci Al-Qur'an, bukan urutan surat dan ayat. Berasal dari rubrik ensiklopedi di Jurnal Ulumul Qur'an, buku terbitan Paramadina ini membahas sekitar dua puluh tujuh konsep, antara lain fitrah, hanif, din, takwa, amanah, rahmah, riba, dan amar ma'ruf nahi munkar. Setiap entri menelusuri pemakaian istilah dalam berbagai ayat, merujuk mufasir klasik dan modern, lalu mengaitkannya dengan persoalan sosial, ekonomi, dan politik masa kini. Pendekatan tafsir sosial ini lahir dari gerakan pembaruan pemikiran Islam Indonesia dan banyak dikaji di perguruan tinggi keagamaan Islam. Sampul eksemplar berlatar geometris gelap dengan panel arabes hijau-kuning, dibungkus plastik pelindung, berlabel perpustakaan merah muda pada punggung, dan menunjukkan keausan pada tepi.
- Nomor inventaris
-
KBA-BKU-TT-0019
- Jenis dokumen
-
Buku
- Sumber terbitan
-
Paramadina, Jakarta
- Tanggal terbit
-
Tanpa tahun
- Edisi dan halaman
-
Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Jakarta: Paramadina bekerja sama dengan Jurnal Ulumul Qur'an, 1996, sekitar 762 hlm., ISBN belum ditemukan (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar)
- Penulis
-
M. Dawam Rahardjo
- Klasifikasi LC
-
BP130–137 — Al-Qur'an dan tafsir
- Subjek LCSH
-
Koran -- Criticism, interpretation, etc.
Koran -- Encyclopedias
Islam -- Social aspects -- Indonesia
- Kategori BISAC
-
REL041000 RELIGION / Islam / Koran & Sacred Writings
- Bahasa
-
Indonesia
- Keterangan
-
Ensiklopedi Al-Qur'an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kunci karya M. Dawam Rahardjo merupakan salah satu karya tafsir tematik paling berpengaruh yang lahir dari lingkungan cendekiawan Muslim Indonesia pada dekade 1990-an. Buku ini diterbitkan oleh Paramadina, lembaga kajian keislaman yang didirikan Nurcholish Madjid dan kawan-kawan di Jakarta. Sampul eksemplar ini menampilkan latar gelap berpola geometris dengan bidang-bidang segitiga dan belah ketupat berwarna kelabu, biru tua, dan merah marun, menyerupai susunan kain perca atau ubin. Kata "ENSIKLOPEDI" ditulis dengan huruf kapital berjarak lebar, disusul kata "Al-Qur'ân" berukuran sangat besar dalam huruf berkait berwarna putih dengan tanda sirkumfleks di atas huruf a. Anak judul "Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kunci" ditulis dengan huruf berwarna kuning keemasan. Bagian tengah sampul diisi panel persegi bermotif arabes, berupa sulur dan daun berwarna hijau dan kuning yang mengelilingi pola bintang geometris dengan pusat berwarna kuning pucat. Logo dan nama Paramadina terletak di pojok kanan atas, sedangkan nama penulis tercetak sebagai "Prof. M. Dawam Rahardjo" di bagian bawah.
M. Dawam Rahardjo lahir di Surakarta pada 20 April 1942 dan wafat di Jakarta pada 2018. Ia menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Gadjah Mada dan sempat mengikuti program pertukaran pelajar di Amerika Serikat semasa sekolah menengah. Dawam dikenal sebagai ekonom, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan cendekiawan Muslim. Ia lama aktif di Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), memimpin majalah Prisma, mendirikan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), dan menjadi penggerak Jurnal Ulumul Qur'an. Ia juga pernah menjadi guru besar ekonomi pembangunan di Universitas Muhammadiyah Malang, rektor Universitas 45 Bekasi, serta aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia dan Muhammadiyah. Pada masa-masa akhir hidupnya, ia dikenal sebagai pembela kebebasan beragama dan hak kelompok minoritas keagamaan, sikap yang membuatnya sering berada di tengah kontroversi.
Buku ini berasal dari rangkaian tulisan Dawam dalam rubrik ensiklopedi Al-Qur'an di Jurnal Ulumul Qur'an sejak akhir 1980-an. Tulisan-tulisan itu kemudian dihimpun dan disunting menjadi satu jilid tebal. Berbeda dengan tafsir klasik yang mengikuti urutan surat dan ayat, buku ini disusun berdasarkan konsep-konsep kunci Al-Qur'an. Sejumlah kajian menyebut ada sekitar dua puluh tujuh konsep yang dibahas, antara lain fitrah, hanif, Ibrahim, din, Islam, takwa, 'abd, amanah, rahmah, riba, dan amar ma'ruf nahi munkar. Setiap entri diuraikan dengan menelusuri pemakaian istilah dalam berbagai ayat, merujuk tafsir para mufasir klasik dan modern, lalu menghubungkannya dengan persoalan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat modern.
Pendekatan yang dipakai Dawam dapat disebut tafsir sosial tematik. Ia tidak berhenti pada penjelasan kebahasaan atau hukum, tetapi menanyakan makna sosial dari konsep-konsep Al-Qur'an. Konsep amanah, misalnya, dihubungkan dengan tanggung jawab manusia sebagai khalifah dan dengan etika kekuasaan, sementara pembahasan riba dikaitkan dengan perdebatan ekonomi modern tentang bunga bank. Sejumlah peneliti mencatat bahwa Dawam cenderung membaca riba secara kontekstual sehingga tidak serta-merta menyamakannya dengan semua bentuk bunga bank, sebuah posisi yang berbeda dari arus utama gerakan ekonomi syariah. Dalam membangun tafsirnya, Dawam merujuk mufasir seperti Hamka dan para pemikir seperti Fazlur Rahman, tetapi juga meminjam gagasan dari ilmu sosial Barat, termasuk sosiologi dan psikologi, sehingga buku ini memperlihatkan dialog antara teks suci dan ilmu-ilmu modern.
