Muslim Academic Trust, Cambridge · Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Cambridge: Muslim Academic Trust, 2011, cetakan pertama, xx + 90 hlm., 20 cm, ISBN 978-1-902350-07-3 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar) · Tanpa tahun
Ringkasan
Buku sumber untuk paroki dan masjid yang memuat teks lengkap surat terbuka A Common Word Between Us and You, dokumen tahun 2007 yang ditandatangani 138 ulama dan cendekiawan Muslim dan ditujukan kepada para pemimpin gereja sedunia. Menurut katalog, buku ini disunting Lejla Demiri dan diterbitkan Muslim Academic Trust di Cambridge pada 2011, berisi pengantar penyunting, teks surat dalam tiga bagian, daftar penanda tangan, serta esai reflektif David Burrell dan Abdal Hakim Murad. Surat itu menegaskan bahwa cinta kepada Tuhan Yang Esa dan cinta kepada sesama merupakan landasan bersama Islam dan Kristen, dengan merujuk Al-Qur'an, hadis, dan Injil. Formatnya yang ringkas dirancang untuk diskusi lintas iman di tingkat jemaat. Buku ini relevan bagi kajian hubungan antaragama, studi Islam, pendidikan perbandingan agama, dan diskusi kerukunan di Indonesia, termasuk Aceh. Data eksemplar masih perlu dicocokkan dengan halaman hak cipta.
Nomor inventaris
KBA-BKU-TT-0033
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
Muslim Academic Trust, Cambridge
Tanggal terbit
Tanpa tahun
Edisi dan halaman
Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Cambridge: Muslim Academic Trust, 2011, cetakan pertama, xx + 90 hlm., 20 cm, ISBN 978-1-902350-07-3 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar)
Islam -- Relations -- ChristianityChristianity and other religions -- IslamCommon word between us and you
Kategori BISAC
REL017000 RELIGION / Comparative Religion
Bahasa
Inggris
Keterangan
Eksemplar ini adalah sebuah buku tipis bersampul lunak berwarna biru lembut dengan format memanjang, sedikit lebih ramping daripada buku saku biasa. Bagian tengah atas sampul dihiasi kaligrafi Arab berwarna emas yang berbunyi kalimat sawa', ungkapan Al-Qur'an yang berarti kalimat yang sama atau titik temu. Di bawah kaligrafi itu tertulis judul A Common Word dalam huruf kapital bergaya klasik berwarna emas, lalu anak judul Text and Reflections dalam huruf miring putih bergaya kaligrafis. Sebuah ornamen kecil berwarna emas memisahkan judul dari keterangan di bawahnya, A Resource for Parishes and Mosques, yang dicetak dalam huruf kapital kecil. Sampul depan tidak mencantumkan nama penyunting maupun penerbit, sehingga identitas bibliografis buku ini harus ditelusuri melalui halaman judul dan katalog.
Buku ini berpusat pada dokumen A Common Word Between Us and You, sebuah surat terbuka yang dikeluarkan pada Oktober 2007 dan ditandatangani oleh 138 ulama, cendekiawan, dan tokoh Muslim dari berbagai negara dan mazhab. Surat itu ditujukan kepada para pemimpin gereja di seluruh dunia, termasuk Paus Benediktus XVI, para patriark Ortodoks, Uskup Agung Canterbury, dan pimpinan gereja-gereja Protestan. Prakarsa ini lahir dalam suasana ketegangan sesudah pidato Paus di Regensburg pada 2006, dan dikembangkan melalui lembaga yang berpusat di Yordania, Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought. Gagasan pokok surat tersebut sederhana tetapi berbobot teologis, yakni bahwa Islam dan Kristen sama-sama berdiri di atas dua perintah utama, cinta kepada Tuhan Yang Esa dan cinta kepada sesama. Dengan mengutip Al-Qur'an, hadis, serta Injil, khususnya bagian Injil Markus tentang hukum yang terutama, surat itu mengajak kedua komunitas iman untuk menjadikan kesamaan tersebut sebagai landasan perdamaian, mengingat umat Kristen dan Muslim bersama-sama mencakup lebih dari separuh penduduk dunia.
