Kebudayaan, Pendidikan, Persekolahan (Kolom, Tempo, 9 Mei 2010)
Tempo, Jakarta · Majalah Tempo, 9 Mei 2010, rubrik Kolom, hlm. 48–49 · 2010-05-09
Ringkasan
Kolom Daoed Joesoef (1926–2018), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1978–1983, menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2010. Ia membedakan secara tegas pendidikan (education) dari persekolahan (schooling) dan menilai Indonesia tidak memiliki sistem pendidikan nasional, melainkan "anarki persekolahan". Daoed mengkritik pemisahan kebudayaan dari pendidikan sejak era Presiden Abdurrahman Wahid, serta pengabaian asas persamaan (equality) dan kesetaraan yang adil (equity) warisan Ki Hadjar Dewantara, yang tampak dalam proyek Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang ia sebut menciptakan "kastanisasi". Ia juga menimbang risiko homeschooling yang menjauhkan anak dari kemajemukan Indonesia, lalu menyerukan konsep pendidikan nasional yang futuristik sebagai warisan bagi bangsa, dengan melibatkan partai politik dan organisasi masyarakat.
Cara mengutip
Daoed Joesoef, “Kebudayaan, Pendidikan, Persekolahan (Kolom, Tempo, 9 Mei 2010)”, Tempo, Jakarta, Majalah Tempo, 9 Mei 2010, rubrik Kolom, hlm. 48–49, 2010-05-09. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-MJL-2010-0004.