Wordsworth Editions, Ware, Hertfordshire (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa) · Sampul depan memperlihatkan nama NIETZSCHE dan judul HUMAN, ALL TOO HUMAN & BEYOND GOOD AND EVIL dengan ilustrasi detail lukisan The Garden of Earthly Delights karya Hieronymus Bosch; ciri ini sesuai dengan edisi omnibus Wordsworth Classics of World Literature (terjemahan Helen Zimmern dan Paul V. Cohn, pengantar Raymond Furness), tetapi identifikasi edisi ini masih berdasarkan sampul saja. Karya aslinya terbit 1878–1880 (Menschliches, Allzumenschliches) dan 1886 (Jenseits von Gut und Böse); edisi Wordsworth beredar sejak sekitar 2008 (ISBN 9781840220834) dan dicetak ulang sekitar 2015 (ISBN 9781840225914, xxiii + 693 hlm.). Tahun cetak, ISBN, dan jumlah halaman eksemplar ini belum diverifikasi. Buku bersampul lunak, tampak usang; tidak terlihat label perpustakaan pada sampul. · 2008
Ringkasan
Jilid omnibus ini menghimpun dua karya Friedrich Nietzsche dari dua fase pemikirannya. Human, All Too Human (1878–1880), sebuah buku aforisme untuk jiwa-jiwa bebas yang dipersembahkan kepada Voltaire, menandai patahnya Nietzsche dari romantisisme Jerman, Schopenhauer, dan Wagner, serta pendekatannya yang psikologis dan historis terhadap moral, agama, dan seni. Beyond Good and Evil (1886), pendahuluan bagi filsafat masa depan, menyerang dogmatisme para filsuf, mempersoalkan klaim objektivitas, dan mengembangkan gagasan tentang kehendak untuk berkuasa, perspektivisme, serta pembedaan antara moralitas tuan dan budak. Eksemplar ini tampaknya merupakan edisi Wordsworth Classics of World Literature dengan terjemahan klasik Helen Zimmern dan Paul V. Cohn dari edisi Oscar Levy, serta pengantar Raymond Furness. Buku ini relevan bagi kajian filsafat modern, kritik agama, dan perbandingan antara pemikiran Barat dan tradisi Islam.
- Nomor inventaris
-
KBA-BKU-2008-0001
- Jenis dokumen
-
Buku
- Sumber terbitan
-
Wordsworth Editions, Ware, Hertfordshire (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa)
- Tanggal terbit
-
2008
- Edisi dan halaman
-
Sampul depan memperlihatkan nama NIETZSCHE dan judul HUMAN, ALL TOO HUMAN & BEYOND GOOD AND EVIL dengan ilustrasi detail lukisan The Garden of Earthly Delights karya Hieronymus Bosch; ciri ini sesuai dengan edisi omnibus Wordsworth Classics of World Literature (terjemahan Helen Zimmern dan Paul V. Cohn, pengantar Raymond Furness), tetapi identifikasi edisi ini masih berdasarkan sampul saja. Karya aslinya terbit 1878–1880 (Menschliches, Allzumenschliches) dan 1886 (Jenseits von Gut und Böse); edisi Wordsworth beredar sejak sekitar 2008 (ISBN 9781840220834) dan dicetak ulang sekitar 2015 (ISBN 9781840225914, xxiii + 693 hlm.). Tahun cetak, ISBN, dan jumlah halaman eksemplar ini belum diverifikasi. Buku bersampul lunak, tampak usang; tidak terlihat label perpustakaan pada sampul.