Dalam konteks sejarah intelektual Indonesia, buku ini lahir dari gerakan pembaruan pemikiran Islam yang berkembang sejak 1970-an bersama Nurcholish Madjid, Djohan Effendi, Ahmad Wahib, dan kalangan muda Himpunan Mahasiswa Islam. Jurnal Ulumul Qur'an pada akhir 1980-an dan 1990-an menjadi salah satu ruang terpenting bagi perdebatan tentang Islam, kemodernan, dan keindonesiaan. Ensiklopedi Al-Qur'an dapat dibaca sebagai upaya membumikan Al-Qur'an dalam persoalan pembangunan, keadilan sosial, dan etika publik, sejalan dengan perhatian Dawam sebagai ekonom pembangunan. Karya ini juga sering dibandingkan dengan Wawasan Al-Qur'an karya M. Quraish Shihab yang terbit pada periode yang sama dan juga memakai pendekatan tematik, meskipun dengan corak yang lebih dekat pada tradisi tafsir.
Data bibliografis yang tersedia dalam berbagai rujukan akademik menunjukkan bahwa edisi pertama buku ini terbit di Jakarta oleh Paramadina, bekerja sama dengan Jurnal Ulumul Qur'an, pada 1996, dengan tebal sekitar 762 halaman menurut sejumlah ulasan. Rujukan lain mencatat edisi atau cetakan berikutnya pada 2002, juga oleh Paramadina. ISBN edisi pertama belum dapat dipastikan dari katalog yang diperiksa. Data cetakan, tahun, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar yang difoto masih perlu dicocokkan dengan halaman hak cipta.
Bagi kajian studi Islam di Indonesia, buku ini memiliki nilai penting dalam beberapa hal. Pertama, ia merupakan contoh awal tafsir tematik berbahasa Indonesia yang ditulis oleh seorang ilmuwan sosial, bukan oleh ulama tafsir dalam pengertian tradisional, sehingga memperlihatkan perluasan otoritas penafsiran di kalangan cendekiawan Muslim. Kedua, buku ini telah menjadi objek banyak skripsi, tesis, dan artikel jurnal di perguruan tinggi keagamaan Islam yang mengkaji metode, corak, dan hermeneutikanya. Ketiga, bagi kajian hukum dan ekonomi Islam, pembahasan tentang riba, zakat, dan keadilan sosial memberikan bahan perbandingan antara tafsir sosial dan pemikiran fikih. Bagi perguruan tinggi di Aceh, tempat syariat Islam diterapkan secara formal, buku ini dapat dipakai untuk mendiskusikan ketegangan antara pendekatan normatif-legal dan pendekatan sosial-kontekstual dalam memahami Al-Qur'an. Para pengajar dapat memakai satu atau dua entri, misalnya tentang amanah atau keadilan, sebagai bahan diskusi kelas untuk melatih mahasiswa membandingkan tafsir tematik dengan tafsir tahlili, sekaligus menilai bagaimana konsep Al-Qur'an diterjemahkan ke dalam bahasa kebijakan publik dan etika sosial. Bagi antropologi agama, buku ini juga merupakan dokumen penting tentang cara kelas menengah Muslim terdidik di Indonesia pada era Orde Baru membaca kitab suci dalam bahasa ilmu sosial.
Sebagai catatan kritis, sebagian pengkaji menilai bahwa tafsir sosial Dawam kadang lebih didorong oleh kerangka ilmu sosial modern daripada oleh analisis kebahasaan dan kaidah tafsir yang ketat. Pemilihan konsep yang dibahas juga mencerminkan minat pribadi penulis, sehingga buku ini tidak dapat dianggap sebagai ensiklopedi yang lengkap dalam pengertian rujukan menyeluruh. Penggunaan kata "ensiklopedi" lebih tepat dipahami sebagai bentuk penyajian berdasarkan entri konsep. Meski demikian, keberanian Dawam mempertemukan teks suci dengan persoalan pembangunan dan keadilan sosial menjadikan buku ini tetap relevan dan banyak dirujuk, baik oleh pengkaji tafsir maupun oleh peminat pemikiran sosial Islam di Indonesia.
Dari sisi dokumentasi koleksi, eksemplar ini dibungkus plastik pelindung yang tampak berkerut dan memantulkan cahaya di beberapa bagian. Tepi sampul memperlihatkan keausan, dan punggung buku di sisi kiri tampak gelap serta aus. Label perpustakaan berwarna merah muda menempel pada punggung buku di sisi kiri bagian bawah. Keterangan ini merupakan pengantar kuratorial berdasarkan sampul dan informasi katalog, bukan ringkasan seluruh isi buku.
Subjek penelusuran yang sesuai meliputi tafsir Al-Qur'an, tafsir tematik, tafsir sosial, konsep-konsep kunci Al-Qur'an, pemikiran Islam Indonesia, M. Dawam Rahardjo, Paramadina, dan Jurnal Ulumul Qur'an. Untuk keperluan kutipan, rujukan sebaiknya menyebut nama penulis, judul lengkap, penerbit, tahun, dan halaman yang dibaca langsung pada eksemplar.
- Status hak cipta
-
Koleksi pribadi KBA13 Academy