Kliping

Pilkada Tanpa Rakyat

Kompas · 2014-11-18

Ringkasan

Artikel opini Hendardi, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, di harian Kompas, dengan ilustrasi karya Hanoning, yang mengkritik upaya Koalisi Merah Putih mengganti pemilihan kepala daerah langsung dengan pemilihan oleh DPRD melalui UU Pilkada. Ia membantah klaim Aburizal Bakrie bahwa pilkada langsung adalah produk liberalisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, dengan menjelaskan makna liberalisme dan liberalisasi (merujuk Andrew Heywood) serta sejarahnya di Indonesia: kesepakatan APEC Bogor 1994 yang tidak dijalankan konsekuen oleh rezim Soeharto, oligarki dan kroni konglomerat (merujuk Jeffrey Winters), krisis moneter 1997, hingga reformasi dan desentralisasi kekuasaan yang membuat para oligark menyesuaikan diri melalui partai dan politik uang (merujuk Vedi Hadiz). Menurut Hendardi, liberalisasi politik justru memperkuat KPK, BPK, dan PPATK serta memungkinkan rakyat menghukum partai, sehingga pilkada oleh DPRD berarti merampas kedaulatan rakyat.

Nomor inventaris
KBA-KLP-2014-0008
Jenis dokumen
Kliping
Sumber terbitan
Kompas
Tanggal terbit
2014-11-18
Penulis
Hendardi
Klasifikasi LC
JQ760–779 — Pemerintahan dan politik Indonesia
Subjek LCSH
Elections -- Indonesia Local elections -- Indonesia
Kategori BISAC
POL008000 POLITICAL SCIENCE / Political Process / Campaigns & Elections
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Kliping artikel opini harian Kompas, Selasa, 18 November 2014, dengan ilustrasi karikatur.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Kliping

Cara mengutip

Hendardi, “Pilkada Tanpa Rakyat”, Kompas, 2014-11-18. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-KLP-2014-0008.