Mohammed Arkoun tentang Islam dan Modernitas
Oleh Suadi Putro
Paramadina, Jakarta · Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Jakarta: Paramadina, 1998 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar) · Tanpa tahun
Ringkasan
Kajian Suadi Putro tentang pemikiran Mohammed Arkoun (1928–2010), pemikir kelahiran Aljazair yang mengajar di Sorbonne, terbitan Paramadina. Buku ini memperkenalkan kepada pembaca Indonesia proyek kritik nalar Islam Arkoun: pembacaan historis atas tradisi keilmuan Islam, kritik terhadap logosentrisme para ulama klasik, pemanfaatan linguistik struktural, analisis wacana, dan dekonstruksi, serta tawaran pembacaan Al-Qur'an melalui momen linguistik, antropologis, dan historis. Tema modernitas dalam judulnya menunjuk pada pertanyaan bagaimana umat Islam dapat bersikap kritis baik terhadap romantisme masa lalu maupun terhadap modernisme yang dangkal.
- Nomor inventaris
- KBA-BKU-TT-0012
- Jenis dokumen
- Buku
- Sumber terbitan
- Paramadina, Jakarta
- Tanggal terbit
- Tanpa tahun
- Edisi dan halaman
- Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Jakarta: Paramadina, 1998 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar)
- Penulis
- Suadi Putro
- Subjek
- Mohammed Arkoun Pemikiran Islam kontemporer Modernitas Kritik nalar Islam Hermeneutika Al-Qur'an Pembaruan Islam di Indonesia
- Klasifikasi LC
- BP1–253 — Islam
- Subjek LCSH
- Arkoun, Mohammed Islam -- 20th century
- Kategori BISAC
- REL037060 RELIGION / Islam / Theology
- Bahasa
- Indonesia
- Keterangan
- Mohammed Arkoun tentang Islam dan Modernitas karya Suadi Putro merupakan kajian berbahasa Indonesia mengenai pemikiran Mohammed Arkoun (1928–2010), pemikir kelahiran Aljazair berlatar Berber yang lama mengajar sejarah pemikiran Islam di Universitas Sorbonne, Paris. Sampul eksemplar ini menampilkan logo Paramadina di kiri atas, nama penulis dengan gelar akademiknya, judul utama berhuruf kuning besar dengan tanda "&" berwarna merah muda yang menyela kata ISLAM dan MODERNITAS, serta pola bulatan biru di atas latar gradasi ungu. Katalog pembanding mencatat buku ini terbit di Jakarta oleh Paramadina pada 1998, tahun ketika perdebatan tentang pembaruan pemikiran Islam di Indonesia sedang sangat hidup menjelang dan sesudah runtuhnya Orde Baru. Keterangan ini disusun sebagai pengantar kuratorial berdasarkan sampul dan rujukan sekunder; ia tidak menggantikan pembacaan langsung atas seluruh bab dalam buku. Kehadiran buku ini dalam terbitan Paramadina memiliki arti tersendiri. Yayasan Wakaf Paramadina, yang didirikan Nurcholish Madjid dan kawan-kawan pada 1986, menjadi salah satu simpul utama wacana Islam inklusif dan pembaruan di kalangan kelas menengah Muslim perkotaan. Melalui penerbitannya, gagasan para pemikir Muslim kontemporer dari Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Selatan diperkenalkan kepada pembaca Indonesia. Arkoun termasuk nama penting dalam arus tersebut, bersama Fazlur Rahman, Hassan Hanafi, Mohammed Abed al-Jabiri, dan Nasr Hamid Abu Zayd. Karena itu, buku Suadi Putro dapat dibaca bukan hanya sebagai studi tokoh, tetapi juga sebagai dokumen tentang bagaimana pemikiran Islam kritis diterima, diterjemahkan, dan diperdebatkan di lingkungan akademik Indonesia pada akhir abad kedua puluh. Gagasan pokok Arkoun yang lazim dibahas dalam kajian semacam ini ialah proyek kritik nalar Islam. Arkoun memandang Islam sebagai fenomena sejarah yang berkembang dalam ruang dan waktu tertentu, sehingga tradisi keilmuan yang terbentuk sepanjang sejarah perlu dibaca secara historis pula. Ia menilai para ahli fikih, teolog, dan penafsir klasik sering bertumpu pada logosentrisme, yakni keyakinan bahwa analisis tata bahasa dan leksikal dapat menangkap kebenaran wahyu secara penuh dan final. Menurut Arkoun, keyakinan tersebut membuat dimensi kesejarahan bahasa, kekuasaan, dan konteks sosial menjadi kurang diperhatikan. Pembaca buku ini dapat menelusuri bagaimana Suadi Putro memaparkan kritik tersebut dan sejauh mana ia menilai relevansinya bagi studi Islam di Indonesia. Arkoun juga dikenal karena memanfaatkan perangkat ilmu-ilmu humaniora