Kliping

Assalamu'alaikum: Islamisasi Pengetahuan (pengantar redaksi Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997)

Ulumul Qur'an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban — Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta · Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997, rubrik 'Assalamu'alaikum', hlm. 2; ditulis M. Dawam Rahardjo. Bagian dari entri majalah Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997 dalam arsip ini. · 1997

Ringkasan

Pengantar redaksi (rubrik Assalamu'alaikum) karya M. Dawam Rahardjo dalam Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997. Dawam mencatat tiga seminar pada pergantian tahun 1996 ke 1997 tentang Islamisasi Pengetahuan, yaitu di Universitas Islam 45 Bekasi (23–24 Desember 1996), Universitas Muhammadiyah Malang (26 Desember 1996), dan seminar 'Rekonstruksi Teori dan Aplikasi Ekonomi: Perspektif Islam' di Universitas Brawijaya (6–7 Januari 1997). Ia mengulas sikap pesimis sebagian sarjana Muslim Indonesia, pandangan Fazlur Rahman, klaim Naquib al-Attas atas gagasan yang dikembangkan Ismail Faruqi melalui IIIT, lalu menunjukkan karya-karya konkret di bidang psikologi, antropologi, dan akuntansi syariah, serta menyimpulkan bahwa Islamisasi Pengetahuan tidak harus berarti menolak metodologi Barat.