- Penulis
-
Friedrich Nietzsche
- Klasifikasi LC
-
B3313.M52 — Filsafat Jerman modern: karya-karya Friedrich Nietzsche (Menschliches, Allzumenschliches)
- Subjek LCSH
-
Nietzsche, Friedrich Wilhelm, 1844-1900; Philosophy, German--19th century; Ethics; Good and evil
- Kategori BISAC
-
PHI016000 PHILOSOPHY / History & Surveys / Modern; PHI005000 PHILOSOPHY / Ethics & Moral Philosophy
- Bahasa
-
Inggris
- Keterangan
-
Friedrich Wilhelm Nietzsche (1844–1900) adalah filsuf Jerman yang namanya hampir selalu muncul dalam setiap pembicaraan tentang krisis nilai, modernitas, dan nasib agama di dunia Barat. Ia lahir di Röcken, Saxonia Prusia, dari keluarga pendeta Lutheran, lalu menempuh pendidikan filologi klasik di Bonn dan Leipzig. Pada 1869, dalam usia yang sangat muda, ia diangkat menjadi profesor filologi klasik di Universitas Basel, Swiss, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 1879 karena kesehatan yang terus memburuk. Sepanjang dekade berikutnya ia hidup berpindah-pindah di Swiss, Italia, dan Prancis Selatan sebagai penulis independen, menghasilkan karya-karya yang kelak mengubah wajah filsafat abad ke-20. Pada awal 1889 ia mengalami keruntuhan mental di Turin dan tidak pernah pulih hingga wafat di Weimar pada 1900. Buku dalam koleksi ini menghimpun dua karya penting dari dua fase berbeda dalam perjalanan intelektualnya, yakni Menschliches, Allzumenschliches (Human, All Too Human) dan Jenseits von Gut und Böse (Beyond Good and Evil).
Eksemplar ini, berdasarkan sampulnya, hampir pasti merupakan edisi omnibus dalam seri Wordsworth Classics of World Literature terbitan Wordsworth Editions, Ware, Hertfordshire, Inggris. Data toko buku dan katalog perpustakaan menunjukkan bahwa edisi ini pertama kali beredar sekitar 2008 (ISBN 9781840220834), kemudian diterbitkan ulang sekitar 2015 dengan ISBN 9781840225914 dan deskripsi fisik xxiii + 693 halaman. Terjemahan yang dipakai adalah terjemahan klasik awal abad ke-20 dari edisi Complete Works of Friedrich Nietzsche yang disunting Oscar Levy: Helen Zimmern menerjemahkan Beyond Good and Evil dan bagian pertama Human, All Too Human, sedangkan Paul V. Cohn menerjemahkan bagian kedua Human, All Too Human. Pengantarnya, menurut keterangan penjual buku, ditulis oleh Raymond (Ray) Furness, germanis Inggris yang lama mengajar di University of St Andrews. Karena hanya sampul yang terlihat, tahun cetak dan nomor ISBN eksemplar ini belum dapat dipastikan.
Helen Zimmern (1846–1934) sendiri merupakan sosok menarik dalam sejarah penerimaan Nietzsche di dunia berbahasa Inggris. Lahir di Hamburg dan dibesarkan di Inggris, ia adalah penulis dan penerjemah yang mengenal Nietzsche secara pribadi pada 1880-an di Sils-Maria. Terjemahannya atas Beyond Good and Evil termasuk yang paling awal dan paling lama beredar dalam bahasa Inggris, sehingga generasi pembaca berbahasa Inggris pertama kali berkenalan dengan Nietzsche melalui gaya bahasanya yang agak Victoria. Para penerjemah kemudian, seperti Walter Kaufmann dan R. J. Hollingdale, menawarkan versi yang lebih ketat secara filologis, tetapi terjemahan Zimmern tetap bertahan karena telah menjadi domain publik dan mudah diterbitkan ulang dalam edisi murah seperti seri Wordsworth ini.
