Majalah

Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997: Etika Bisnis dalam Al-Qur'an

Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta · Ulumul Qur'an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, No. 3, Vol. VII, 1997 (sesuai catatan kaki halaman dalam: 'Ulumul Qur'an No 3 VII/1997'). Bulan terbit belum dipastikan. Sudut kanan atas sampul sobek sehingga sebagian penanda nomor hilang; ISSN tercetak kecil di kiri bawah sampul dan tidak terbaca jelas pada foto. · 1997

Ringkasan

Nomor 3, Volume VII, tahun 1997 dari Ulumul Qur'an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, jurnal pemikiran Islam yang diterbitkan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) di Jakarta sejak 1989 atas prakarsa M. Dawam Rahardjo. Laporan utama nomor ini mengangkat tema Etika Bisnis dalam Al-Qur'an, membahas prinsip kejujuran, keadilan timbangan, dan keteladanan Nabi Muhammad sebagai pedagang. Sampul juga menampilkan tulisan Yusuf Rahman tentang unsur hermeneutika dalam tafsir al-Baydhawi, tulisan Bachtiar Effendi tentang masyarakat agama dan deprivatisasi agama, serta cerpen 'Kereta Sorga' karya Dr. Faruk. Nomor ini terbit pada tahun terakhir Orde Baru yang relatif tenang sebelum krisis moneter, dan mencerminkan peran Ulumul Qur'an sebagai ruang pertemuan antara kajian Al-Qur'an, ilmu sosial, dan sastra.