Nomor inventaris
KBA-KLP-1997-0007
Jenis dokumen
Kliping
Sumber terbitan
Ulumul Qur'an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban — Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta
Tanggal terbit
1997
Edisi dan halaman
Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997, rubrik 'Assalamu'alaikum', hlm. 2; ditulis M. Dawam Rahardjo. Bagian dari entri majalah Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997 dalam arsip ini.
Penulis
M. Dawam Rahardjo
Klasifikasi LC
BP190.5.L5 — Islam dan ilmu pengetahuan
Subjek LCSH
Islamization of knowledge; Islam and science; Knowledge, Theory of (Islam); Islamic economics -- Methodology
Kategori BISAC
REL037000 RELIGION / Islam / General
Tempat
Indonesia Malaysia Amerika Serikat
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Halaman ini adalah pengantar redaksi Ulumul Qur'an Nomor 3, Volume VII, tahun 1997, yang dimuat dalam rubrik tetap berjudul Assalamu'alaikum di halaman 2 dan ditandatangani oleh M. Dawam Rahardjo. Dawam adalah pemrakarsa jurnal ini sejak 1989 dan salah satu cendekiawan Muslim Indonesia paling produktif pada masanya, dikenal sebagai ekonom, pemikir sosial, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan penyusun Ensiklopedi Al-Qur'an. Melalui rubrik semacam ini, ia biasa menyampaikan pembacaannya atas perkembangan wacana Islam terkini sekaligus menjelaskan arah isi nomor yang bersangkutan. Halaman ini memuat pula foto potret Dawam berbusana jas, sebuah penanda bahwa pengantar tersebut merupakan suara pribadi pemimpin jurnal, bukan sekadar catatan redaksional yang anonim. Tema yang diangkat adalah Islamisasi Pengetahuan, gagasan yang pada dekade 1980-an dan 1990-an menjadi salah satu proyek intelektual paling ambisius di dunia Muslim. Dawam membuka tulisannya dengan mencatat kegiatan ilmiah pada peralihan tahun 1996 ke 1997 yang menurutnya kurang mendapat liputan media. Kegiatan pertama adalah seminar internasional tentang Islamization of Knowledge yang diselenggarakan dua kali, pertama di Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi pada 23 dan 24 Desember 1996, lalu di Universitas Muhammadiyah Malang pada 26 Desember 1996. Dua minggu kemudian, pada 6 dan 7 Januari 1997, Universitas Brawijaya menggelar seminar nasional tentang Rekonstruksi Teori dan Aplikasi Ekonomi: Perspektif Islam dalam rangka ulang tahunnya yang ke-35. Menurut Dawam, kedua kegiatan itu sebenarnya bernaung di bawah tema yang sama, hanya saja pada seminar kedua tema itu seolah-olah disembunyikan, dan para peserta langsung bekerja menyelidiki apa yang dalam seminar pertama disebut sebagai ilmu sosial yang berorientasi Islam. Dawam kemudian menggambarkan suasana seminar pertama sebagai masa perkenalan yang sulit. Panitia tidak mudah mendapatkan pembicara Indonesia yang bersedia mendampingi pemrasaran asing dari International Institute of Islamic Thought (IIIT) Malaysia, cabang lembaga dengan nama yang sama yang berpusat di Virginia, Amerika Serikat, dan didirikan pada 1981. Persoalannya, tulis Dawam, bukan hanya bahasa Inggris. Banyak doktor lulusan Amerika, termasuk mereka yang dididik di IAIN, pesimis terhadap program Islamisasi Pengetahuan. Ia menyebut pandangan mendiang Fazlur Rahman dari Universitas Chicago sebagai wakil sikap itu. Bagi Rahman, ilmu pengetahuan bersifat universal, sehingga lebih baik membina sarjana Muslim yang berpengetahuan agama memadai, yang hasil pemikirannya dengan sendirinya akan diwarnai Islam. Dawam juga mencatat bahwa guru Nurcholish Madjid dan Ahmad Syafii Maarif itu tidak tertarik pada program yang mula-mula dicanangkan Syed Muhammad Naquib al-Attas, sarjana Muslim terkemuka dari Malaysia. Menurut al-Attas, gagasan itu dicuri oleh Ismail Raji al-Faruqi dan dikembangkan dengan mendirikan IIIT, yang bekerja sama dengan Association of Muslim Social Scientists dalam menerbitkan The American Journal of Islamic Social Sciences. Catatan singkat ini merekam salah satu polemik terkenal dalam sejarah gerakan Islamisasi Pengetahuan, yaitu perselisihan tentang siapa perumus awal gagasan tersebut dan bagaimana arah pengembangannya. Bagian kedua tulisan menjelaskan mengapa program ini kurang populer di Indonesia. Dawam menduga istilahnya mudah menimbulkan kecurigaan, misalnya dikaitkan dengan gagasan negara Islam, dan pelaksanaannya juga tidak mudah. Ia mengajukan pertanyaan kritis yang lazim diajukan: jika pengetahuan yang dihasilkan disebut ilmu pengetahuan Islam, bukankah itu menandakan pengetahuan tersebut tidak universal, melainkan sektarian. Namun ia mencatat