Human, All Too Human terbit pertama kali pada 1878, bertepatan dengan seratus tahun wafatnya Voltaire, kepada siapa edisi pertamanya dipersembahkan. Buku ini menandai patahnya Nietzsche dari romantisisme Jerman, dari metafisika Schopenhauer, dan dari kekaguman awalnya kepada Richard Wagner. Dengan subjudul sebuah buku untuk jiwa-jiwa bebas, ia memilih bentuk aforisme yang pendek dan tajam, yang kelak menjadi ciri khas tulisannya. Bagian pertama tersusun dalam sembilan bagian yang membahas antara lain hal-hal pertama dan terakhir, sejarah perasaan moral, kehidupan religius, jiwa seniman dan pengarang, tanda-tanda kebudayaan tinggi dan rendah, manusia dalam masyarakat, perempuan dan anak, negara, serta manusia dalam kesendiriannya. Bagian kedua menggabungkan dua himpunan aforisme yang terbit kemudian, yakni Mixed Opinions and Maxims (1879) dan The Wanderer and His Shadow (1880).
Fase yang diwakili Human, All Too Human sering disebut sebagai periode positivis atau periode pencerahan dalam pemikiran Nietzsche. Di sini ia memperlakukan moralitas, agama, dan seni sebagai gejala manusiawi yang dapat dijelaskan secara psikologis dan historis, bukan sebagai kebenaran yang turun dari langit. Ia menaruh kepercayaan besar pada ilmu pengetahuan, pada skeptisisme ala moralis Prancis seperti La Rochefoucauld, dan pada kecermatan pengamatan atas motif-motif tersembunyi manusia. Banyak gagasan yang kelak berkembang dalam karya-karyanya yang lebih matang, seperti kritik atas asal-usul moral dan analisis atas kehendak manusia, sudah mulai disemai dalam aforisme-aforisme ini, meskipun dalam nada yang lebih tenang dan analitis.
Beyond Good and Evil terbit pada 1886 dengan subjudul pendahuluan bagi filsafat masa depan, dan sering dibaca sebagai ringkasan sistematis dari gagasan-gagasan yang sebelumnya dituangkan secara puitis dalam Thus Spoke Zarathustra. Setelah sebuah prakata yang terkenal tentang kebenaran yang diandaikan sebagai perempuan, buku ini terbagi dalam sembilan bagian: prasangka para filsuf, jiwa bebas, watak religius, epigram dan selingan, sejarah alamiah moral, kita para sarjana, kebajikan-kebajikan kita, bangsa-bangsa dan tanah air, serta apa yang mulia, ditutup dengan sebuah sajak penutup. Nietzsche menyerang dogmatisme para filsuf yang menurutnya diam-diam membela prasangka moral mereka sendiri, mempersoalkan klaim objektivitas, dan memperkenalkan secara lebih terbuka gagasan tentang kehendak untuk berkuasa.
Konsep-konsep kunci yang dapat ditemukan dalam kedua karya ini antara lain perspektivisme, yakni pandangan bahwa setiap pengetahuan selalu lahir dari sudut pandang tertentu; kehendak untuk berkuasa sebagai dorongan dasar kehidupan; pembedaan antara moralitas tuan dan moralitas budak yang kelak dikembangkan dalam On the Genealogy of Morality; kritik atas metafisika dan atas konsep subjek yang utuh; serta cita-cita tentang jiwa bebas dan filsuf masa depan yang berani menciptakan nilai. Membaca kedua karya ini dalam satu jilid memberi kesempatan untuk menelusuri pergeseran Nietzsche dari analis yang dingin dan skeptis menuju pemikir yang lebih polemis dan profetis.
Penerimaan atas Nietzsche sangat beragam dan penuh perdebatan. Pada paruh pertama abad ke-20, warisannya sempat diselewengkan oleh kelompok nasionalis Jerman dan Nazi, sebagian karena peran saudarinya, Elisabeth Förster-Nietzsche, dalam mengelola arsip dan menyunting naskahnya. Setelah Perang Dunia II, para sarjana seperti Walter Kaufmann berupaya memulihkan citranya sebagai pemikir humanis yang kritis terhadap antisemitisme dan nasionalisme. Dalam filsafat kontinental, Heidegger, Foucault, Deleuze, dan Derrida membaca Nietzsche sebagai pemikir kunci tentang kuasa, bahasa, dan kebenaran, sementara dalam tradisi analitik ia kini juga dikaji sebagai psikolog moral yang serius. Kritik atas Nietzsche tetap tajam, terutama menyangkut elitismenya, pernyataannya tentang perempuan, dan sikap meremehkannya terhadap gagasan kesetaraan.
