Yusril versus Masyumi: Kritik terhadap Pemikiran Modernisme Islam Yusril Ihza Mahendra
Dea Press, Jakarta · 2000
Ringkasan
Buku Adian Husaini, cendekiawan Muslim dan aktivis dakwah yang kemudian dikenal lewat kajian pemikiran Islam dan kritik terhadap liberalisme, yang mengkritik pemikiran Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang mengklaim diri sebagai penerus Masyumi. Bertolak dari disertasi Yusril tentang modernisme dan fundamentalisme dalam politik Islam, perbandingan Masyumi di Indonesia dan Jamaat-i-Islami di Pakistan, penulis menilai bahwa tafsir Yusril atas sikap Masyumi dan Mohammad Natsir terhadap dasar negara, syariat Islam, dan Piagam Jakarta cenderung menjauh dari cita-cita perjuangan Masyumi yang sesungguhnya. Terbit di awal era reformasi ketika partai-partai Islam bangkit kembali, buku ini merekam perdebatan internal di kalangan pewaris Masyumi tentang relasi Islam dan negara, makna modernisme Islam, serta arah politik Islam pasca-Orde Baru.
Cara mengutip
Adian Husaini, “Yusril versus Masyumi: Kritik terhadap Pemikiran Modernisme Islam Yusril Ihza Mahendra”, Dea Press, Jakarta, 2000. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-2000-0003.