Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh
Oleh Tim Penulis IAIN Ar-Raniry, Azyumardi Azra (pengantar), T. H. Ibrahim Alfian (pengantar)
Ar-Raniry Press, Banda Aceh · Tim Penulis IAIN Ar-Raniry. Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh. Pengantar Azyumardi Azra dan T. H. Ibrahim Alfian. Banda Aceh: Ar-Raniry Press, 2004. · 2004
Ringkasan
Ensiklopedi karya Tim Penulis IAIN Ar-Raniry ini memuat biografi pemikiran 26 ulama Aceh dari abad ke-19 dan ke-20, dari ulama penggerak Perang Aceh seperti Teungku Chik Pante Kulu hingga ulama dayah, pembaru pendidikan, akademisi hukum Islam, dan penulis sejarah. Buku ini dibuka dengan dua pengantar, dari Azyumardi Azra tentang jaringan ulama global dan dari T. H. Ibrahim Alfian tentang intelektualisme dan politik ulama Aceh.
- Nomor inventaris
- KBA-BKU-2004-0003
- Jenis dokumen
- Buku
- Sumber terbitan
- Ar-Raniry Press, Banda Aceh
- Tanggal terbit
- 2004
- Edisi dan halaman
- Tim Penulis IAIN Ar-Raniry. Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh. Pengantar Azyumardi Azra dan T. H. Ibrahim Alfian. Banda Aceh: Ar-Raniry Press, 2004.
- Penulis
- Tim Penulis IAIN Ar-Raniry
- Subjek
- Ulama Aceh Pemikiran Islam Biografi ulama Sejarah intelektual Aceh Jaringan ulama Dayah Perang Aceh Hikayat Prang Sabi IAIN Ar-Raniry Ensiklopedi
- Klasifikasi LC
- BP63.I52 A33 2004 — Islam: Indonesia, Aceh; biografi ulama (perkiraan nomor kelas; belum diverifikasi)
- Subjek LCSH
- Ulama--Indonesia--Aceh--Biography; Islam--Indonesia--Aceh--History; Islamic scholars--Indonesia--Aceh; Aceh (Indonesia)--Intellectual life
- Kategori BISAC
- REL037000 RELIGION / Islam / General; BIO018000 BIOGRAPHY & AUTOBIOGRAPHY / Religious; HIS003000 HISTORY / Asia / General
- Bahasa
- Indonesia
- Keterangan
- Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh adalah karya rujukan yang disusun oleh Tim Penulis IAIN Ar-Raniry dan diterbitkan Ar-Raniry Press di Banda Aceh pada tahun 2004. Buku ini lahir pada sebuah momen yang genting dalam sejarah Aceh modern: perundingan damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka belum menemukan jalan keluar, status Nanggroe Aceh Darussalam baru beberapa tahun berjalan, dan kerangka hukum pelaksanaan syariat Islam sedang dirumuskan. Dalam suasana seperti itu, sekelompok dosen muda dari lingkungan Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry memilih bekerja di wilayah yang kerap terabaikan, yaitu pemetaan pemikiran para ulama Aceh yang hidup antara akhir abad ke-19 dan penghujung abad ke-20. Kerja itu menghasilkan narasi tentang dua puluh enam tokoh ulama, sebagaimana dicatat T. H. Ibrahim Alfian dalam pengantarnya, dan oleh sejarawan Universitas Gadjah Mada itu disebut sebagai ensiklopedi pemikiran ulama Aceh yang paling lengkap sepanjang pengetahuannya pada saat terbit. Keistimewaan pertama buku ini terletak pada sudut pandangnya. Sebagian besar literatur sebelumnya menempatkan ulama Aceh sebagai pelengkap sejarah perang atau sebagai figur kharismatik yang dikenang lewat makam dan nama lembaga. Ensiklopedi ini mencoba bergerak selangkah lebih jauh dengan menelusuri gagasan, karya, dan corak berpikir para tokoh, sehingga ulama tampil sebagai produsen pengetahuan, bukan sekadar simbol identitas. Pilihan para penulis mencakup ulama penyair dan panglima perang abad ke-19 seperti Teungku Chik Pante Kulu dan Teungku Chik di Tiro, ulama dayah abad ke-20 yang mengembangkan pendidikan berbasis masyarakat, para pembaru pendidikan dan penggerak nasionalisme, hingga para akademisi yang membangun