Buku

Isaiah Berlin and the Enlightenment

Oxford University Press, Oxford (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa) · Sampul depan memperlihatkan judul Isaiah Berlin and the Enlightenment, nama penyunting Laurence Brockliss dan Ritchie Robertson, logo OXFORD, serta foto hitam-putih Isaiah Berlin di depan mikrofon. Edisi pertama terbit 2016 oleh Oxford University Press (bersampul keras, ISBN 9780198783930, xiv + 258 hlm.). Eksemplar ini tampak bersampul lunak; apakah ini cetakan bersampul lunak tersendiri belum dapat dipastikan, dan tahun cetak, ISBN, serta jumlah halaman eksemplar ini belum diverifikasi. Terdapat label perpustakaan berwarna biru-putih pada tepi kiri sampul depan. · 2016

Ringkasan

Bunga rampai yang disunting Laurence Brockliss dan Ritchie Robertson ini lahir dari konferensi di Wolfson College, Oxford, dan menilai ulang Isaiah Berlin sebagai sejarawan gagasan. Para kontributor menelaah konsepsi Berlin tentang Pencerahan panjang, dari Machiavelli dan Vico hingga Marx dan Mill, serta konsep Kontra-Pencerahan yang ia kaitkan dengan Hamann dan Herder. Bab-bab tentang Hume, Montesquieu, Rousseau, Diderot, Kant, Moses Hess, dan inteligensia Rusia menunjukkan bahwa gambaran Berlin sering parsial, berutang pada tradisi historisisme Jerman seperti Meinecke, dan bahwa sebagian tokoh yang ia golongkan ke dalam Kontra-Pencerahan sebenarnya lebih dekat pada Pencerahan. Bagian akhir, dengan kontribusi Jeremy Waldron dan Michael Ignatieff, membahas warisan Berlin bagi teori politik dan konstitusionalisme. Buku ini penting bagi kajian sejarah gagasan, pluralisme nilai, dan perdebatan tentang modernitas.

