Buku

The Jewish Writings

Schocken Books, New York (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa) · Pada sampul depan terlihat judul, nama Hannah Arendt, nama penyunting Jerome Kohn dan Ron H. Feldman, serta kutipan pujian dari Judith Butler (London Review of Books), dengan sampul biru bertekstur kain dan huruf emas. Ciri ini sesuai dengan terbitan Schocken Books; edisi sampul keras (2007) atau sampul lunak (2008, ISBN 9780805211948) belum dapat dipastikan. Tahun cetak eksemplar ini, ISBN, dan jumlah halaman belum diperiksa. Sampul tampak aus dan terdapat label perpustakaan pada tepi kiri. · 2007

Ringkasan

Kumpulan ini menghimpun tulisan Hannah Arendt tentang persoalan Yahudi, antisemitisme, Zionisme, dan politik bangsa Yahudi dari awal 1930-an hingga pertengahan 1960-an. Disunting oleh Jerome Kohn dan Ron H. Feldman dan diterbitkan Schocken Books pada 2007, buku ini memuat esai awal tentang Pencerahan dan Rahel Varnhagen, naskah tentang antisemitisme yang tidak terbit semasa hidup Arendt, kolom-kolomnya di surat kabar Aufbau, esai terkenal seperti We Refugees, The Jew as Pariah, dan Zionism Reconsidered, serta dokumen dari kontroversi Eichmann in Jerusalem. Banyak teks berbahasa Jerman di dalamnya untuk pertama kali tersedia dalam bahasa Inggris. Buku ini memperlihatkan betapa sentral pengalaman Yahudi bagi pemikiran politik Arendt, terutama gagasan tentang pariah dan parvenu, tindakan politik kaum minoritas, nasib orang tanpa kewarganegaraan, serta usulan federasi Arab-Yahudi di Palestina. Kumpulan ini tetap menjadi bahan perdebatan tentang Zionisme, nasionalisme, dan hak pengungsi hingga kini.

