Penerbit edisi Indonesia belum teridentifikasi (edisi asli: Leiden University Press, Leiden) · Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: edisi asli Islam, Politics and Change: The Indonesian Experience after the Fall of Suharto, Leiden: Leiden University Press, 2016, 334 hlm., ISBN 978-90-8728-238-7; penerbit dan tahun edisi Indonesia belum ditemukan (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar) · Tanpa tahun
Ringkasan
Edisi bahasa Indonesia dari Islam, Politics and Change: The Indonesian Experience after the Fall of Suharto, buku suntingan Kees van Dijk dan Nico J.G. Kaptein yang edisi aslinya terbit di Leiden University Press pada 2016. Kumpulan tulisan para sarjana dari perguruan tinggi Islam Indonesia dan peneliti Belanda ini menelaah perubahan keagamaan dan politik sesudah Suharto mundur pada 1998, terutama menguatnya ortodoksi dan radikalisme dalam iklim demokrasi dan keterbukaan. Buku ini dapat ditempatkan dalam perdebatan tentang pergeseran konservatif Islam Indonesia, syariatisasi kebijakan daerah, kedudukan kelompok minoritas, serta pengalaman Aceh dengan penerapan syariat secara formal. Perpaduan perspektif Indonesia dan Belanda menjadi kekuatannya. Penerbit, tahun, jumlah halaman, dan ISBN edisi terjemahan belum ditemukan dalam katalog dan masih perlu dicocokkan dengan halaman hak cipta eksemplar, sedangkan rincian bab perlu diperiksa pada daftar isi.
Nomor inventaris
KBA-BKU-TT-0038
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
Penerbit edisi Indonesia belum teridentifikasi (edisi asli: Leiden University Press, Leiden)
Tanggal terbit
Tanpa tahun
Edisi dan halaman
Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: edisi asli Islam, Politics and Change: The Indonesian Experience after the Fall of Suharto, Leiden: Leiden University Press, 2016, 334 hlm., ISBN 978-90-8728-238-7; penerbit dan tahun edisi Indonesia belum ditemukan (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar)
Islam and politics -- IndonesiaIslam -- Indonesia -- History -- 21st centuryIndonesia -- Politics and government -- 1998-
Kategori BISAC
REL084000 RELIGION / Religion, Politics & State
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Eksemplar ini adalah buku bersampul lunak dengan rancangan yang memadukan foto hitam-putih dan bidang warna jingga. Hampir seluruh sampul diisi potret seorang perempuan muda yang mengenakan mukena berwarna terang, tampak dari samping dengan pandangan ke arah kiri, berlatar pepohonan dan bangunan yang kabur. Pada bagian atas terdapat dua pita jingga bertumpuk. Pita pertama memuat judul Islam, Politik dan Perubahan dalam huruf kapital putih, sedangkan pita kedua memuat anak judul Dinamika Indonesia Paska Lengsernya Suharto. Di bawahnya, pada pita abu-abu, tercantum keterangan Editor: Kees van Dijk dan Nico J.G. Kaptein. Pilihan foto perempuan bermukena sebagai citra utama memberi kesan bahwa kesalehan sehari-hari, ruang publik, dan perubahan identitas keagamaan merupakan bagian penting dari tema buku ini, walaupun makna pasti pilihan desain itu tentu tidak dapat dipastikan dari sampul saja.
Buku ini merupakan edisi bahasa Indonesia dari Islam, Politics and Change: The Indonesian Experience after the Fall of Suharto, yang disunting oleh Kees van Dijk dan Nico J.G. Kaptein dan diterbitkan Leiden University Press pada 2016 dalam seri Debates on Islam and Society. Halaman resmi Universitas Leiden mencantumkan judul Islam, Politik dan Perubahan sebagai versi Indonesia dari buku tersebut, tetapi tidak menyebutkan penerbit, tahun, maupun ISBN edisi terjemahan. Penelusuran awal belum menemukan data katalog yang pasti untuk edisi Indonesia ini, sehingga dugaan bahwa ia diterbitkan melalui kerja sama Universitas Leiden, INIS, KITLV-Jakarta, atau penerbit seperti Pustaka Obor masih perlu dibuktikan melalui halaman hak cipta. Sebagai pembanding, edisi Inggris tercatat setebal sekitar 334 halaman isi, atau 352 halaman menurut repositori OAPEN, dengan ISBN 978-90-8728-238-7, dan tersedia secara akses terbuka melalui program Knowledge Unlatched.