Data katalog yang dapat ditemukan menunjukkan bahwa buku sumber berjudul A Common Word: Text and Reflections ini disunting oleh Lejla Demiri dan diterbitkan oleh Muslim Academic Trust di Cambridge pada 2011. Katalog perpustakaan Jerman mencatat edisi pertama tersebut setebal xx dan 90 halaman dengan tinggi 20 sentimeter dan ISBN 978-1-902350-07-3, sedangkan sebuah toko buku daring menyebut jumlah 112 halaman, kemungkinan karena menghitung seluruh halaman termasuk bagian awal. Isinya menurut catatan katalog terdiri atas kata pengantar penyunting, teks lengkap surat terbuka dalam tiga bagian, yaitu cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama, dan ajakan menuju kalimat yang sama, daftar penanda tangan, serta dua esai reflektif. Esai pertama ditulis oleh David Burrell, teolog Katolik dan pengkaji filsafat abad pertengahan, sedangkan esai kedua ditulis oleh Abdal Hakim Murad, cendekiawan Muslim Inggris dari Cambridge. Dugaan awal bahwa buku ini diterbitkan oleh Lambeth Palace atau Gereja Inggris tidak didukung oleh katalog yang diperiksa, meskipun keterlibatan pihak gereja dalam penyebarannya tidak mustahil. Data eksemplar masih perlu dicocokkan dengan halaman hak cipta.
Lejla Demiri adalah sarjana teologi Islam yang meraih gelar doktor di Universitas Cambridge dan kemudian mengajar doktrin Islam di Universitas Tübingen, Jerman. Minat kajiannya meliputi tafsir, teologi Islam klasik, pluralisme agama, dan hubungan Muslim-Kristen, sehingga perannya sebagai penyunting sejalan dengan bidang keahliannya. Penerbit Muslim Academic Trust sendiri merupakan lembaga penerbitan kecil yang berbasis di Cambridge dan dikenal menerbitkan karya-karya pemikiran Islam tradisional dalam bahasa Inggris.
Penekanan pada paroki dan masjid dalam anak judul menunjukkan tujuan praktis buku ini. Buku ini tidak dimaksudkan semata-mata sebagai bacaan akademik, melainkan sebagai bahan diskusi di tingkat jemaat, tempat perjumpaan Muslim dan Kristen berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Format yang ringkas, teks surat yang lengkap, dan esai-esai yang relatif pendek memudahkan penggunaannya dalam kelompok belajar lintas iman, pertemuan warga, atau kegiatan pendidikan di lembaga keagamaan. Pendekatan seperti ini mencerminkan kecenderungan dialog antaragama di Inggris pada akhir 2000-an dan awal 2010-an, ketika berbagai inisiatif berusaha membawa hasil pertemuan tingkat tinggi para pemimpin agama ke tingkat akar rumput.
Dalam sejarah dialog Muslim-Kristen, surat A Common Word sering dinilai sebagai salah satu prakarsa terpenting pada awal abad ke-21. Prakarsa ini menghasilkan tanggapan resmi dari banyak pemimpin gereja, sebuah tanggapan panjang dari para teolog Universitas Yale, serta serangkaian pertemuan, antara lain forum Katolik-Muslim di Vatikan dan konferensi di Cambridge dan Yale. Keistimewaannya terletak pada upaya mencari dasar dialog dari dalam teks suci masing-masing agama, bukan sekadar dari kepentingan politik atau toleransi sosial. Bagi studi Islam, dokumen ini juga menarik karena memperlihatkan konsensus lintas mazhab, mencakup tokoh Sunni dan Syiah serta kalangan tasawuf, dalam merumuskan sikap teologis terhadap umat agama lain.
Relevansi buku ini bagi pembaca Indonesia cukup besar. Sejumlah tokoh Muslim Indonesia tercatat sebagai penanda tangan surat tersebut, dan dokumen ini kerap dirujuk dalam diskusi tentang kerukunan umat beragama, pendidikan agama, dan diplomasi keagamaan. Indonesia sendiri memiliki pengalaman panjang dengan hubungan Muslim-Kristen, baik yang harmonis maupun yang diwarnai konflik, seperti di Maluku dan Poso pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Bagi Aceh, tempat syariat Islam diterapkan secara formal dan komunitas Kristen hidup sebagai minoritas, gagasan tentang titik temu teologis dapat menjadi bahan refleksi bagi kajian tentang hubungan mayoritas dan minoritas, sekaligus bagi pendidikan tinggi Islam yang mengajarkan perbandingan agama.
