Geger Tengger: Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik
Oleh Robert W. Hefner, Martin van Bruinessen (pengantar)
LKiS, Yogyakarta · Tahun cetak eksemplar belum diperiksa. Rujukan katalog pembanding: LKiS, Yogyakarta, 1999; ISBN 979-8966-34-1; penerjemah A. Wisnuhardana dan Imam Ahmad (belum diverifikasi pada eksemplar) · Tanpa tahun
Ringkasan
Buku Robert W. Hefner mengenai perubahan sosial dan politik masyarakat Tengger, dengan pengantar Martin van Bruinessen sebagaimana terlihat pada sampul. Keterangan katalog memperkenalkan hubungan ekonomi, komunitas, dan kekuasaan sebagai arah pembacaan. Data LKiS 1999 berasal dari katalog pembanding; tahun cetak dan jumlah halaman eksemplar masih perlu diperiksa.
- Nomor inventaris
- KBA-BKU-TT-0006
- Jenis dokumen
- Buku
- Sumber terbitan
- LKiS, Yogyakarta
- Tanggal terbit
- Tanpa tahun
- Edisi dan halaman
- Tahun cetak eksemplar belum diperiksa. Rujukan katalog pembanding: LKiS, Yogyakarta, 1999; ISBN 979-8966-34-1; penerjemah A. Wisnuhardana dan Imam Ahmad (belum diverifikasi pada eksemplar)
- Penulis
- Robert W. Hefner
- Subjek
- Tengger Jawa Timur Perubahan sosial Antropologi Ekonomi politik Masyarakat pegunungan Politik Indonesia
- Klasifikasi LC
- GN635.I65 — Etnografi Indonesia
- Subjek LCSH
- Tengger (Indonesian people)
- Kategori BISAC
- SOC002010 SOCIAL SCIENCE / Anthropology / Cultural & Social
- Bahasa
- Indonesia
- Keterangan
- Geger Tengger: Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik karya Robert W. Hefner mempertemukan perhatian terhadap masyarakat pegunungan dengan persoalan perubahan dan kekuasaan. Sampul eksemplar ini mencantumkan pengantar Martin van Bruinessen serta identitas LKiS. Foto pegunungan dalam bingkai hitam, garis merah vertikal, dan permainan warna pada judul membentuk identitas visual yang mudah dikenali. Pengantar katalog ini disusun dari sampul, informasi perpustakaan, dan pemeriksaan konteks karya berbahasa Inggris yang terkait. Ia tidak menggantikan pembacaan lengkap edisi Indonesia ataupun memastikan seluruh detail bibliografis yang tidak terlihat pada foto eksemplar. Katalog Universitas Indonesia mencatat terbitan Yogyakarta, LKiS, tahun 1999, dengan ISBN 9798966341 dan nama A. Wisnuhardana serta Imam Ahmad sebagai penerjemah. Data tersebut memberikan pasangan bibliografis awal bagi sampul yang dikirim. Akan tetapi, katalog perpustakaan berbeda dalam mencatat jumlah halaman, sehingga angka itu tidak sebaiknya dipastikan tanpa memeriksa buku. Tahun cetak dan cetakan eksemplar juga belum terlihat. Pengantar Martin van Bruinessen dapat dicatat sebagai kontribusi tersendiri karena tercantum langsung pada sampul, tanpa mengubahnya menjadi penulis utama. Pemisahan peran ini berguna bagi pencarian berdasarkan nama maupun penyusunan kutipan yang tepat. Teks pembanding The Political Economy of Mountain Java: An Interpretive History memperlihatkan perhatian Hefner pada hubungan ekonomi, komunitas, dan sejarah di dataran tinggi Tengger. Kerangkanya menghubungkan perubahan pertanian, tanah dan tenaga kerja, konsumsi, identitas sosial, serta politik. Dalam pengantar karya tersebut, perubahan ekonomi diperlakukan juga sebagai proses yang memengaruhi kehidupan moral dan hubungan antarmanusia. Gagasan ini memberi arah bagi pembacaan buku Indonesia: perubahan tidak hanya dapat ditanyakan