bahwa para sarjana IIIT telah mengantisipasi persoalan semacam itu, dan bahwa di Indonesia sebenarnya sudah ada karya konkret, meskipun tidak diberi label ilmu Islami. Ia menyebut buku Hanna Djumhana Bastaman, psikolog Universitas Indonesia, Integrasi Psikologi dengan Islam: Menuju Psikologi Islami terbitan Pustaka Pelajar tahun 1995, serta karya antropolog terkemuka yang telah diterjemahkan ke bahasa Melayu dengan judul Menuju Antropologi Islam. Dawam lalu menunjuk tesis dan disertasi di universitas Barat sebagai bukti lain. Ia mencontohkan Iwan Triyuwono dari Universitas Wollongong, Australia, yang menulis disertasi tentang akuntansi syariah dan dalam nomor Ulumul Qur'an ini menulis tentang metodologi ilmu ekonomi Islam. Ia juga merujuk buku Louay Safi, The Foundation of Knowledge: A Comparative Study in Islamic and Western Methods of Inquiry (1996). Dari buku itu Dawam menarik kesimpulan bahwa Islamisasi Pengetahuan tidak harus berarti penolakan terhadap apa yang disebut metodologi Barat. Di samping membina sarjana Muslim, menurutnya diperlukan pula metodologi untuk melakukan studi yang berorientasi pada nilai-nilai Islam. Nilai historis halaman ini terletak pada kemampuannya merekam peta perdebatan Islamisasi Pengetahuan di Indonesia pada saat yang sangat menentukan. Beberapa tahun kemudian, gagasan integrasi ilmu menjadi dasar transformasi sejumlah IAIN menjadi Universitas Islam Negeri, dengan berbagai model seperti integrasi-interkoneksi dan pohon ilmu. Pengantar Dawam memperlihatkan bahwa perdebatan itu sudah hidup sejak pertengahan 1990-an, dan bahwa para cendekiawan Indonesia memilih jalan yang lebih pragmatis: menerima metodologi modern sambil mengarahkannya pada nilai-nilai Islam, alih-alih membangun ilmu tandingan yang sepenuhnya terpisah. Halaman ini juga menjadi pintu masuk untuk memahami isi nomor tersebut secara keseluruhan. Laporan utama tentang etika bisnis dalam Al-Qur'an, tulisan tentang metodologi ilmu ekonomi Islam, kajian hermeneutika atas tafsir al-Baydhawi, dan esai tentang deprivatisasi agama dapat dibaca sebagai bagian dari satu kegelisahan yang sama, yaitu bagaimana ajaran Islam dapat berbicara dalam bahasa ilmu pengetahuan modern tanpa kehilangan watak normatifnya. Citra halaman yang ditampilkan di sini telah diluruskan, dipotong dari halaman di sebelahnya, dan diolah untuk meratakan warna kertas yang semula kehijauan serta mempertegas huruf agar teks dapat dibaca dengan jelas. Foto potret Dawam Rahardjo dipertahankan dalam warna hitam putih. Coretan pensil di sudut kiri atas dan catatan kaki Ulumul Qur'an No. 3 VII/1997 di bagian bawah tetap terlihat sebagai bagian dari riwayat eksemplar. Dari sudut sejarah pemikiran, pengantar ini juga memperlihatkan posisi khas Ulumul Qur'an di antara dua kutub. Di satu sisi, jurnal ini dekat dengan lingkungan ICMI dan program-program yang menekankan kebangkitan kaum terpelajar Muslim. Di sisi lain, ia juga menampung suara-suara kritis yang meragukan proyek Islamisasi yang terlalu formal. Dawam memilih jalan tengah dengan menekankan kerja konkret, metodologi, dan pembinaan sarjana, sebuah sikap yang kemudian banyak memengaruhi arah studi Islam di perguruan tinggi Indonesia. Dalam klasifikasi Library of Congress, kliping ini ditempatkan pada BP190.5.L5 untuk Islam dan ilmu pengetahuan, dengan tajuk subjek Islamization of knowledge, Islam and science, Knowledge, Theory of (Islam), serta Islamic economics -- Methodology. Dalam sistem BISAC, kliping ini dikelompokkan ke REL037000, Religion / Islam / General. Kliping ini tertaut pada entri majalah Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997 dalam Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, sehingga pembaca dapat berpindah dari pengantar ini ke sampul dan keterangan nomor tersebut. Keterangan katalog ini disusun dari halaman asli dan dapat diperbarui bila halaman-halaman lain dari nomor yang sama ditambahkan ke arsip.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Is Part Of
Koleksi
Kliping

Cara mengutip

M. Dawam Rahardjo, “Assalamu'alaikum: Islamisasi Pengetahuan (pengantar redaksi Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997)”, Ulumul Qur'an: Jurnal Kebudayaan dan Peradaban — Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jakarta, Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997, rubrik 'Assalamu'alaikum', hlm. 2; ditulis M. Dawam Rahardjo. Bagian dari entri majalah Ulumul Qur'an No. 3 Vol. VII, 1997 dalam arsip ini., 1997. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-KLP-1997-0007.