Buku

Guanxi and Business Strategy: Theory and Implications for Multinational Companies in China

Physica-Verlag, Heidelberg · Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Heidelberg: Physica-Verlag, 2007, xix + 226 hlm., ISBN 978-3-7908-1955-7 (seri Contributions to Management Science) (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar) · Tanpa tahun

Ringkasan

Monograf dalam seri Contributions to Management Science ini membahas guanxi, jaringan hubungan pribadi dalam masyarakat Tiongkok, dan implikasinya bagi strategi perusahaan multinasional. Eike A. Langenberg, praktisi yang berafiliasi dengan Siemens Ltd. China, menolak penjelasan yang semata mengaitkan guanxi dengan warisan Konfusianisme. Dengan perangkat sosiologi ekonomi baru, ia menjelaskan bertahannya guanxi sebagai respons terhadap kondisi kelembagaan, seperti lemahnya kepastian hukum dan besarnya peran birokrasi. Buku ini menguraikan sistem guanxi, merumuskan strategi bisnis berbasis hubungan dengan pemasok, pelanggan, pesaing, dan pejabat pemerintah, lalu menimbang strategi tersebut dari sudut hukum dan etika karena risikonya bersinggungan dengan korupsi. Bagian penutup juga mengingatkan pembaca tentang batas antara hubungan baik dan praktik koruptif. Karya ini relevan bagi kajian antropologi ekonomi, modal sosial, jaringan bisnis Tionghoa di Asia Tenggara, serta pembacaan atas investasi Tiongkok di Indonesia.