Nomor inventaris
KBA-BKU-2016-0003
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
Oxford University Press, Oxford (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa)
Tanggal terbit
2016
Edisi dan halaman
Sampul depan memperlihatkan judul Isaiah Berlin and the Enlightenment, nama penyunting Laurence Brockliss dan Ritchie Robertson, logo OXFORD, serta foto hitam-putih Isaiah Berlin di depan mikrofon. Edisi pertama terbit 2016 oleh Oxford University Press (bersampul keras, ISBN 9780198783930, xiv + 258 hlm.). Eksemplar ini tampak bersampul lunak; apakah ini cetakan bersampul lunak tersendiri belum dapat dipastikan, dan tahun cetak, ISBN, serta jumlah halaman eksemplar ini belum diverifikasi. Terdapat label perpustakaan berwarna biru-putih pada tepi kiri sampul depan.
Klasifikasi LC
B802 — Filsafat modern: Pencerahan dan filsafat abad ke-18
Subjek LCSH
Berlin, Isaiah, 1909-1997; Enlightenment; Philosophy, Modern--18th century; Intellectual history
Kategori BISAC
PHI016000 PHILOSOPHY / History & Surveys / Modern; PHI019000 PHILOSOPHY / Political
Bahasa
Inggris
Keterangan
Isaiah Berlin and the Enlightenment adalah bunga rampai akademik yang disunting oleh Laurence Brockliss dan Ritchie Robertson, dua sejarawan intelektual terkemuka dari Universitas Oxford. Laurence Brockliss adalah sejarawan Prancis dan Eropa awal modern, dengan minat khusus pada sejarah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kedokteran, serta lama menjadi Fellow di Magdalen College, Oxford. Ritchie Robertson adalah germanis dan sejarawan gagasan yang pernah memegang jabatan Taylor Professor of German di Oxford dan dikenal luas melalui karya-karyanya tentang Kafka, sastra Jerman-Yahudi, dan Pencerahan; ia juga anggota British Academy. Keduanya mengumpulkan para pakar dari berbagai disiplin, seperti filsafat, teori politik, sejarah, sastra Jerman dan Rusia, serta studi Yahudi, untuk menilai ulang warisan Isaiah Berlin sebagai sejarawan gagasan. Isaiah Berlin (1909–1997), tokoh yang menjadi pusat kajian buku ini, lahir di Riga, mengalami Revolusi Rusia di Petrograd semasa kanak-kanak, lalu bermigrasi ke Inggris bersama keluarganya. Ia menghabiskan hampir seluruh kariernya di Oxford, menjadi Chichele Professor of Social and Political Theory, presiden pendiri Wolfson College, dan presiden British Academy. Esainya tentang dua konsep kebebasan, pembelaannya terhadap pluralisme nilai, serta tulisan-tulisannya tentang Vico, Hamann, Herder, dan para pemikir Rusia menjadikannya salah satu intelektual publik paling berpengaruh di dunia berbahasa Inggris pada abad ke-20. Konsep Kontra-Pencerahan (Counter-Enlightenment), yang ia populerkan, menjadi salah satu kerangka paling sering dipakai sekaligus paling sering diperdebatkan dalam sejarah gagasan modern. Buku ini lahir dari sebuah konferensi bertema Isaiah Berlin's Enlightenment yang diselenggarakan oleh kedua penyunting di Wolfson College, Oxford, perguruan yang didirikan Berlin sendiri. Hasilnya diterbitkan oleh Oxford University Press pada 2016 dalam edisi bersampul keras (ISBN 9780198783930), dengan deskripsi fisik xiv + 258 halaman, serta tersedia dalam versi elektronik di Oxford Scholarship Online. Pustaka-pustaka katalog yang dapat ditelusuri mencatatnya sebagai edisi pertama. Sampul eksemplar ini memperlihatkan logo OXFORD, sehingga penerbitnya dapat dipastikan, namun apakah eksemplar ini merupakan cetakan bersampul lunak tersendiri atau bentuk lain belum dapat dikonfirmasi karena katalog daring terutama mencatat edisi bersampul keras. Struktur buku ini dibagi ke dalam empat bagian besar, yakni gagasan dalam konteksnya, para pemikir Pencerahan, persoalan Kontra-Pencerahan, dan warisan Berlin. Pengantar dari Laurence Brockliss menegaskan bahwa Berlin cenderung diabaikan oleh filsuf dan sejarawan intelektual profesional, tetapi sangat dihormati oleh publik terdidik; karena itu, buku ini memilih menilai Berlin terutama sebagai sejarawan gagasan, bukan sebagai filsuf atau juru bicara liberalisme. Bagian kontekstual memuat antara lain kajian Avi Lifschitz tentang posisi Berlin di antara Friedrich Meinecke dan Ernst Cassirer, yang memperlihatkan betapa banyak Berlin mewarisi dari tradisi historisisme Jerman, serta tulisan T. J. Reed tentang Kant dan Pencerahan yang mengkritik penyederhanaan Berlin atas Kant, khususnya tafsirnya atas ungkapan tentang kayu bengkok kemanusiaan. Untuk memahami latar buku ini, perlu dicatat bahwa pandangan Berlin tentang Pencerahan tersebar dalam banyak esai dan kuliah, bukan dalam satu monografi sistematis. Antologi The Age of Enlightenment (1956), yang ia susun untuk seri tentang para filsuf abad ke-18, memuat pengantar dan komentarnya atas Locke, Voltaire, Berkeley, Hume, dan para pemikir sezamannya. Esai-esainya tentang Vico, Hamann, dan Herder kemudian dihimpun oleh Henry Hardy, penyunting utama karya-karya Berlin, dalam Three Critics of the Enlightenment (2000). Karena sifatnya yang tersebar inilah para kontributor buku ini berupaya merekonstruksi konsepsi Berlin dari berbagai teks, sambil membandingkannya dengan kajian Pencerahan yang lebih mutakhir. Bagian tentang para pemikir Pencerahan menguji bagaimana Berlin membaca tokoh-tokoh kunci. David Leopold menilai bacaan Berlin atas Marx; P. J. E. Kail membahas Hume; Karen O'Brien menelaah