tradisi ilmu hukum Islam di perguruan tinggi. Bab pembuka buku ini sendiri, karya Nur Chalis Sofyan, membaca Hikayat Prang Sabi bait demi bait dengan pendekatan hermeneutik untuk menunjukkan bagaimana Teungku Chik Pante Kulu meramu sastra Arab permulaan Islam, ingatan sejarah Aceh, dan bahasa sehari-hari rakyat menjadi energi perlawanan. Keistimewaan kedua terletak pada dua pengantar yang membingkai seluruh isi. Azyumardi Azra, yang ketika itu menjabat Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan guru besar sejarah Islam, menulis pengantar berjudul "Ulama Aceh dalam Jaringan Ulama Global dan Renaisans Pemikiran Islam Nusantara". Pengantar ini menempatkan Aceh sebagai wilayah pertama di Nusantara tempat jaringan ulama Haramain menemukan akar dan momentumnya, menguraikan peran Nuruddin al-Raniri dan Abdurrauf al-Sinkili sebagai mata rantai pembaruan abad ke-17, lalu menghubungkan tradisi tersebut dengan generasi ulama Aceh abad ke-19 dan ke-20. T. H. Ibrahim Alfian, guru besar ilmu sejarah Universitas Gadjah Mada, menulis pengantar kedua berjudul "Intelektualisme dan Politik Ulama Aceh dalam Ensiklopedi". Pengantar ini lebih banyak menyoroti fungsi intelektual dan politik ulama, membaca Hikayat Prang Sabi sebagai resistensi kognitif terhadap kolonialisme, mengingatkan peran Teungku Abdullah Ujong Rimba dan Teungku Djakfar Hanafiah dalam melenturkan pemikiran Islam Aceh pada dekade 1970-an dan 1980-an, serta mengajak pembaca memperlakukan pemilihan tokoh sebagai politik wacana yang patut didiskusikan secara terbuka. Nilai historiografis buku ini juga tampak dari profil para penulisnya. Sebagian besar dari mereka pada 2004 adalah dosen muda Fakultas Syari'ah, Adab, Tarbiyah, dan Dakwah IAIN Ar-Raniry yang baru menyelesaikan program magister di dalam maupun luar negeri, antara lain di Leiden, McGill, Australian National University, International Islamic University Malaysia, Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Al-Azhar, UIN Syarif Hidayatullah, IAIN Sunan Kalijaga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Padjadjaran. Dua dekade kemudian banyak di antara mereka tampil sebagai guru besar, dekan, pemimpin lembaga dakwah, imam besar, dan peneliti yang karyanya menjadi rujukan studi Aceh. Dengan demikian, ensiklopedi ini sekaligus merekam satu generasi kesarjanaan Aceh pada titik awal kariernya, dan karena itu dapat dibaca sebagai dokumen sejarah intelektual institusi IAIN Ar-Raniry yang kemudian beralih status menjadi UIN Ar-Raniry pada 2013. Bagi pembaca masa kini, buku ini berguna setidaknya dalam tiga cara. Pertama, sebagai pintu masuk awal untuk mengenal tokoh-tokoh ulama Aceh yang belum banyak ditulis dalam bahasa Indonesia secara sistematis. Kedua, sebagai bahan perbandingan bagi penelitian yang lebih baru, karena sebagian data biografis yang dimuat dapat diuji ulang dengan sumber arsip, naskah, dan kajian akademik terkini. Ketiga, sebagai bukti bahwa produksi pengetahuan tentang Aceh dari dalam Aceh sendiri sudah berlangsung jauh sebelum gelombang riset pascatsunami dan pascadamai. Para penulis tidak menunggu sarjana asing untuk mendefinisikan ulama mereka; mereka menulis dengan bahasa, kepekaan, dan kegelisahan orang yang hidup di tengah masyarakat yang sedang dilanda konflik. Tentu buku ini juga memiliki keterbatasan yang wajar bagi karya kolektif pada masanya. Gaya penulisan antarbab tidak seragam, sebagian bab lebih bersifat deskriptif daripada analitis, dan sejumlah tokoh penting tidak dimasukkan, sebagaimana diakui sendiri oleh Ibrahim