The Religion of Java
The Free Press, Glencoe, Illinois · 1960
Ringkasan
Karya klasik antropolog Amerika Clifford Geertz (1926–2006), hasil penelitian lapangan Modjokuto Project di kota Pare, Kediri, Jawa Timur (disamarkan sebagai Mojokuto) pada 1952–1954. Geertz membagi kehidupan keagamaan masyarakat Jawa ke dalam tiga varian atau subtradisi: abangan, yang berpusat pada ritual slametan, kepercayaan kepada roh, dan pengobatan dukun di kalangan petani desa; santri, yang menekankan ketaatan pada ajaran Islam dan terkait dengan pedagang serta organisasi seperti NU dan Muhammadiyah; dan priyayi, yang berakar pada tradisi keraton Hindu-Jawa, etiket, seni wayang dan gamelan, serta mistisisme di kalangan birokrat. Ia menunjukkan bagaimana ketiga varian itu berkait dengan struktur sosial dan aliran politik pada 1950-an. Buku ini sangat berpengaruh sekaligus banyak dikritik, antara lain oleh Harsja Bachtiar, Marshall Hodgson, Mark Woodward, dan sarjana Indonesia yang menilai Geertz meremehkan keislaman Jawa. Diterjemahkan sebagai Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, karya ini tetap menjadi titik tolak utama studi Islam dan antropologi agama di Indonesia.
Cara mengutip
Clifford Geertz, “The Religion of Java”, The Free Press, Glencoe, Illinois, 1960. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-1960-0001.