Nomor inventaris
KBA-BKU-2007-0001
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
Schocken Books, New York (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa)
Tanggal terbit
2007
Edisi dan halaman
Pada sampul depan terlihat judul, nama Hannah Arendt, nama penyunting Jerome Kohn dan Ron H. Feldman, serta kutipan pujian dari Judith Butler (London Review of Books), dengan sampul biru bertekstur kain dan huruf emas. Ciri ini sesuai dengan terbitan Schocken Books; edisi sampul keras (2007) atau sampul lunak (2008, ISBN 9780805211948) belum dapat dipastikan. Tahun cetak eksemplar ini, ISBN, dan jumlah halaman belum diperiksa. Sampul tampak aus dan terdapat label perpustakaan pada tepi kiri.
Penulis
Hannah Arendt
Klasifikasi LC
DS141 .A6993 2007 — Yahudi: sejarah politik dan sosial, antisemitisme, dan persoalan Yahudi
Subjek LCSH
Jews--Politics and government--20th century; Jews--Identity; Antisemitism; Zionism; Jewish question
Kategori BISAC
HIS022000 HISTORY / Jewish; PHI019000 PHILOSOPHY / Political
Bahasa
Inggris
Keterangan
The Jewish Writings menghimpun tulisan-tulisan Hannah Arendt (1906–1975) mengenai persoalan Yahudi, antisemitisme, Zionisme, dan politik bangsa Yahudi, yang ditulis sepanjang empat dekade, dari awal 1930-an hingga pertengahan 1960-an. Arendt lahir di Hannover dan dibesarkan di Königsberg, belajar filsafat di Marburg, Freiburg, dan Heidelberg, lalu menulis disertasi tentang konsep cinta pada Agustinus di bawah bimbingan Karl Jaspers. Setelah Nazi berkuasa pada 1933, ia sempat ditahan, kemudian melarikan diri ke Paris, tempat ia bekerja untuk organisasi Yahudi yang membantu pemindahan pemuda Yahudi ke Palestina. Pada 1941 ia tiba di Amerika Serikat sebagai pengungsi tanpa kewarganegaraan, dan baru menjadi warga negara Amerika satu dekade kemudian. Ia dikenal luas melalui The Origins of Totalitarianism (1951), The Human Condition (1958), dan Eichmann in Jerusalem (1963), serta mengajar antara lain di University of Chicago dan New School for Social Research di New York. Buku ini disunting oleh Jerome Kohn dan Ron H. Feldman. Kohn pernah menjadi asisten pengajar Arendt di New School, kemudian menjadi wali amanat Hannah Arendt Bluecher Literary Trust dan penyunting sejumlah kumpulan anumerta karya Arendt, seperti Essays in Understanding dan Responsibility and Judgment. Feldman sebelumnya menyunting The Jew as Pariah (1978), antologi pertama dalam bahasa Inggris yang mengumpulkan esai-esai Yahudi Arendt dan memperkenalkan sisi pemikirannya yang selama itu kurang diperhatikan. The Jewish Writings dapat dibaca sebagai perluasan besar dari proyek tersebut: sebagian besar teksnya, terutama yang semula ditulis dalam bahasa Jerman, untuk pertama kali tersedia dalam bahasa Inggris, dan penerjemahannya banyak dikerjakan oleh John E. Woods. Edisi pertama terbit dalam format sampul keras oleh Schocken Books, New York, pada 2007, sebagai bagian dari rangkaian penerbitan ulang karya Arendt oleh penerbit tersebut. Edisi sampul lunak dari Schocken menyusul pada awal 2008 dengan ISBN 9780805211948. Kedua edisi memuat kata pengantar Kohn berjudul A Jewish Life: 1906–1975, catatan tentang teks, riwayat publikasi setiap tulisan, serta pendahuluan Feldman yang mengambil judul dari tema pariah. Di bagian akhir terdapat penutup karya Edna Brocke, keponakan Arendt, yang menuliskan kenangan pribadi tentang bibinya. Struktur buku mengikuti urutan dekade. Bagian pertama, tentang tahun 1930-an, memuat esai awal seperti The Enlightenment and the Jewish Question dan tulisan tentang Rahel Varnhagen, perempuan Yahudi Berlin abad kesembilan belas yang menjadi subjek biografi Arendt. Bagian ini juga memuat catatan tentang pendidikan pemuda Yahudi, ulasan tentang Martin Buber, serta naskah panjang tentang antisemitisme yang tidak diterbitkan semasa hidup Arendt dan dapat dibaca sebagai bahan awal bagi bagian pertama The Origins of Totalitarianism. Bagian kedua, tentang tahun 1940-an, merupakan bagian paling tebal. Di dalamnya terdapat kolom-kolom Arendt untuk surat kabar berbahasa Jerman Aufbau di New York, yang antara lain menyerukan pembentukan tentara Yahudi untuk melawan Hitler, serta esai terkenal We Refugees, The Jew as Pariah: A Hidden Tradition, Zionism Reconsidered, The Jewish State: Fifty Years After, dan To Save the Jewish Homeland. Bagian ketiga dan keempat, tentang tahun 1950-an dan 1960-an, lebih ringkas. Di sini termuat esai Peace or Armistice in the Near East?, penghormatan kepada Judah L. Magnes, ulasan atas karya Léon Poliakov tentang Holokaus, dan sejumlah dokumen dari kontroversi seputar Eichmann in Jerusalem, termasuk surat Arendt kepada Gershom Scholem, jawaban atas pertanyaan wartawan Samuel Grafton, percakapan dengan Thilo Koch, serta tanggapannya kepada Jacob Robinson. Dengan demikian pembaca dapat menelusuri perkembangan pemikiran Arendt dari seorang aktivis Zionis yang kritis pada 1930-an, menjadi pengkritik tajam arah Zionisme arus utama pada 1940-an, hingga menjadi tokoh yang dikecam luas oleh banyak kalangan Yahudi setelah 1963. Beberapa konsep kunci menonjol dalam kumpulan ini. Pertama, pasangan pariah dan parvenu, yang dipinjam Arendt dari Bernard Lazare: parvenu berusaha diterima masyarakat mayoritas dengan menyangkal asal-usulnya, sedangkan pariah sadar memilih