Kedua penyunting termasuk sarjana Belanda terkemuka dalam kajian Indonesia. Kees van Dijk adalah sejarawan dan ilmuwan politik yang lama bekerja di KITLV dan mengajar di Universitas Leiden. Karya-karyanya mencakup kajian tentang gerakan Darul Islam dalam Rebellion under the Banner of Islam, analisis politik Indonesia pada masa Orde Baru dan sesudahnya, serta kajian tentang Hindia Belanda pada masa Perang Dunia Pertama. Nico J.G. Kaptein adalah ahli studi Islam di Universitas Leiden yang dikenal melalui kajian tentang perayaan maulid dan tentang Sayyid Uthman, mufti Batavia pada akhir abad ke-19, serta tentang hubungan antara otoritas keagamaan dan pemerintah kolonial. Keduanya juga lama terlibat dalam kerja sama akademik antara Belanda dan perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Menurut keterangan penerbit edisi Inggris, buku ini menghimpun tulisan para sarjana dari perguruan tinggi Islam Indonesia dan para peneliti Belanda. Fokus pokoknya adalah perubahan yang terjadi sesudah Suharto mundur pada 1998, ketika Indonesia beralih dari pemerintahan otoriter ke sistem demokrasi. Para penulis memberi perhatian khusus pada menguatnya ortodoksi dan radikalisme keagamaan, sebuah kecenderungan yang menurut penyunting sudah terlihat sebelum 1998 tetapi semakin menonjol dalam iklim keterbukaan sesudahnya. Tema-tema yang lazim dibahas dalam kajian semacam ini mencakup peran fatwa dan lembaga keulamaan, peraturan daerah bernuansa syariah, kedudukan kelompok minoritas keagamaan, perubahan dalam organisasi Islam besar, serta posisi Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat secara formal. Rincian bab dan penulisnya belum diperiksa pada eksemplar, sehingga pembaca perlu merujuk daftar isi untuk mengetahui cakupan tepatnya.
Konteks intelektual buku ini adalah perdebatan panjang tentang arah Islam Indonesia sesudah reformasi. Selama beberapa dekade, Islam Indonesia sering digambarkan sebagai moderat, toleran, dan bersahabat dengan demokrasi. Gambaran itu mulai dipertanyakan ketika berbagai kajian pada 2000-an dan 2010-an menyoroti apa yang kemudian disebut sebagai conservative turn, yaitu menguatnya pandangan keagamaan yang lebih ketat dalam ruang publik dan kebijakan negara. Buku ini dapat ditempatkan dalam arus kajian tersebut, bersama karya-karya lain tentang demokratisasi, syariatisasi, dan politik identitas di Indonesia. Keunggulannya terletak pada perpaduan perspektif peneliti Indonesia dan Belanda, sehingga isu-isu yang dibahas tidak hanya dipandang dari luar, tetapi juga dari kacamata sarjana yang hidup dan bekerja di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Bagi kajian tentang Aceh, buku ini relevan karena pengalaman Aceh sesudah 1998 merupakan salah satu contoh paling jelas tentang hubungan antara desentralisasi, otonomi khusus, dan penerapan syariat. Perkembangan qanun, pembentukan Wilayatul Hisbah, dan perdebatan tentang hukuman cambuk sering menjadi rujukan dalam diskusi nasional dan internasional tentang Islam dan negara di Indonesia. Bagi studi Islam di Asia Tenggara, buku ini memberi bahan perbandingan dengan Malaysia dan Brunei, tempat hubungan antara agama dan negara berkembang melalui jalur yang berbeda. Bagi mahasiswa ilmu politik, sosiologi agama, dan antropologi, kumpulan tulisan semacam ini juga berguna sebagai pengantar terhadap berbagai pendekatan yang dipakai dalam menelaah perubahan keagamaan.
