Kliping

KEN-2050 dan Dilema Harga BBM

Kompas · 2014-10-09

Ringkasan

Artikel opini Rinaldy Dalimi, guru besar Universitas Indonesia dan anggota Dewan Energi Nasional, di harian Kompas tentang Kebijakan Energi Nasional 2050 (KEN-2050) yang telah disetujui DPR pada Januari 2014 untuk menggantikan PP Nomor 5 Tahun 2006. Penulis menjelaskan sasaran kemandirian dan ketahanan energi serta enam hal utama dalam KEN-2050: perubahan paradigma energi dari komoditas ekspor menjadi modal pembangunan, prioritas pembangunan energi (memaksimalkan energi terbarukan, meminimalkan minyak bumi, mengoptimalkan gas, batubara sebagai penyeimbang, dan nuklir sebagai pilihan terakhir), pengurangan ekspor energi secara bertahap, pembentukan cadangan energi operasional, penyangga, dan strategis, desentralisasi perencanaan melalui RUEN dan RUED, serta pengurangan subsidi pada harga energi secara bertahap. Pada bagian "Dilema harga BBM" ia menilai usulan menaikkan harga BBM hingga Rp 10.000 kurang realistis bagi pemerintahan baru dan menawarkan alternatif pengembalian subsidi melalui pajak kendaraan pribadi.

Nomor inventaris
KBA-KLP-2014-0006
Jenis dokumen
Kliping
Sumber terbitan
Kompas
Tanggal terbit
2014-10-09
Penulis
Rinaldy Dalimi
Klasifikasi LC
HD — Ekonomi industri, pertanian, dan tenaga kerja
Subjek LCSH
Energy policy -- Indonesia
Kategori BISAC
POL024000 POLITICAL SCIENCE / Public Policy / Economic Policy
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Kliping artikel opini harian Kompas, Kamis, 9 Oktober 2014, ditempel pada kertas HVS.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Kliping

Cara mengutip

Rinaldy Dalimi, “KEN-2050 dan Dilema Harga BBM”, Kompas, 2014-10-09. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-KLP-2014-0006.