Buku

Falsafatuna: Materi, Filsafat, dan Tuhan dalam Filsafat Barat dan Rasionalisme Islam

RausyanFikr Institute · Tahun, cetakan, penerjemah, dan ISBN eksemplar belum diverifikasi. Katalog penerbit menampilkan cetakan lain dengan subjudul berbeda; data tersebut tidak disalin ke entri ini · Tanpa tahun

Ringkasan

Karya Muhammad Baqir Shadr dengan subjudul Materi, Filsafat, dan Tuhan dalam Filsafat Barat dan Rasionalisme Islam. Pengantar memberi konteks mengenai teori pengetahuan dan pandangan filosofis tentang dunia berdasarkan teks pembanding, bukan pembacaan lengkap eksemplar. Identitas RausyanFikr Institute terlihat pada sampul; tahun, cetakan, penerjemah, dan ISBN eksemplar belum terverifikasi.

Nomor inventaris
KBA-BKU-TT-0007
Jenis dokumen
Buku
Sumber terbitan
RausyanFikr Institute
Tanggal terbit
Tanpa tahun
Edisi dan halaman
Tahun, cetakan, penerjemah, dan ISBN eksemplar belum diverifikasi. Katalog penerbit menampilkan cetakan lain dengan subjudul berbeda; data tersebut tidak disalin ke entri ini
Penulis
Ayatullah Muhammad Baqir Shadr
Klasifikasi LC
B740–753 — Filsafat Islam
Subjek LCSH
Islamic philosophy Ṣadr, Muḥammad Bāqir
Kategori BISAC
PHI022000 PHILOSOPHY / Religious
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Falsafatuna merupakan karya Ayatullah Muhammad Baqir Shadr yang pada sampul eksemplar ini diberi subjudul Materi, Filsafat, dan Tuhan dalam Filsafat Barat dan Rasionalisme Islam. Identitas RausyanFikr Institute terlihat di bagian atas, sementara potret tokoh dan ornamen memenuhi bagian tengah. Judul serta subjudul menunjukkan wilayah pembahasan yang mempertemukan persoalan pengetahuan, kenyataan, dan ketuhanan. Di Pustaka KBA13 Academy, buku ini dapat ditempatkan sebagai bahan penelusuran filsafat Islam dan perbandingan pemikiran. Pengantar ini membedakan identitas yang terlihat pada sampul dari konteks karya yang diperiksa melalui teks pembanding berbahasa Inggris dan katalog penerbit. Dalam penjelasan penulis mengenai sifat karyanya, Falsafatuna dibagi menjadi dua penyelidikan utama: teori pengetahuan dan pandangan filosofis mengenai dunia. Penyelidikan pertama berfungsi menyiapkan metode bagi penyelidikan kedua. Penulis memberi perhatian kepada dasar penalaran rasional, nilai pengetahuan, serta hubungan antara pengalaman dan prinsip berpikir. Kerangka ini menunjukkan bahwa pembahasan tentang dunia didahului pertanyaan mengenai bagaimana suatu pengetahuan dapat dinilai benar. Informasi tersebut berasal dari teks pembanding Our Philosophy, bukan pemeriksaan seluruh bab terjemahan Indonesia dalam eksemplar ini. Penomoran halaman, istilah penerjemahan, serta kelengkapan tiap bagian tetap memerlukan pengecekan langsung. Bagian tentang pandangan dunia, menurut penjelasan penulis itu, mencakup perdebatan aliran filsafat, dialektika, kausalitas, materi dan Tuhan, serta persoalan pengetahuan. Kerangka tersebut membantu pembaca melihat kaitan antarpertanyaan. Sebuah pendapat tentang sumber pengetahuan dapat memengaruhi cara seseorang menilai sebab-akibat; pandangan mengenai sebab-akibat dapat pula berhubungan dengan penjelasan mengenai keberadaan dunia. Ketika membaca, pengunjung dapat membuat peta hubungan konsep sebelum menilai satu kesimpulan tertentu. Peta semacam itu berguna untuk menghindari pembacaan sepotong-sepotong yang memisahkan suatu klaim dari alasan dan pengertian yang menopangnya dalam susunan argumentasi penulis. Subjudul pada sampul menyebut filsafat Barat dan rasionalisme Islam. Kedua istilah tersebut sebaiknya digunakan sebagai penanda medan perdebatan, bukan sebagai anggapan bahwa masing-masing tradisi mempunyai satu pendapat tunggal. Sebagai panduan membaca, mahasiswa dapat mencatat siapa yang dibahas dalam setiap bagian dan teori mana yang sedang ditanggapi. Sebuah kritik kepada satu pandangan tidak otomatis berlaku bagi semua pemikir dalam tradisi yang sama. Ketelitian ini membantu membedakan kajian perbandingan dari pembentukan oposisi yang terlalu sederhana. Penilaian terhadap keberhasilan kritik perlu mengikuti uraian penulis dan, jika diperlukan, pembacaan sumber yang sedang dikritiknya. Istilah materi dalam pembacaan filosofis juga membutuhkan perhatian khusus. Ia tidak selalu berarti benda yang dapat disentuh dalam pengertian sehari-hari. Pertanyaan tentang materi dapat menyangkut apa yang dianggap sebagai kenyataan dasar, bagaimana keberadaan dijelaskan, dan batas antara penjelasan fisik dengan penafsiran metafisis. Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan pengantar konseptual bagi pengunjung pustaka. Katalog tidak menetapkan bahwa satu rumusan sederhana sudah mewakili seluruh posisi penulis. Pembaca dapat memeriksa bagaimana istilah digunakan pada bagian berbeda, apakah pengertiannya tetap, dan apa konsekuensi perubahan pengertian itu terhadap argumen yang sedang dibangun. Persoalan Tuhan dalam filsafat memerlukan pembedaan antara pernyataan keyakinan dan penyusunan alasan filosofis. Keduanya dapat berhubungan, tetapi bukan berarti identik dalam cara penyajiannya. Untuk membaca secara terarah, mahasiswa dapat menanyakan bentuk alasan yang digunakan, anggapan yang diterima sejak awal, dan jenis keberatan yang ditanggapi. Mereka juga dapat membedakan kritik terhadap suatu argumen dari penilaian terhadap pribadi yang memegangnya. Dengan demikian, diskusi tentang ketuhanan dapat berlangsung sebagai penyelidikan pemikiran yang teliti. Kehadiran buku dalam katalog membuka akses terhadap argumen, tanpa mengharuskan semua pengunjung menerima kesimpulan atau afiliasi pemikirannya. Kausalitas menjadi salah satu pintu masuk yang berguna bagi pembelajar. Dalam pertanyaan sederhana, apakah setiap kejadian mempunyai sebab, bagaimana sebab diketahui, dan apa yang membedakan urutan waktu dari hubungan sebab-akibat? Pertanyaan itu dapat digunakan sebagai latihan sebelum mengikuti pembahasan yang lebih rumit. Misalnya, dua peristiwa yang terjadi berturut-turut belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa peristiwa pertama menyebabkan peristiwa kedua. Contoh ini merupakan ilustrasi kuratorial, bukan kutipan dari buku. Dengan membawa pertanyaan yang jelas, pembaca dapat menilai bagaimana suatu karya filsafat menghubungkan pengalaman, prinsip umum, dan penjelasan tentang dunia. Untuk kegiatan belajar, Falsafatuna dapat digunakan bersama lembar pembacaan yang memuat istilah, definisi, argumen, keberatan, dan jawaban. Setiap catatan sebaiknya dilengkapi halaman. Cara ini membantu pembaca kembali kepada teks ketika terjadi perbedaan pemahaman dalam diskusi. Perbandingan dengan karya lain juga dapat dibuat berdasarkan pertanyaan yang sama, sehingga tidak sekadar mempertemukan slogan yang berbeda. Jika digunakan bersama buku materialisme atau logika dalam koleksi, pembaca dapat menelusuri pengertian rasionalitas dan bukti pada masing-masing karya. Hubungan antarbuku tersebut merupakan usulan pemanfaatan pustaka, bukan pernyataan bahwa pengarang saling menanggapi secara langsung. Data edisi harus ditangani secara hati-hati karena katalog penerbit yang tersedia sekarang menampilkan varian subjudul dan cetakan yang belum tentu sama dengan sampul ini. Halaman Rausyan Fikr Institute mencantumkan cetakan kesembilan, ukuran 15 × 23 sentimeter, dan 407 halaman, dengan subjudul yang menggunakan frasa Filsafat Islam. Sampul yang dikirim justru memakai Rasionalisme Islam. Perbedaan ini merupakan alasan untuk tidak menyalin begitu saja tahun, jumlah halaman, nama penerjemah, atau ISBN dari terbitan lain. Halaman hak cipta akan menjadi bukti terpenting untuk mengidentifikasi edisi eksemplar KBA secara tepat. Dari sisi dokumentasi, sampul mempunyai label di kiri bawah dan tanda pemakaian yang perlu tetap dapat ditelusuri melalui foto asli. Versi yang dirapikan berfungsi membantu akses visual, bukan menggantikan bukti keadaan eksemplar. Kata kunci yang sesuai untuk penelusuran awal meliputi Muhammad Baqir Shadr, Falsafatuna, filsafat Islam, epistemologi, rasionalisme, materialisme, metafisika, dan kausalitas. Penulisan nama dapat disertai bentuk alternatif Muhammad Baqir al-Sadr agar pencarian lebih mudah. Pengatalogan semacam ini mempertemukan keterbacaan, ketepatan identitas, dan keterhubungan tema, sambil memberi ruang bagi pembaruan ketika dokumentasi bibliografis yang lebih lengkap telah tersedia. Pembacaan terjemahan menambahkan persoalan lain, yaitu hubungan antara istilah asli dan pilihan padanannya. Kata yang tampak biasa dapat mempunyai beban teknis ketika digunakan dalam perdebatan filsafat. Karena itu, pembaca dapat membuat glosarium kecil yang mencatat istilah, pengertian dalam paragraf, dan kemungkinan makna sehari-harinya. Apabila membandingkan dengan bahasa lain, perbedaan padanan belum tentu menunjukkan kesalahan; ia mungkin berkaitan dengan tradisi penerjemahan atau konteks pembahasan. Kesimpulan memerlukan pemeriksaan yang lebih dekat. Latihan ini membantu mahasiswa menggunakan buku terjemahan dengan lebih sadar, sekaligus menjaga agar kutipan tidak dipisahkan dari arti khusus yang sedang diberikan pengarang. Pengantar dan catatan penerjemah, jika tersedia dalam eksemplar, juga layak dibaca sebagai bagian dari perjalanan karya menuju pembaca Indonesia, tanpa disamakan dengan pernyataan pengarang aslinya.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Buku

Cara mengutip

Ayatullah Muhammad Baqir Shadr, “Falsafatuna: Materi, Filsafat, dan Tuhan dalam Filsafat Barat dan Rasionalisme Islam”, RausyanFikr Institute, Tahun, cetakan, penerjemah, dan ISBN eksemplar belum diverifikasi. Katalog penerbit menampilkan cetakan lain dengan subjudul berbeda; data tersebut tidak disalin ke entri ini. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-0007.