Bagi pembaca di Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia Muslim, Nietzsche bukan nama asing. Muhammad Iqbal, pemikir besar Asia Selatan, terlibat dalam dialog kritis dengan Nietzsche, menghargai semangatnya tentang penegasan diri tetapi menolak ateismenya. Di Indonesia, karya-karya Nietzsche dibaca luas di lingkungan mahasiswa filsafat, sastra, dan studi agama, dan berbagai terjemahan serta kajian tentangnya beredar dalam bahasa Indonesia. Kritik Nietzsche atas agama, moralitas, dan asal-usul nilai menjadi bahan penting bagi kajian perbandingan antara filsafat Barat modern dan tradisi pemikiran Islam, termasuk tradisi tasawuf dan etika yang hidup di Aceh. Kehadiran buku ini di perpustakaan pribadi seorang antropolog agama dapat dipahami sebagai bagian dari upaya memahami genealogi sekularisme dan kritik agama di Barat, tanpa perlu mengklaim adanya pengaruh langsung Nietzsche atas masyarakat Aceh.
Secara fisik, eksemplar ini adalah buku bersampul lunak (paperback) yang sudah tampak usang karena pemakaian. Sampul depannya memuat nama NIETZSCHE dan judul HUMAN, ALL TOO HUMAN & BEYOND GOOD AND EVIL, dengan ilustrasi berupa detail dari lukisan triptik The Garden of Earthly Delights karya Hieronymus Bosch, pelukis Belanda abad ke-15 dan ke-16. Pilihan ilustrasi ini selaras dengan tema buku tentang hasrat, moralitas, dan batas-batas kemanusiaan. Tidak terlihat label perpustakaan pada sampul depan. Informasi tentang tahun cetak, nomor ISBN, jumlah halaman, dan halaman judul eksemplar ini belum diperiksa secara langsung.
Sebagai bagian dari Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, buku ini menjadi rujukan bagi kajian tentang filsafat Jerman abad ke-19, kritik moral dan agama dalam pemikiran modern, serta genealogi sekularisme Barat dan perjumpaannya dengan pemikiran Islam. Arsip ini juga menjadi bahan yang memberi masukan bagi kajian-kajian di KBA13 Academy dan KBA13 Insight.
- Status hak cipta
-
Koleksi pribadi KBA13 Academy
- Contributor
-
Helen Zimmern (penerjemah)
Paul V. Cohn (penerjemah)
Raymond Furness (penulis pengantar)
Cara mengutip
Friedrich Nietzsche, Helen Zimmern (penerjemah), Paul V. Cohn (penerjemah), Raymond Furness (penulis pengantar), “Human, All Too Human & Beyond Good and Evil”, Wordsworth Editions, Ware, Hertfordshire (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa), Sampul depan memperlihatkan nama NIETZSCHE dan judul HUMAN, ALL TOO HUMAN & BEYOND GOOD AND EVIL dengan ilustrasi detail lukisan The Garden of Earthly Delights karya Hieronymus Bosch; ciri ini sesuai dengan edisi omnibus Wordsworth Classics of World Literature (terjemahan Helen Zimmern dan Paul V. Cohn, pengantar Raymond Furness), tetapi identifikasi edisi ini masih berdasarkan sampul saja. Karya aslinya terbit 1878–1880 (Menschliches, Allzumenschliches) dan 1886 (Jenseits von Gut und Böse); edisi Wordsworth beredar sejak sekitar 2008 (ISBN 9781840220834) dan dicetak ulang sekitar 2015 (ISBN 9781840225914, xxiii + 693 hlm.). Tahun cetak, ISBN, dan jumlah halaman eksemplar ini belum diverifikasi. Buku bersampul lunak, tampak usang; tidak terlihat label perpustakaan pada sampul., 2008. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2008-0001.