Alfian ketika menyebut Teungku Djakfar Hanafiah sebagai tokoh yang tidak disebut dalam buku ini. Keterbatasan itu justru membuka agenda lanjutan: penulisan edisi revisi, penambahan entri tentang ulama perempuan, ulama dari wilayah tengah dan barat-selatan Aceh, serta pembacaan baru atas karya-karya berbahasa Jawi dan Aceh yang belum tersentuh. Alfian sendiri menutup pengantarnya dengan ajakan agar pembaca melahirkan ensiklopedi ulama versi baru jika perdebatan yang dibuka buku ini sungguh-sungguh terjadi. Dalam Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, entri buku ini menjadi induk bagi beberapa entri teks yang dipisahkan secara tersendiri agar dapat dibaca utuh, dikutip dengan tepat, dan dijadikan bahan kajian. Pengantar Azyumardi Azra, pengantar T. H. Ibrahim Alfian, dan bab tentang Teungku Chik Pante Kulu masing-masing tersedia sebagai edisi teks yang disalin dari halaman cetak dan ditata ulang tanpa gambar, dengan tetap mempertahankan ejaan, istilah, dan catatan akhir aslinya. Penyalinan bab-bab lain akan menyusul sesuai ketersediaan bahan. Data para penulis yang tercantum pada bagian "Sekilas Tentang Penulis" juga menjadi sumber bagi entri tokoh di Acehnologi, gerbang studi Aceh dalam ekosistem yang sama, sehingga pembaca dapat bergerak dari buku ke penulisnya, dari penulis ke tokoh yang mereka tulis, dan dari tokoh ke jaringan keilmuan yang melingkupinya. Sampul depan buku ini memperlihatkan kolase Masjidil Haram dan Masjid Raya Baiturrahman yang disandingkan dengan naskah tua dan citra benda-benda langit, sebuah isyarat visual tentang hubungan Aceh dengan Haramain dan tentang ilmu sebagai warisan yang melintasi ruang dan waktu. Lambang IAIN Ar-Raniry tercetak di bagian kiri bawah, dan nama kedua pemberi pengantar tercantum di bagian kanan bawah. Eksemplar dalam koleksi ini memperlihatkan bekas pemakaian berupa retakan pada laminasi sampul dan sebuah label kecil di sisi kiri bawah, jejak perjalanan sebuah buku yang banyak dibaca. Untuk keperluan sitasi, buku ini lazim dirujuk dalam literatur sebagai karya Tim Penulis IAIN Ar-Raniry dengan judul Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh, terbitan Ar-Raniry Press, Banda Aceh, tahun 2004. Sebagian peneliti mencantumkan nama salah seorang penulis sebagai pengarang utama, padahal sampul dan halaman judul menegaskan bahwa karya ini adalah hasil kerja kolektif. Pembaca yang hendak mengutip bab tertentu dianjurkan menyebut nama penulis bab, judul bab, dan halaman, kemudian merujuk buku induknya, karena setiap bab ditulis dengan pendekatan dan tanggung jawab ilmiah penulisnya masing-masing.
- Status hak cipta
- Koleksi pribadi KBA13 Academy
- Contributor
- Azyumardi Azra (pengantar) T. H. Ibrahim Alfian (pengantar)
- Koleksi
- Buku
Cara mengutip
Tim Penulis IAIN Ar-Raniry, Azyumardi Azra (pengantar), T. H. Ibrahim Alfian (pengantar), “Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh”, Ar-Raniry Press, Banda Aceh, Tim Penulis IAIN Ar-Raniry. Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh. Pengantar Azyumardi Azra dan T. H. Ibrahim Alfian. Banda Aceh: Ar-Raniry Press, 2004., 2004. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2004-0003.
Dokumen terkait

Abu Habib Muda Seunagan: Republiken Sejati dari Aceh
Sehat Ihsan Shadiqin

Ulama, Separatisme, & Radikalisme di Aceh
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Ulama Aceh dalam Jaringan Ulama Global dan Renaisans Pemikiran Islam Nusantara
Azyumardi Azra
Intelektualisme dan Politik Ulama Aceh dalam Ensiklopedi
T. H. Ibrahim Alfian