posisi di pinggiran dan menjadikannya sudut pandang kritis. Kedua, gagasan bahwa orang Yahudi harus bertindak secara politik sebagai bangsa Yahudi, bukan sekadar mengandalkan perlindungan para dermawan atau negara. Ketiga, kritik terhadap negara-bangsa yang tidak mampu melindungi minoritas dan orang tanpa kewarganegaraan, yang kelak dirumuskan sebagai hak untuk memiliki hak. Keempat, usulan federasi atau negara binasional Arab-Yahudi di Palestina sebagai alternatif terhadap negara Yahudi yang menurutnya akan bergantung pada kekuatan besar dan hidup dalam permusuhan abadi dengan tetangganya. Penerimaan buku ini luas dan diwarnai perdebatan. Judith Butler menulis ulasan panjang di London Review of Books pada 2007, sebagian kutipannya tercetak pada sampul, dan membaca Arendt sebagai sumber bagi kritik Yahudi terhadap nasionalisme serta bagi pemikiran tentang kehidupan bersama yang plural. Pembacaan semacam ini disambut sebagian kalangan kiri, tetapi juga ditolak oleh para pengkritik yang menilai bahwa Arendt keliru membaca situasi Palestina pada 1940-an dan bahwa pandangannya tentang dewan-dewan Yahudi dalam buku Eichmann tidak adil. Para sarjana Arendt umumnya sepakat bahwa kumpulan ini membuktikan betapa sentral pengalaman Yahudi bagi pemikiran politiknya, sesuatu yang dahulu sering dikesampingkan dalam pembacaan yang berfokus pada filsafat tindakan dan ruang publik. Sebagian pengulas juga mencatat bahwa beberapa tulisan jurnalistik di dalamnya bersifat sesaat dan berulang. Relevansi buku ini bagi Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia Muslim perlu dinyatakan secara jujur. Arendt tidak menulis tentang Islam atau tentang kawasan ini, dan pandangannya tentang bangsa Arab dalam beberapa tulisan mencerminkan keterbatasan zamannya. Namun analisisnya tentang pengungsi, orang tanpa kewarganegaraan, dan nasib minoritas di dalam negara-bangsa memberi kerangka yang berguna untuk membaca persoalan kontemporer di kawasan ini, misalnya krisis pengungsi Rohingya yang berulang kali tiba di pesisir Aceh dan menimbulkan perdebatan publik tentang kewajiban kemanusiaan dan batas kemampuan masyarakat lokal. Kritiknya terhadap Zionisme negara dan usulan binasionalnya juga sering dirujuk dalam diskusi tentang Palestina, isu yang mendapat perhatian besar di Indonesia. Bagi pembaca Muslim, tulisan-tulisannya tentang antisemitisme sekaligus mengingatkan perlunya membedakan dengan cermat antara kritik terhadap kebijakan negara Israel dan kebencian terhadap orang Yahudi sebagai kelompok. Bagi kajian hukum dan antropologi politik di Aceh, gagasan Arendt tentang hubungan antara identitas kelompok, tindakan politik, dan perlindungan hukum juga dapat menjadi bahan perbandingan. Aceh memiliki pengalaman panjang dengan konflik bersenjata, pengungsian internal, dan perundingan perdamaian, serta dengan pertanyaan tentang bagaimana sebuah komunitas dengan identitas sejarah yang kuat menegosiasikan tempatnya di dalam negara-bangsa. Perbandingan semacam itu tentu harus dilakukan dengan hati-hati, karena konteks Yahudi Eropa abad kedua puluh sangat berbeda; namun kategori pariah, parvenu, dan hak untuk memiliki hak dapat membantu mempertajam pertanyaan penelitian tentang minoritas, pengungsi, dan kewargaan. Secara fisik, eksemplar ini bersampul biru dengan tekstur menyerupai kain dan huruf berwarna emas, serta memuat kutipan pujian dari Judith Butler yang bersumber dari London Review of Books. Ciri sampul ini cocok dengan terbitan Schocken Books, tetapi apakah eksemplar ini edisi sampul keras 2007 atau sampul lunak 2008 belum dapat dipastikan dari foto sampul depan saja. Kondisinya tampak aus karena pemakaian, dan terdapat label perpustakaan pada tepi kiri sampul. Halaman judul, halaman hak cipta, ISBN, dan jumlah halaman eksemplar ini belum diperiksa. Sebagai bagian dari Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, buku ini menjadi rujukan bagi kajian tentang pemikiran politik Hannah Arendt, sejarah antisemitisme dan Zionisme, persoalan pengungsi dan orang tanpa kewarganegaraan, serta hubungan antara identitas keagamaan, minoritas, dan negara-bangsa. Arsip ini juga menjadi bahan yang memberi masukan bagi kajian-kajian di KBA13 Academy dan KBA13 Insight.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Contributor
Jerome Kohn (editor) Ron H. Feldman (editor) John E. Woods (penerjemah sebagian teks dari bahasa Jerman) Edna Brocke (penulis kata penutup)
Koleksi
Buku

Cara mengutip

Hannah Arendt, Jerome Kohn (editor), Ron H. Feldman (editor), John E. Woods (penerjemah sebagian teks dari bahasa Jerman), Edna Brocke (penulis kata penutup), “The Jewish Writings”, Schocken Books, New York (penerbit edisi pertama; edisi eksemplar ini belum diperiksa), Pada sampul depan terlihat judul, nama Hannah Arendt, nama penyunting Jerome Kohn dan Ron H. Feldman, serta kutipan pujian dari Judith Butler (London Review of Books), dengan sampul biru bertekstur kain dan huruf emas. Ciri ini sesuai dengan terbitan Schocken Books; edisi sampul keras (2007) atau sampul lunak (2008, ISBN 9780805211948) belum dapat dipastikan. Tahun cetak eksemplar ini, ISBN, dan jumlah halaman belum diperiksa. Sampul tampak aus dan terdapat label perpustakaan pada tepi kiri., 2007. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2007-0001.