Padebooks, Banda Aceh · Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Banda Aceh: Padebooks, 2017, 204 hlm., 21 cm, ISBN 978-602-60562-3-8 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar) · Tanpa tahun
Ringkasan
Kajian filsafat tasawuf karya Ramli Cibro tentang dimensi nilai dalam ajaran makrifat Hamzah Fansuri, sufi dan penyair Melayu abad ke-16, terbitan Padebooks, Banda Aceh. Berbeda dari banyak kajian sebelumnya yang berpusat pada ontologi wujudiyah dan kontroversi tuduhan panteisme oleh Nuruddin ar-Raniri, buku ini mengajukan pertanyaan aksiologis: nilai etis dan estetis apa yang lahir dari pengalaman makrifat, dan bagaimana pengetahuan tentang Tuhan membentuk sikap moral serta perilaku sosial seorang salik. Ditempatkan dalam tradisi kajian Hamzah Fansuri sejak al-Attas, Drewes dan Brakel, hingga Abdul Hadi W.M., buku ini memperlihatkan pembacaan ulang warisan intelektual Aceh oleh generasi baru sarjana setempat. Data Perpustakaan Nasional mencatat terbitan 2017 setebal 204 halaman. Buku ini relevan terutama bagi studi tasawuf, filsafat Islam Melayu, etika sufi, dan sejarah intelektual Aceh serta dunia Melayu.
Nomor inventaris
KBA-BKU-TT-0036
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
Padebooks, Banda Aceh
Tanggal terbit
Tanpa tahun
Edisi dan halaman
Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Banda Aceh: Padebooks, 2017, 204 hlm., 21 cm, ISBN 978-602-60562-3-8 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar)
Ḥamzah Fanṣūrī, active 16th centurySufism -- Indonesia -- AcehKnowledge, Theory of (Islam)Values
Kategori BISAC
REL090000 RELIGION / Islam / Sufi
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Aksiologi Ma'rifah Hamzah Fansuri karya Ramli Cibro merupakan kajian filsafat tasawuf yang menelusuri dimensi nilai dalam ajaran makrifat Hamzah Fansuri, sufi dan penyair Melayu dari abad ke-16 dan awal abad ke-17 yang sering disebut sebagai salah satu perintis tradisi tulis tasawuf dalam bahasa Melayu. Sampul eksemplar ini berlatar putih gading dengan lukisan cat air sebatang pohon besar yang daunnya telah gugur. Batang dan cabangnya yang berwarna cokelat menjulang di bagian atas, sementara di bawah garis rumput hijau tampak akar-akar panjang yang menjalar jauh ke dalam tanah berwarna ungu keabu-abuan. Seekor burung biru terbang di sudut kanan atas. Nama penulis tercetak dengan huruf kapital abu-abu tua di bagian atas, kata aksiologi berhuruf sambung miring berwarna cokelat jingga, kata Ma'rifah dalam huruf sambung hitam yang besar, nama Hamzah Fansuri dalam huruf kapital bergaya hias, dan keterangan pemberi kata pengantar di bagian paling bawah. Di sudut kiri atas terdapat logo penerbit berupa lingkaran kecil berwarna cokelat jingga dengan gambar setangkai bulir padi berwarna putih, sesuai dengan nama penerbitnya, Padebooks.
Pilihan ilustrasi sampul tampak sejalan dengan isi buku. Pohon yang tampak kering di permukaan tetapi berakar dalam dapat dibaca sebagai metafora tentang hubungan antara dunia lahir dan batin, atau antara pengetahuan yang tampak dan pengetahuan hakiki, tema yang sangat dekat dengan syair-syair Hamzah Fansuri yang kaya dengan citra laut, ombak, perahu, dan pohon. Burung yang terbang bebas juga mengingatkan pada simbol jiwa dalam tradisi sastra sufi.