melalui bertambahnya produksi atau pendapatan. Pembaca dapat pula menelusuri perubahan dalam harapan, penghormatan, rasa kebersamaan, dan cara masyarakat memahami kedudukan seseorang. Sebagai pengantar kuratorial, salah satu pertanyaan yang dapat dibawa pengunjung ialah bagaimana lingkungan pegunungan berhubungan dengan pengalaman sosial. Pegunungan bukan sekadar latar pemandangan pada sampul. Dalam penelitian masyarakat, lokasi dapat berkaitan dengan pola perjalanan, kegiatan ekonomi, jarak terhadap pusat pemerintahan, dan hubungan dengan wilayah lain. Namun, hubungan tersebut harus ditemukan melalui bukti, bukan ditetapkan dari keadaan geografis semata. Pembaca dapat menanyakan bagaimana pengarang menghubungkan tempat dengan proses sejarah. Pendekatan ini membantu menghindari anggapan bahwa masyarakat pegunungan mempunyai sifat tetap yang langsung ditentukan oleh bentang alamnya. Pertanyaan tentang perubahan sosial juga menuntut kejelasan skala. Perubahan pada satu rumah tangga, satu desa, dan satu wilayah belum tentu bergerak dengan arah serta kecepatan yang sama. Dalam latihan membaca, mahasiswa dapat memisahkan tingkat-tingkat tersebut sebelum menyusun kesimpulan. Mereka dapat mencatat siapa yang memperoleh kesempatan, siapa yang menghadapi hambatan, dan hubungan apa yang menjadi lebih penting. Dengan demikian, istilah masyarakat tidak dipakai untuk menutupi perbedaan pengalaman. Buku dengan cakupan antropologis seperti ini dapat menjadi bahan untuk melatih hubungan antara pengamatan rinci dan penjelasan yang lebih luas, asalkan pembaca terus kembali kepada uraian serta bukti pengarang. Subjudul Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik mengundang perhatian terhadap hubungan antara kehidupan sehari-hari dan persaingan kekuasaan. Secara konseptual, politik dapat dibaca melalui perebutan jabatan, tetapi juga melalui kewenangan menentukan keputusan dan mendefinisikan kepentingan bersama. Pertanyaan yang berguna bagi pembaca adalah bagaimana kepentingan itu dinyatakan dan siapa yang mempunyai kesempatan menyatakannya. Pertanyaan lain menyangkut hubungan antara ikatan lokal dengan organisasi yang bekerja pada skala lebih besar. Keterangan ini tidak menambahkan peristiwa tertentu ke dalam buku; ia menyediakan kerangka pertanyaan agar tema politik tidak berhenti sebagai label umum dalam penelusuran katalog. Pembacaan mengenai ekonomi dapat diarahkan pada hubungan antara pekerjaan, sumber daya, dan pengakuan sosial. Dua orang dengan pendapatan berbeda belum tentu mempunyai kedudukan yang hanya ditentukan oleh uang. Sebaliknya, perubahan pendapatan dapat mengubah hubungan ketika disertai perubahan harapan dan praktik bersama. Sebagai ilustrasi pembelajaran, mahasiswa dapat membandingkan penjelasan yang hanya menyebut kenaikan hasil pertanian dengan penjelasan yang menelusuri siapa yang menguasai sarana produksi dan bagaimana manfaat dibagikan. Ilustrasi tersebut bukan kutipan buku. Tujuannya memperjelas jenis hubungan yang dapat dicari ketika membaca kajian ekonomi politik secara cermat. Bagi studi agama, buku ini membuka kemungkinan menanyakan hubungan antara identitas, komunitas, dan perubahan sosial. Pertanyaan itu perlu disusun tanpa menyamakan afiliasi agama dengan pilihan politik secara otomatis. Pembaca dapat menelusuri kapan identitas keagamaan disebut, bagaimana