Nomor inventaris
KBA-MJL-1997-0001
Jenis dokumen
Majalah
Sumber terbitan
Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta
Tanggal terbit
1997
Edisi dan halaman
Ulumul Qur'an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, No. 3, Vol. VII, 1997 (sesuai catatan kaki halaman dalam: 'Ulumul Qur'an No 3 VII/1997'). Bulan terbit belum dipastikan. Sudut kanan atas sampul sobek sehingga sebagian penanda nomor hilang; ISSN tercetak kecil di kiri bawah sampul dan tidak terbaca jelas pada foto.
Klasifikasi LC
BP1 — Islam: terbitan berkala
Subjek LCSH
Business ethics -- Religious aspects -- Islam; Qur'an -- Hermeneutics; Religion and sociology -- Indonesia; Islam -- Indonesia -- Periodicals
Kategori BISAC
REL037000 RELIGION / Islam / General
Tempat
Indonesia
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Ulumul Qur'an adalah salah satu jurnal pemikiran Islam paling berpengaruh di Indonesia pada dekade 1990-an. Jurnal ini terbit sejak April 1989 di Jakarta atas prakarsa M. Dawam Rahardjo, yang juga memimpin redaksinya pada masa-masa awal, dan diterbitkan oleh Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF). Dalam perkembangannya, jurnal ini juga berkaitan dengan lingkungan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang berdiri pada 1990. Nama lengkapnya beberapa kali mengalami penyesuaian, dan pada sampul nomor ini tercetak sebagai Ulumul Qur'an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban. Kajian tentang sejarah jurnal ini mencatat bahwa ia mengalami kemunduran pada 1998 dan kemudian berhenti terbit karena keterbatasan dana dan sumber daya manusia, sehingga nomor-nomor tahun 1997 termasuk dalam masa akhir perjalanannya. Nama Ulumul Qur'an, yang berarti ilmu-ilmu Al-Qur'an, menunjukkan cita-cita jurnal ini untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pusat percakapan intelektual, tetapi isinya jauh lebih luas daripada kajian tafsir dalam arti sempit. Jurnal ini menghimpun para penulis dari berbagai disiplin, mulai dari tafsir, filsafat, dan sejarah hingga ekonomi, ilmu politik, sosiologi, dan sastra. Ia menjadi ruang tempat generasi cendekiawan Muslim yang tumbuh dari pesantren, IAIN, dan universitas umum bertemu dengan gagasan-gagasan ilmu sosial modern. Tradisi Dawam Rahardjo sendiri, yang menulis tentang ekonomi Indonesia sekaligus menyusun Ensiklopedi Al-Qur'an berdasarkan konsep-konsep kunci, tercermin kuat dalam watak jurnal ini. Nomor 3, Volume VII, tahun 1997 mengangkat laporan utama berjudul Etika Bisnis dalam Al-Qur'an. Tema ini sangat relevan dengan suasana pertengahan 1990-an, ketika ekonomi Indonesia tumbuh pesat, kelas menengah Muslim berkembang, dan lembaga-lembaga keuangan berbasis syariah mulai bermunculan setelah berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada 1991. Pertanyaan tentang bagaimana ajaran Islam memandang perdagangan, keuntungan, kejujuran, dan keadilan ekonomi menjadi semakin penting. Halaman dalam majalah memperlihatkan arah pembahasan itu, misalnya uraian tentang larangan mengurangi timbangan sebagai contoh paling jelas dari ajaran etika bisnis, tentang kejujuran sebagai nilai tertinggi dalam kegiatan dagang, dan tentang keteladanan Nabi Muhammad yang sebelum diangkat menjadi rasul dipercaya membawa barang dagangan Khadijah ke negeri Syam serta menunjukkan kelebihan dan kekurangan barang secara jujur kepada calon pembeli. Sampul nomor ini juga memperkenalkan tiga tulisan lain. Tulisan pertama adalah Unsur Hermeneutika dalam Tafsir al-Baydhawi karya Yusuf Rahman. Tafsir Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil karya Nashir al-Din al-Baydawi, ulama abad ketujuh hijriah, merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak dipelajari di dunia Islam, termasuk di pesantren-pesantren Nusantara. Membaca kitab klasik itu melalui lensa hermeneutika memperlihatkan kecenderungan kajian Al-Qur'an Indonesia pada 1990-an untuk menghubungkan khazanah tafsir lama dengan teori-teori penafsiran modern, sebuah upaya yang kemudian berkembang luas di perguruan tinggi Islam. Tulisan kedua adalah Masyarakat Agama; Deprivatisasi Agama karya Bachtiar Effendi, ilmuwan politik yang kemudian dikenal luas melalui kajiannya tentang hubungan Islam dan negara di Indonesia. Istilah deprivatisasi agama berkaitan dengan perdebatan dalam sosiologi agama tentang kembalinya agama ke ruang publik, yang antara lain dirumuskan José Casanova dalam bukunya tentang agama-agama publik di dunia modern pada 1994. Gagasan ini menantang asumsi lama bahwa modernisasi akan membuat agama semakin menjadi urusan pribadi. Kehadiran tema ini dalam Ulumul Qur'an menunjukkan betapa cepat para cendekiawan Muslim Indonesia mengikuti dan menerapkan perdebatan teoretis internasional untuk membaca