Nomor inventaris
KBA-BKU-TT-0024
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
Physica-Verlag, Heidelberg
Tanggal terbit
Tanpa tahun
Edisi dan halaman
Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Heidelberg: Physica-Verlag, 2007, xix + 226 hlm., ISBN 978-3-7908-1955-7 (seri Contributions to Management Science) (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar)
Penulis
Eike A. Langenberg
Klasifikasi LC
HD — Ekonomi industri, pertanian, dan tenaga kerja
Subjek LCSH
Business networks -- China International business enterprises -- China -- Management Strategic planning -- China Interpersonal relations -- China
Kategori BISAC
BUS063000 BUSINESS & ECONOMICS / Strategic Planning
Bahasa
Inggris
Keterangan
Guanxi and Business Strategy: Theory and Implications for Multinational Companies in China karya Eike A. Langenberg adalah monograf berbahasa Inggris tentang peran jaringan hubungan pribadi, yang dalam bahasa Tionghoa disebut guanxi, dalam strategi bisnis perusahaan multinasional di Tiongkok. Sampul eksemplar ini terbagi menjadi dua bidang warna yang kontras. Sepertiga bagian atas berupa gambar abstrak bernuansa biru tua, hitam, dan putih yang menyerupai deretan karakter atau kode yang tersusun dalam kolom-kolom tegak, dengan tulisan nama seri CONTRIBUTIONS TO MANAGEMENT SCIENCE di sudut kiri atas dan nama penulis di bagian bawah bidang biru itu. Dua pertiga bagian bawah berwarna merah terang, memuat judul utama berhuruf putih tebal dan anak judul berhuruf serif hitam. Logo Physica-Verlag berbentuk huruf P yang distilisasi beserta tulisan A Springer Company tercetak di kiri bawah. Rancangan seperti ini merupakan ciri khas seri monograf Physica-Verlag pada dasawarsa 2000-an. Eike A. Langenberg adalah praktisi bisnis yang, menurut halaman penerbit, berafiliasi dengan Siemens Ltd. China pada saat buku ini terbit. Latar belakang ini penting, karena buku tersebut ditulis oleh seseorang yang memadukan kerangka teoretis akademik dengan pengalaman langsung di lingkungan korporasi multinasional di Tiongkok. Seri Contributions to Management Science sendiri banyak memuat hasil penelitian doktoral dari universitas-universitas Jerman dan Eropa, sehingga besar kemungkinan buku ini juga berasal dari disertasi, meskipun hal itu masih perlu dipastikan pada kata pengantar atau halaman awal eksemplar. Argumen pokok buku ini berangkat dari pertanyaan mengapa guanxi tetap bertahan, bahkan semakin penting, di tengah transisi Tiongkok menuju ekonomi pasar. Penjelasan yang lazim mengaitkan guanxi dengan warisan Konfusianisme, yakni nilai-nilai budaya tentang keluarga, kesetiaan, dan hubungan timbal balik. Langenberg tidak puas dengan penjelasan kultural semacam itu. Ia memakai perangkat analisis sosiologi ekonomi baru, sebuah aliran yang menekankan bahwa tindakan ekonomi selalu tertanam dalam jaringan sosial, untuk menjelaskan guanxi sebagai respons rasional terhadap kondisi kelembagaan tertentu, misalnya lemahnya kepastian hukum, besarnya peran birokrasi dalam alokasi sumber daya, dan tingginya ketidakpastian dalam transaksi. Dengan cara ini guanxi dipahami bukan sebagai sisa budaya tradisional, melainkan sebagai mekanisme sosial yang terus diproduksi oleh struktur ekonomi dan politik kontemporer. Berdasarkan kerangka itu, buku ini menawarkan analisis tentang bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan hubungan guanxi dengan pemasok, pelanggan, pesaing, dan pejabat pemerintah untuk meraih keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Susunan buku menurut daftar isi penerbit terdiri atas pendahuluan, uraian panjang tentang sistem guanxi, pembahasan strategi bisnis berbasis guanxi, lalu bagian diskusi. Bagian tentang sistem guanxi merupakan bagian terpanjang, menunjukkan bahwa penulis memberi perhatian besar pada fondasi konseptual sebelum masuk ke implikasi praktis. Pada bagian diskusi, penulis menimbang strategi-strategi itu dari sudut hukum dan etika, karena praktik guanxi dapat bersinggungan dengan suap, konflik kepentingan, dan pelanggaran aturan antikorupsi, termasuk aturan di negara asal perusahaan multinasional. Konteks terbitnya buku ini juga patut diperhatikan. Pada pertengahan dasawarsa 2000-an, setelah Tiongkok bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia pada 2001, arus investasi asing ke negeri itu meningkat tajam. Banyak perusahaan Eropa dan Amerika membutuhkan pemahaman tentang lingkungan bisnis Tiongkok yang berbeda dari pasar asal mereka. Literatur tentang guanxi berkembang pesat dalam bidang manajemen internasional, pemasaran, dan sosiologi, dengan rujukan penting seperti karya Mayfair Mei-hui Yang tentang ekonomi hadiah dan hubungan pribadi, serta kajian Thomas Gold, Doug Guthrie, dan David Wank tentang apakah guanxi akan memudar seiring modernisasi kelembagaan. Buku Langenberg dapat dibaca sebagai