Sebagai catatan kritis, prakarsa A Common Word juga mendapat tanggapan beragam. Sebagian pengamat Kristen menilai bahwa penekanan pada cinta kepada Tuhan dan sesama berisiko menutupi perbedaan teologis mendasar, misalnya tentang Trinitas dan kedudukan Yesus. Sebagian kalangan Muslim mempertanyakan apakah surat itu cukup mewakili keragaman pandangan umat. Pengamat lain menyoroti bahwa dialog di tingkat elite belum tentu berpengaruh pada ketegangan di lapangan, yang sering kali berakar pada persoalan politik, ekonomi, dan identitas. Buku sumber seperti ini, dengan fokus pada jemaat, dapat dibaca sebagai upaya menjawab kritik tersebut, walaupun keberhasilannya tetap bergantung pada cara bahan ini dipakai dalam praktik.
Nilai lain buku ini terletak pada kedua esai pendampingnya, yang mewakili dua tradisi berbeda tetapi saling menyapa. Sumbangan seorang teolog Katolik yang lama menekuni pemikiran Thomas Aquinas, Ibn Sina, dan al-Ghazali memperlihatkan bahwa titik temu tidak harus dicari dengan mengaburkan perbedaan, melainkan dengan menelusuri sumber-sumber filsafat dan teologi yang pernah dimiliki bersama pada abad pertengahan. Sementara itu, sumbangan seorang cendekiawan Muslim Inggris yang akrab dengan tradisi Sunni klasik dan tasawuf menegaskan martabat manusia serta sikap saling menghormati sebagai buah dari iman, bukan sekadar strategi hidup berdampingan. Kehadiran kedua suara ini menjadikan buku tipis ini lebih dari sekadar reproduksi dokumen, karena pembaca diajak melihat bagaimana surat tersebut ditafsirkan dan dikembangkan dari dua sisi. Bagi pengajar mata kuliah studi agama-agama, susunan semacam ini dapat dipakai sebagai contoh bahan ajar yang menggabungkan teks primer dan refleksi sekunder dalam satu jilid.
Dari sisi kondisi fisik, eksemplar ini masih relatif utuh. Sampul biru tampak sedikit pudar dan bernoda ringan di beberapa titik, dengan pantulan cahaya yang memperlihatkan permukaan agak mengilap. Pada sisi kiri bawah sampul depan, dekat punggung, menempel label perpustakaan berwarna putih dan biru tua dengan nomor panggil yang sebagian tertutup atau terpotong dalam foto, sehingga tidak dapat dibaca utuh. Keterangan ini disusun sebagai pengantar kuratorial berdasarkan sampul dan informasi katalog, bukan ringkasan menyeluruh atas isi buku.
Subjek penelusuran yang sesuai meliputi A Common Word Between Us and You, dialog Muslim-Kristen, hubungan antaragama, teologi cinta kepada Tuhan dan sesama, pluralisme agama, Royal Aal al-Bayt Institute, dan pendidikan lintas iman. Untuk keperluan kutipan, rujukan sebaiknya menyebut nama penyunting, judul lengkap, penerbit, tahun, dan halaman yang dibaca langsung pada eksemplar.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Contributor
Lejla Demiri (penyunting)David B. Burrell (kontributor)Abdal Hakim Murad (kontributor)
Lejla Demiri (penyunting), David B. Burrell (kontributor), Abdal Hakim Murad (kontributor) (ed.), “A Common Word: Text and Reflections — A Resource for Parishes and Mosques”, Muslim Academic Trust, Cambridge, Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Cambridge: Muslim Academic Trust, 2011, cetakan pertama, xx + 90 hlm., 20 cm, ISBN 978-1-902350-07-3 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar). Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-0033.