ia berhubungan dengan ikatan lain, dan apakah pengarang membedakan pengalaman antarwilayah atau kelompok. Kepekaan terhadap perbedaan membantu menghindari generalisasi tentang seluruh masyarakat Tengger. Sebagai bahan kelas antropologi agama, diskusi dapat dibangun dari bagian tertentu beserta nomor halamannya, kemudian dibandingkan dengan sumber lain yang membahas tempat dan periode serupa. Penggunaan untuk penelitian juga memerlukan perhatian pada metode. Pembaca dapat memeriksa hubungan antara cerita sejarah, pengamatan lapangan, kesaksian, dan data lain yang benar-benar ditemukan dalam buku. Setiap bentuk bukti memberi kemungkinan sekaligus batas. Ingatan seseorang, misalnya, dapat mengungkap makna pengalaman, tetapi tidak selalu cukup untuk menetapkan seluruh kronologi suatu peristiwa. Angka ekonomi dapat menunjukkan pola, tetapi tidak otomatis menjelaskan pengalaman moral di baliknya. Dengan membawa pertanyaan metode semacam itu, mahasiswa dapat belajar mengapa penelitian masyarakat sering memerlukan lebih dari satu jenis sumber dan lebih dari satu tingkat penjelasan. Kondisi eksemplar mempunyai nilai dokumenter tersendiri. Foto menunjukkan sampul berwarna terang yang menua, noda pada permukaan, label pada sisi kiri, serta kerusakan pada bagian kanan bawah. Ciri-ciri tersebut perlu dipertahankan dalam foto asli. Gambar akses yang diluruskan dan diperjelas membantu pengunjung mengenali buku, tetapi tidak boleh dipakai untuk menyimpulkan detail fisik yang telah berubah akibat pengolahan. Untuk penelusuran, buku dapat dihubungkan dengan subjek Tengger, Jawa Timur, perubahan sosial, antropologi, ekonomi politik, masyarakat pegunungan, dan politik Indonesia. Nama kontributor dicatat sesuai perannya, sedangkan hubungan dengan judul Inggris dijelaskan sebagai konteks bibliografis yang perlu dipadankan dengan halaman judul terjemahan. Dalam susunan Pustaka KBA13 Academy, karya ini dapat dipertemukan dengan buku sejarah sosial dan antropologi lain melalui pertanyaan yang sama: bagaimana perubahan besar menjadi pengalaman setempat? Hubungan itu tidak berarti semua masyarakat mengikuti pola identik. Justru, perbandingan dapat memperjelas perbedaan serta menunjukkan batas suatu penjelasan. Pengunjung dapat memakai ringkasan untuk menentukan relevansi awal, metadata untuk mengidentifikasi terbitan, dan keterangan eksemplar untuk mengenali bahan yang tersedia. Pembacaan lengkap kemudian memungkinkan penilaian yang lebih kuat terhadap argumentasi Hefner, sekaligus memberi dasar bagi penggunaan karya ini dalam diskusi dan penelitian yang dapat ditelusuri sumbernya. Perbandingan antaredisi sebaiknya juga mencatat perubahan judul dan tambahan pengantar. Unsur parateks tersebut dapat membantu menelaah bagaimana suatu karya diperkenalkan kepada lingkungan pembaca yang berbeda.
- Status hak cipta
- Koleksi pribadi KBA13 Academy
- Contributor
- Martin van Bruinessen (pengantar)
- Koleksi
- Buku
Cara mengutip
Robert W. Hefner, Martin van Bruinessen (pengantar), “Geger Tengger: Perubahan Sosial dan Perkelahian Politik”, LKiS, Yogyakarta, Tahun cetak eksemplar belum diperiksa. Rujukan katalog pembanding: LKiS, Yogyakarta, 1999; ISBN 979-8966-34-1; penerjemah A. Wisnuhardana dan Imam Ahmad (belum diverifikasi pada eksemplar). Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-0006.