Montesquieu; Christopher Brooke membahas Rousseau, yang menurutnya tidak pernah diperlakukan Berlin sebagai teoretikus serius; dan Alan Ryan membandingkan liberalisme Berlin dengan liberalisme John Stuart Mill. Sebagian besar kontributor menemukan bahwa gambaran Berlin tentang para pemikir ini kerap tidak akurat atau parsial, meskipun tetap tajam secara intuitif. Bagian tentang Kontra-Pencerahan menyoroti para tokoh yang oleh Berlin ditempatkan di seberang Pencerahan. Ritchie Robertson menulis tentang Machiavelli; John Robertson menelaah Vico dan mempersoalkan koherensi historis potret Berlin tentangnya; Marian Hobson membahas Diderot dan Hamann serta menolak kategorisasi yang terlalu sederhana; Kevin Hilliard menilai bacaan Berlin atas Herder; Ken Koltun-Fromm membahas Moses Hess; dan Derek Offord menelaah hubungan Berlin dengan inteligensia Rusia, bidang yang sangat dekat dengan biografi Berlin sendiri. Kedua penyunting juga menulis kajian bersama yang berargumen bahwa dikotomi Pencerahan dan Kontra-Pencerahan dalam karya Berlin terlalu kasar, mengeluarkan para pemikir Jerman seperti Kant dari Pencerahan, dan mengandung unsur pembentukan mitos. Bagian penutup tentang warisan Berlin menampilkan Jeremy Waldron, yang berpendapat bahwa fokus Berlin pada konsep-konsep moral dan politik telah mendorong teori politik menjauh dari kajian desain kelembagaan, dan bahwa konstitusionalisme Pencerahan sebenarnya bersifat pluralis. Michael Ignatieff, penulis biografi Berlin, memberikan pembelaan dengan menyatakan bahwa Berlin menerima begitu saja pelajaran konstitusionalisme Pencerahan. Konsep-konsep kunci yang berulang dalam buku ini adalah Kontra-Pencerahan, pluralisme nilai versus monisme, historisisme, romantisisme, liberalisme, dan pertanyaan tentang bagaimana sejarah gagasan dapat ditulis dengan adil tanpa terjebak polemik. Penerimaan akademik atas buku ini menunjukkan bahwa ia dibaca sebagai kajian kritis yang serius. Ulasan Charles Blattberg dalam Notre Dame Philosophical Reviews (2017) mencatat bahwa sebagian besar kontributor menemukan masalah serius dalam karya historis Berlin dan bahwa banyak kritik tersebut meyakinkan. Namun, ulasan itu juga berargumen bahwa sejarah gagasan Berlin tidak dapat dipisahkan dari filsafatnya, karena Pencerahan dalam karya Berlin mewakili monisme sedangkan Kontra-Pencerahan mewakili pluralisme, dan bahwa jasa Berlin dalam menghidupkan kembali persoalan tentang yang satu dan yang banyak tetap besar. Ulasan itu juga mempersoalkan sebagian tafsir Waldron dan pembelaan Ignatieff, serta mempertanyakan penjelasan psikologis tentang trauma masa kecil Berlin yang diajukan dalam salah satu bab. Relevansi buku ini bagi Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia Muslim terletak pada perdebatan yang lebih luas tentang Pencerahan, modernitas, dan pluralisme. Kerangka Pencerahan dan Kontra-Pencerahan kerap dipakai, langsung maupun tidak langsung, untuk membaca ketegangan antara universalisme nilai dan kekhasan budaya, termasuk dalam perdebatan tentang demokrasi, hak asasi manusia, dan peran agama di ruang publik. Gagasan Berlin tentang pluralisme nilai juga sering dirujuk dalam diskusi tentang masyarakat majemuk, termasuk di Indonesia. Bagi studi tentang Aceh, buku ini tidak membahas wilayah tersebut, tetapi menyediakan perangkat konseptual untuk memikirkan hubungan antara hukum, tradisi lokal, dan klaim universal modernitas secara lebih hati-hati. Buku ini juga melengkapi minat pemilik perpustakaan terhadap pemikiran Isaiah Berlin. Secara fisik, eksemplar ini adalah buku bersampul lunak menurut pengamatan atas sampulnya, dengan logo OXFORD pada sampul depan. Ilustrasi sampul berupa foto hitam-putih Isaiah Berlin yang sedang berbicara di depan mikrofon. Pada tepi kiri sampul depan terdapat label perpustakaan berwarna biru dan putih. Tahun cetak, nomor ISBN, dan jumlah halaman eksemplar ini belum diperiksa secara langsung dari halaman judul atau halaman hak cipta. Sebagai bagian dari Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, buku ini menjadi rujukan bagi kajian tentang pemikiran Isaiah Berlin, sejarah Pencerahan dan Kontra-Pencerahan, pluralisme nilai, serta historiografi gagasan politik modern. Arsip ini juga menjadi bahan yang memberi masukan bagi kajian-kajian di KBA13 Academy dan KBA13 Insight.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Contributor
Laurence Brockliss (editor) Ritchie Robertson (editor)
Koleksi
Buku

Cara mengutip

Laurence Brockliss (editor), Ritchie Robertson (editor) (ed.), “Isaiah Berlin and the Enlightenment”, Oxford University Press, Oxford (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa), Sampul depan memperlihatkan judul Isaiah Berlin and the Enlightenment, nama penyunting Laurence Brockliss dan Ritchie Robertson, logo OXFORD, serta foto hitam-putih Isaiah Berlin di depan mikrofon. Edisi pertama terbit 2016 oleh Oxford University Press (bersampul keras, ISBN 9780198783930, xiv + 258 hlm.). Eksemplar ini tampak bersampul lunak; apakah ini cetakan bersampul lunak tersendiri belum dapat dipastikan, dan tahun cetak, ISBN, serta jumlah halaman eksemplar ini belum diverifikasi. Terdapat label perpustakaan berwarna biru-putih pada tepi kiri sampul depan., 2016. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2016-0003.