Sebagai catatan kritis, buku suntingan dengan banyak penulis biasanya memiliki mutu dan kedalaman yang tidak merata antarbab. Pembaca juga perlu mencermati bahwa istilah ortodoksi dan radikalisme dapat dimaknai secara berbeda oleh para penulis, sehingga perlu diperhatikan definisi yang dipakai dalam setiap bab. Ulasan atas edisi Inggris di Journal of Southeast Asian Studies menandakan bahwa buku ini mendapat perhatian dalam lingkungan akademik internasional, tetapi penilaian rinci atas setiap bab sebaiknya dibaca langsung pada ulasan tersebut. Edisi terjemahan juga membawa persoalannya sendiri, terutama terkait ketepatan alih bahasa istilah teknis, sehingga untuk keperluan kutipan yang menuntut ketelitian, membandingkan dengan edisi Inggris yang tersedia secara terbuka sangat dianjurkan. Ejaan paska pada anak judul, yang lazimnya ditulis pasca, juga patut dicatat sebagai ciri edisi ini.
Kehadiran edisi terjemahan ini juga patut dibaca sebagai bagian dari sejarah kerja sama akademik Indonesia dan Belanda dalam studi Islam. Sejak 1980-an, program kerja sama seperti INIS telah mempertemukan dosen perguruan tinggi Islam Indonesia dengan tradisi orientalisme dan ilmu sosial Belanda, menghasilkan banyak sarjana, terjemahan, dan penerbitan bersama. Buku ini memperlihatkan kelanjutan tradisi tersebut pada masa ketika hubungan itu tidak lagi bersifat satu arah, karena para sarjana Indonesia tampil sebagai penulis sejajar dan bukan sekadar sebagai objek atau informan penelitian. Penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia memperluas jangkauan buku ini ke mahasiswa, dosen, aktivis, dan pengambil kebijakan di tanah air, yang menjadi pembaca paling langsung berkepentingan dengan isu-isu yang dibahas. Bagi perpustakaan perguruan tinggi Islam di Aceh dan wilayah lain, edisi semacam ini membantu menjembatani kesenjangan bahasa yang selama ini sering membatasi akses terhadap riset internasional tentang Indonesia sendiri. Di sisi lain, keberadaan edisi bahasa Inggris yang dapat diunduh bebas memungkinkan pembaca membandingkan kedua versi secara langsung, suatu keuntungan yang jarang dimiliki buku terjemahan akademik.
Dari sisi kondisi fisik, eksemplar ini tampak masih cukup baik. Sampul relatif bersih dengan sedikit keausan pada tepi kiri dan sudut-sudutnya, serta lipatan ringan di beberapa bagian. Pada sisi kiri bawah sampul depan, dekat punggung, menempel label perpustakaan berwarna biru dan putih dengan nomor panggil yang tidak terbaca utuh dalam foto. Keterangan ini disusun sebagai pengantar kuratorial berdasarkan sampul dan informasi katalog edisi Inggris, bukan ringkasan menyeluruh atas isi buku.
Subjek penelusuran yang sesuai meliputi Islam dan politik di Indonesia, reformasi 1998, demokratisasi, radikalisme keagamaan, ortodoksi Islam, syariat Islam di daerah, dan Aceh sesudah Orde Baru. Untuk keperluan kutipan, rujukan sebaiknya menyebut nama penyunting, judul lengkap, penerbit, tahun, dan halaman yang dibaca langsung pada eksemplar, serta menyebut edisi Inggris bila perlu.
Kees van Dijk, Nico J.G. Kaptein, “Islam, Politik dan Perubahan: Dinamika Indonesia Paska Lengsernya Suharto”, Penerbit edisi Indonesia belum teridentifikasi (edisi asli: Leiden University Press, Leiden), Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: edisi asli Islam, Politics and Change: The Indonesian Experience after the Fall of Suharto, Leiden: Leiden University Press, 2016, 334 hlm., ISBN 978-90-8728-238-7; penerbit dan tahun edisi Indonesia belum ditemukan (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar). Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-0038.