kebangkitan Islam di tanah air. Tulisan ketiga adalah cerpen Kereta Sorga karya Dr. Faruk, akademisi sastra dari Universitas Gadjah Mada. Pemuatan cerpen dalam sebuah jurnal kajian Islam merupakan ciri khas Ulumul Qur'an, yang memandang sastra sebagai bagian penting dari kebudayaan dan peradaban. Dengan menempatkan cerita pendek berdampingan dengan kajian tafsir dan analisis sosiologis, jurnal ini menegaskan bahwa pemikiran keagamaan tidak hanya berbicara melalui argumen, tetapi juga melalui imajinasi dan kepekaan estetis. Konteks tahun 1997 memberi nilai sejarah tambahan bagi nomor ini. Tahun itu adalah tahun terakhir yang relatif tenang bagi Orde Baru sebelum krisis moneter Asia melanda pada pertengahan 1997 dan menjadi salah satu pemicu runtuhnya kekuasaan Soeharto pada Mei 1998. Perbincangan tentang etika bisnis, kejujuran dagang, dan keadilan ekonomi dalam nomor ini dapat dibaca sebagai bagian dari kegelisahan moral terhadap praktik ekonomi yang sarat kolusi dan korupsi, yang kemudian menjadi sasaran utama tuntutan Reformasi. Dengan demikian, majalah ini merekam suara cendekiawan Muslim pada ambang perubahan besar. Eksemplar dalam koleksi ini merupakan bagian dari bundel majalah yang dijilid, sehingga sampulnya dipotret dalam keadaan terbuka di dalam jilidan. Sampul berlatar ornamen arabes berwarna merah, hijau, dan biru tua, dengan nama jurnal dalam huruf besar berwarna biru muda dan judul laporan utama dalam huruf kuning. Sudut kanan atas sampul sobek sehingga sebagian penanda nomor hilang, dan terdapat bayangan serta goresan akibat usia. Nomor, volume, dan tahun terbit dipastikan melalui catatan kaki pada halaman dalam yang berbunyi Ulumul Qur'an No 3 VII/1997. Citra yang ditampilkan di sini telah dipotong dari halaman di sekitarnya, diluruskan, diratakan pencahayaannya, dan ditata pada latar polos, sementara tepi sobeknya dibiarkan apa adanya sebagai bagian dari riwayat eksemplar. Bagi kajian tentang Aceh, nomor ini juga memiliki relevansi tersendiri. Perdebatan tentang etika bisnis dalam Al-Qur'an pada 1990-an menjadi salah satu fondasi wacana yang kelak mewarnai kebijakan ekonomi syariah di Aceh, termasuk lahirnya ketentuan tentang lembaga keuangan syariah yang mewajibkan seluruh lembaga keuangan di Aceh beroperasi berdasarkan prinsip syariah. Demikian pula gagasan tentang agama di ruang publik membantu menjelaskan mengapa penerapan syariat Islam di Aceh tidak dapat dipahami semata-mata sebagai urusan keyakinan pribadi, melainkan sebagai proyek publik yang melibatkan negara, ulama, dan masyarakat. Dengan membaca kembali nomor ini, pembaca dapat melihat akar-akar intelektual dari sejumlah persoalan yang kemudian menjadi nyata dalam pengalaman Aceh pascakonflik. Dalam klasifikasi Library of Congress, terbitan ini ditempatkan pada BP1 untuk terbitan berkala tentang Islam, dengan tajuk subjek Business ethics -- Religious aspects -- Islam, Qur'an -- Hermeneutics, Religion and sociology -- Indonesia, serta Islam -- Indonesia -- Periodicals. Dalam sistem BISAC, terbitan ini dikelompokkan ke REL037000, Religion / Islam / General. Bagi pengguna Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, nomor ini dapat dimanfaatkan dalam beberapa jalur kajian. Pengkaji ekonomi Islam dapat menelusuri akar wacana etika bisnis Islam di Indonesia sebelum industri keuangan syariah berkembang pesat. Pengkaji tafsir dapat melihat tahap awal masuknya hermeneutika ke dalam studi Al-Qur'an Indonesia. Pengkaji sosiologi agama dan politik dapat membaca bagaimana gagasan tentang agama publik dipakai untuk menjelaskan Islam Indonesia pada akhir Orde Baru. Nomor ini juga dapat dibaca berdampingan dengan karya-karya Dawam Rahardjo dan para penulis Ulumul Qur'an lain dalam koleksi, sehingga memperlihatkan jaringan gagasan yang membentuk wacana Islam Indonesia menjelang Reformasi. Keterangan katalog ini disusun dari sampul, halaman dalam eksemplar, dan rujukan tentang sejarah jurnal, dan dapat diperbarui setelah daftar isi lengkap diperiksa.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Contributor
Yusuf Rahman Bachtiar Effendi Faruk
Has Part
Koleksi
Majalah

Cara mengutip

Yusuf Rahman, Bachtiar Effendi, Faruk (ed.), “Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997: Etika Bisnis dalam Al-Qur'an”, Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta, Ulumul Qur'an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, No. 3, Vol. VII, 1997 (sesuai catatan kaki halaman dalam: 'Ulumul Qur'an No 3 VII/1997'). Bulan terbit belum dipastikan. Sudut kanan atas sampul sobek sehingga sebagian penanda nomor hilang; ISSN tercetak kecil di kiri bawah sampul dan tidak terbaca jelas pada foto., 1997. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-MJL-1997-0001.