Kliping

Penegakan Hukum dan Demokrasi

Kompas · Kompas, Kamis, 9 April 2015; rubrik Opini · 2015-04-09

Ringkasan

Artikel opini Masdar Hilmy di harian Kompas tentang hubungan penegakan hukum dan kualitas demokrasi, yang disebutnya ibarat dua sisi mata uang. Dengan merujuk Guillermo O'Donnell, penulis menilai penegakan hukum Indonesia masih tendensius, personal, dan parsial, lalu memaparkan lima fakta "banalitas hukum": hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, kriminalisasi pegiat antikorupsi, praperadilan Budi Gunawan yang menganulir status tersangka dari KPK, konflik kewenangan KPK dan Polri, serta wacana pemberian remisi bagi koruptor. Penulis menagih komitmen Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menegakkan hukum yang bebas korupsi dan memperingatkan bahaya involusi demokrasi bila pemberantasan korupsi melemah.

Nomor inventaris
KBA-KLP-2015-0004
Jenis dokumen
Kliping
Sumber terbitan
Kompas
Tanggal terbit
2015-04-09
Edisi dan halaman
Kompas, Kamis, 9 April 2015; rubrik Opini
Penulis
Masdar Hilmy
Klasifikasi LC
JQ760–779 — Pemerintahan dan politik Indonesia
Subjek LCSH
Political corruption -- Indonesia
Kategori BISAC
POL064000 POLITICAL SCIENCE / Corruption & Misconduct
Bahasa
Indonesia
Keterangan
Kliping artikel opini harian Kompas, Kamis, 9 April 2015, dengan ilustrasi Jitet. Penulis: Masdar Hilmy, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Kliping ditempel pada kertas; versi gambar yang diperjelas (kontras dan ketajaman) disertakan untuk keterbacaan, berdampingan dengan foto aslinya.
Status hak cipta
Koleksi pribadi KBA13 Academy
Koleksi
Kliping

Cara mengutip

Masdar Hilmy, “Penegakan Hukum dan Demokrasi”, Kompas, Kompas, Kamis, 9 April 2015; rubrik Opini, 2015-04-09. Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-KLP-2015-0004.