upaya menjembatani perdebatan akademik itu dengan kebutuhan praktis para manajer. Bagi kajian di Indonesia dan Asia Tenggara, buku ini memiliki relevansi yang lebih luas daripada judulnya. Konsep jaringan hubungan pribadi dalam bisnis tidak hanya berlaku di Tiongkok, tetapi juga dalam komunitas Tionghoa perantauan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, yang telah lama diteliti oleh sejarawan dan antropolog. Selain itu, praktik serupa dikenal di Indonesia dengan istilah koneksi, orang dalam, atau relasi, yang sering berkaitan dengan akses terhadap izin usaha, proyek pemerintah, dan perlindungan politik. Dalam antropologi ekonomi, buku ini dapat dipakai sebagai bahan diskusi tentang keterlekatan ekonomi dalam relasi sosial, ekonomi hadiah, kepercayaan, dan modal sosial, sekaligus perbandingan dengan konsep-konsep seperti patron-klien yang banyak dipakai untuk membaca masyarakat Asia Tenggara. Bagi pembaca di Aceh, relevansinya dapat ditemukan dalam meningkatnya keterlibatan investasi Tiongkok di Indonesia, termasuk melalui proyek-proyek infrastruktur dan industri dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan. Memahami logika jaringan dalam bisnis Tiongkok membantu pengambil kebijakan, akademisi, dan pelaku usaha lokal menilai peluang serta risiko kerja sama ekonomi. Dari sudut studi Islam dan etika bisnis, pembahasan buku ini tentang batas antara hubungan baik dan praktik koruptif juga dapat dibandingkan dengan prinsip-prinsip muamalah tentang kejujuran, larangan risywah, dan keadilan dalam transaksi. Sebagai catatan kritis, pendekatan yang menempatkan guanxi sebagai sumber keunggulan bersaing berisiko menormalkan praktik yang dalam konteks tertentu dekat dengan nepotisme dan korupsi, meskipun penulis secara sadar memasukkan pertimbangan hukum dan etika. Selain itu, karena ditulis pada 2007, buku ini belum mencerminkan perubahan besar sesudahnya, terutama kampanye antikorupsi besar-besaran di Tiongkok sejak 2012 yang mengubah cara pejabat dan pengusaha berinteraksi, serta digitalisasi ekonomi yang menggeser sebagian fungsi jaringan pribadi ke platform daring. Pembaca juga perlu mengingat bahwa perspektif buku ini terutama adalah perspektif perusahaan multinasional asing, sehingga pengalaman pengusaha kecil dan pekerja Tiongkok tidak menjadi fokus utama. Meskipun demikian, buku ini tetap bermanfaat sebagai contoh penerapan teori sosiologi ekonomi pada persoalan manajemen strategis. Bagi mahasiswa pascasarjana, buku ini memperlihatkan bagaimana sebuah fenomena budaya dapat dianalisis secara struktural tanpa mengabaikan dimensi normatifnya. Bagi dosen antropologi ekonomi dan industri, beberapa bagian buku dapat dijadikan bahan bacaan untuk membahas hubungan antara institusi formal, jaringan informal, dan strategi perusahaan. Data terbitan pembanding menurut katalog perpustakaan, antara lain katalog Joyner Library East Carolina University dan halaman Springer, menyebut buku ini terbit di Heidelberg oleh Physica-Verlag pada 2007 dalam seri Contributions to Management Science, setebal xix dan 226 halaman dengan ilustrasi, berukuran 24 sentimeter. ISBN edisi sampul lunaknya tercatat 978-3-7908-1955-7, sedangkan versi elektroniknya memakai ISBN 978-3-7908-1956-4. Nomor panggil Library of Congress yang tercatat di katalog tersebut adalah HD6957.C6 L36 2007. Data tahun, cetakan, dan ISBN eksemplar yang difoto masih perlu dicocokkan dengan halaman hak cipta. Kondisi fisik eksemplar menunjukkan sampul lunak yang telah dipakai, dengan punggung sedikit melengkung, tepi yang mulai aus, serta beberapa bintik dan goresan kecil pada bidang merah. Di sisi kiri bawah terdapat label perpustakaan berwarna biru dan putih dengan sisa tulisan yang sebagian terpotong, menandakan bahwa buku ini pernah menjadi bagian dari koleksi perpustakaan institusi. Keterangan ini merupakan pengantar kuratorial berdasarkan sampul dan informasi katalog, bukan ringkasan seluruh isi buku. Subjek penelusuran yang sesuai meliputi guanxi, jaringan bisnis Tiongkok, strategi perusahaan multinasional, manajemen internasional, sosiologi ekonomi, modal sosial, etika bisnis, dan investasi asing di Tiongkok. Untuk keperluan kutipan, rujukan sebaiknya menyebut nama penulis, judul lengkap beserta anak judul, seri, penerbit, tahun, dan halaman yang dibaca langsung pada eksemplar.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Buku

Cara mengutip

Eike A. Langenberg, “Guanxi and Business Strategy: Theory and Implications for Multinational Companies in China”, Physica-Verlag, Heidelberg, Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Heidelberg: Physica-Verlag, 2007, xix + 226 hlm., ISBN 978-3-7908-1955-7 (seri Contributions to Management Science) (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar). Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-0024.