Ramli Cibro adalah peneliti dan penulis muda dari Aceh yang menaruh perhatian pada tasawuf, filsafat Islam, dan pemikiran ulama Nusantara, khususnya Hamzah Fansuri. Nama Cibro sendiri lazim dijumpai di wilayah Singkil dan Subulussalam, daerah pesisir barat daya Aceh yang secara tradisional dikaitkan dengan Fansur atau Barus, meskipun asal-usul pribadi penulis perlu dicocokkan dengan biodata dalam buku. Sejumlah tulisannya tentang genealogi tasawuf Hamzah Fansuri, termasuk tentang pergeseran dari wujudiyah ke makrifat, beredar dalam bentuk artikel dan naskah daring. Buku ini dapat dipandang sebagai pengembangan dari minat penelitian tersebut. Keterangan riwayat pendidikan dan kelembagaan penulis tidak dimuat di sini karena belum dapat diverifikasi dari sumber yang memadai.
Inti buku ini, sebagaimana diisyaratkan judulnya, adalah pembahasan aksiologis, yaitu cabang filsafat yang membahas nilai, terutama nilai etis dan estetis. Selama ini kajian tentang Hamzah Fansuri lebih banyak berpusat pada aspek ontologis, yakni ajaran wahdat al-wujud atau wujudiyah yang menafsirkan hubungan Tuhan dan alam, serta pada kontroversi tuduhan panteisme yang dilancarkan oleh Nuruddin ar-Raniri pada abad ke-17. Ramli Cibro menggeser pusat perhatian ke pertanyaan lain, yaitu nilai apa yang lahir dari pengalaman makrifat, bagaimana pengetahuan tentang Tuhan membentuk sikap moral seorang salik, dan bagaimana makrifat tercermin dalam perilaku sosial. Dengan pendekatan ini, ajaran Hamzah Fansuri tidak hanya dibaca sebagai spekulasi metafisika, tetapi juga sebagai etika kehidupan dan pendidikan jiwa. Rincian bab dan argumen perlu diperiksa langsung pada daftar isi dan isi eksemplar.
Konteks intelektual buku ini adalah tradisi panjang kajian tentang Hamzah Fansuri. Syed Muhammad Naquib al-Attas melalui karya-karyanya tentang mistisisme Hamzah Fansuri dan penerjemahan risalah-risalahnya menempatkan sufi ini sebagai tokoh penting dalam pembentukan bahasa Melayu sebagai bahasa intelektual Islam. G.W.J. Drewes dan L.F. Brakel menyunting puisi-puisinya, sementara Abdul Hadi W.M. mengkaji estetika dan hermeneutika syair-syairnya. Perdebatan mengenai masa hidup Hamzah Fansuri juga terus berlangsung, terutama setelah ditemukannya batu nisan di Makkah yang oleh sebagian peneliti dikaitkan dengannya. Buku Ramli Cibro hadir dalam arus kajian ini dengan menawarkan sudut pandang yang lebih filosofis-etis.
Buku ini diberi kata pengantar oleh seorang antropolog agama dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sebagaimana tercantum pada sampul. Kehadiran pengantar dari kalangan antropologi memberi isyarat bahwa kajian tentang tasawuf Hamzah Fansuri tidak hanya penting bagi filsafat Islam, tetapi juga bagi upaya memahami pembentukan kebudayaan dan sistem pengetahuan masyarakat Aceh dan dunia Melayu.
Data terbitan dalam daftar buku dalam proses cetak Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mencatat buku ini diterbitkan oleh Padebooks di Banda Aceh pada 2017, setebal 204 halaman, berukuran 21 sentimeter, dengan ISBN 978-602-60562-3-8. Data tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar yang difoto masih perlu dicocokkan dengan halaman hak cipta.
