Kliping

Kongres PDI-P dan Kekuasaan

Kompas · Kompas, Selasa, 7 April 2015; rubrik Opini · 2015-04-07

Ringkasan

Artikel opini Daniel Dhakidae di harian Kompas menjelang Kongres PDI Perjuangan di Bali pada 9 April 2015. Penulis membandingkan kongres "partai tua" warisan Orde Baru: PPP dan Golkar yang berakhir dengan perpecahan, sementara PDI-P datang sebagai pemenang Pemilu 2014 tanpa euforia politik. Ia membahas ketegangan antara Presiden Joko Widodo sebagai "petugas partai" dan partai pengusungnya, termasuk polemik pencalonan Kapolri. Dengan meminjam Niccolò Machiavelli, penulis membaca kekuasaan melalui tiga unsur, fortuna, virtu, dan necessita, untuk menilai posisi Megawati Soekarnoputri yang kembali dipastikan memimpin partai dan posisi Jokowi yang dinilainya beruntung tetapi tanpa dukungan internal yang kuat.

Nomor inventaris
KBA-KLP-2015-0003
Jenis dokumen
Kliping
Sumber terbitan
Kompas
Tanggal terbit
2015-04-07
Edisi dan halaman
Kompas, Selasa, 7 April 2015; rubrik Opini
Penulis
Daniel Dhakidae
Klasifikasi LC
JQ760–779 — Pemerintahan dan politik Indonesia
Subjek LCSH
Political parties -- Indonesia Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Kategori BISAC
POL015000 POLITICAL SCIENCE / Political Process / Political Parties
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Kliping artikel opini harian Kompas, Selasa, 7 April 2015, dengan ilustrasi Jitet. Penulis: Daniel Dhakidae, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Jurnal Prisma. Kliping ditempel pada kertas; versi gambar yang diperjelas (kontras dan ketajaman) disertakan untuk keterbacaan, berdampingan dengan foto aslinya.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Kliping

Cara mengutip

Daniel Dhakidae, “Kongres PDI-P dan Kekuasaan”, Kompas, Kompas, Selasa, 7 April 2015; rubrik Opini, 2015-04-07. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-KLP-2015-0003.