Bagi kajian Islam di Aceh dan dunia Melayu, buku ini relevan dalam beberapa hal. Pertama, ia memperkaya literatur berbahasa Indonesia tentang Hamzah Fansuri yang ditulis oleh sarjana Aceh sendiri, sehingga memperlihatkan bagaimana warisan intelektual Aceh dibaca ulang oleh generasi baru. Kedua, pendekatan aksiologis membuka kemungkinan untuk menghubungkan tasawuf klasik dengan persoalan etika kontemporer, misalnya pendidikan karakter, relasi manusia dan alam, serta spiritualitas di tengah formalisasi agama. Ketiga, buku ini berguna bagi mata kuliah tentang Islam di Dunia Melayu dan Samudra Hindia, karena Hamzah Fansuri adalah figur kunci dalam jaringan intelektual yang menghubungkan Barus, Aceh, Ayutthaya, Baghdad, dan Makkah.
Dari sudut antropologi agama, makrifat dapat dipahami bukan hanya sebagai pengalaman batin individual, tetapi juga sebagai sumber nilai yang diwariskan melalui syair, dayah, tarekat, dan tradisi lisan. Jejak pengaruh Hamzah Fansuri dalam kebudayaan Aceh, termasuk dalam hikayat dan dalail, menjadi bahan menarik untuk dibandingkan dengan pembahasan nilai dalam buku ini.
Sebagai catatan kritis, kajian filosofis atas tokoh yang hidup berabad-abad lalu menghadapi keterbatasan sumber, karena karya-karya Hamzah Fansuri yang tersisa jumlahnya terbatas dan sebagian keasliannya masih diperdebatkan. Pembaca perlu memperhatikan sejauh mana penulis membedakan antara gagasan yang benar-benar dapat dilacak pada teks Hamzah Fansuri dan tafsiran filosofis penulis sendiri. Penggunaan kerangka aksiologi yang berasal dari tradisi filsafat Barat juga perlu diuji kesesuaiannya dengan istilah dan logika internal tasawuf, agar konsep seperti adab, akhlak, dan ihsan tidak sekadar dipadankan dengan kategori nilai modern.
Meskipun demikian, buku ini memberi sumbangan berarti dalam memperluas cara membaca Hamzah Fansuri, dari perdebatan teologis tentang wujud menuju pertanyaan tentang makna hidup, moralitas, dan keindahan. Pendekatan semacam ini penting di tengah kecenderungan yang menempatkan tasawuf falsafi semata sebagai ajaran yang dicurigai, karena ia memperlihatkan bahwa tradisi makrifat juga mengandung tuntunan etis yang kaya.
Kehadiran penerbit lokal di Banda Aceh juga patut dicatat. Penerbitan buku-buku kajian keislaman oleh penerbit kecil di Aceh dalam dua dekade terakhir memperlihatkan tumbuhnya ekosistem intelektual setempat sesudah konflik dan tsunami, ketika generasi muda sarjana dayah dan perguruan tinggi Islam mulai menulis ulang sejarah dan pemikiran ulama Aceh dengan sudut pandang mereka sendiri. Buku ini merupakan bagian dari gejala tersebut, dan karena itu juga bernilai sebagai dokumen tentang dinamika penerbitan dan wacana keilmuan di Aceh pada pertengahan dekade 2010-an.
Dari sisi dokumentasi koleksi, eksemplar ini relatif terawat, dengan sedikit bercak dan keausan pada tepi kanan sampul. Label perpustakaan berwarna biru dan putih tertempel pada punggung buku di sisi kiri bagian bawah. Keterangan ini merupakan pengantar kuratorial berdasarkan sampul dan informasi katalog, bukan ringkasan seluruh isi buku.
Subjek penelusuran yang sesuai meliputi Hamzah Fansuri, makrifat, tasawuf falsafi, wujudiyah, aksiologi dan etika sufi, filsafat Islam Melayu, serta sejarah intelektual Aceh. Untuk keperluan kutipan, rujukan sebaiknya menyebut nama penulis, judul lengkap, penerbit, tahun, dan halaman yang dibaca langsung pada eksemplar.
Ramli Cibro, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (pengantar), “Aksiologi Ma'rifah Hamzah Fansuri”, Padebooks, Banda Aceh, Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Banda Aceh: Padebooks, 2017, 204 hlm., 21 cm, ISBN 978-602-60562-3-8 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar). Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-0036.