Barat, seperti linguistik struktural Ferdinand de Saussure, analisis wacana dan arkeologi pengetahuan Michel Foucault, serta dekonstruksi Jacques Derrida. Perangkat itu ia gunakan untuk menimbang kembali bangunan tradisi Islam klasik, termasuk cara otoritas keagamaan menetapkan apa yang boleh dipikirkan dan apa yang tersisih dari wilayah pemikiran. Dalam kepustakaan tentang Arkoun, gagasan ini sering dikaitkan dengan istilah "yang tak terpikirkan" dan "yang belum terpikirkan" dalam sejarah pemikiran Islam. Kajian seperti buku ini membantu pembaca memahami istilah-istilah teknis tersebut dalam bahasa Indonesia, sekaligus menunjukkan bagaimana konsep yang lahir dari konteks akademik Prancis diperkenalkan kepada pembaca di Nusantara. Salah satu bagian yang kerap menjadi perhatian ialah tawaran Arkoun mengenai pembacaan Al-Qur'an. Ia mengusulkan pendekatan bertahap yang memperhatikan momen linguistik, momen antropologis yang berkaitan dengan bahasa simbolik dan mitis, serta momen historis yang menguji batas-batas tafsir tradisional. Tawaran ini memunculkan perdebatan luas: sebagian kalangan melihatnya sebagai upaya menghidupkan kembali pesan wahyu dalam dunia modern, sementara kalangan lain mengkritiknya karena dianggap terlalu bergantung pada kerangka epistemologi Barat. Dalam pemanfaatan akademik, buku ini dapat menjadi titik masuk untuk menimbang kedua sikap tersebut secara adil, dengan kembali kepada uraian penulis dan sumber-sumber primer Arkoun. Tema modernitas dalam judul buku menunjuk pada pertanyaan besar yang menjadi perhatian Arkoun: bagaimana umat Islam dapat berhadapan dengan modernitas tanpa sekadar menolak atau menirunya. Arkoun mengkritik dua kecenderungan sekaligus, yaitu romantisme terhadap masa lalu yang menutup diri dari kritik sejarah, dan modernisme dangkal yang mengambil hasil peradaban Barat tanpa menimbang dasar epistemologisnya. Ia menawarkan sikap kritis terhadap keduanya, dengan menempatkan nalar sejarah sebagai jembatan. Bagi pembaca Indonesia, pertanyaan ini bergema dalam perdebatan tentang pembaruan pendidikan Islam, hubungan agama dan negara, serta kedudukan tradisi dalam masyarakat yang berubah cepat. Dalam kajian studi Islam di Indonesia, buku ini dapat ditempatkan berdampingan dengan karya-karya lain dalam koleksi Pustaka KBA13 Academy yang membahas pembaruan pemikiran Islam, hermeneutika, dan hubungan Islam dengan modernitas. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk menyusun peta konsep pemikiran Arkoun, membandingkannya dengan pemikir Muslim kontemporer lain, atau menelusuri bagaimana gagasan-gagasan tersebut memengaruhi wacana di perguruan tinggi keagamaan Islam. Dosen dapat menjadikannya bahan diskusi tentang metodologi studi Islam, khususnya perbedaan antara pendekatan normatif dan pendekatan historis-kritis dalam membaca teks keagamaan. Pembacaan kritis atas buku ini juga perlu memperhatikan posisi penulis sebagai penafsir. Setiap kajian tokoh melakukan seleksi atas karya-karya yang dibahas, menekankan bagian tertentu, dan membangun narasi tentang perkembangan pemikiran tokoh tersebut. Karena sebagian besar karya Arkoun ditulis dalam bahasa Prancis dan Arab, pembaca disarankan memeriksa apakah penulis merujuk langsung ke teks asli atau melalui terjemahan dan sumber sekunder. Pertanyaan ini penting bagi penelitian lanjutan, terutama bila kutipan dari buku ini hendak dipakai untuk menegaskan pendapat Arkoun dalam karya ilmiah. Dari sisi dokumentasi, gambar sampul yang ditampilkan pada entri ini merupakan hasil olahan AI untuk memperjelas tampilan visual, sehingga detail kecil seperti tekstur kertas, noda, label perpustakaan, atau tanda pemakaian tidak dapat dijadikan bukti keadaan fisik eksemplar. Data bibliografis berupa penerbit Paramadina, kota Jakarta, dan tahun 1998 berasal dari rujukan pembanding dan belum dicocokkan dengan halaman hak cipta eksemplar. Jumlah halaman, nomor ISBN, dan cetakan juga belum diperiksa. Catatan ini dimaksudkan agar pengguna pustaka dapat membedakan informasi yang sudah pasti dari informasi yang masih memerlukan verifikasi. Subjek penelusuran yang sesuai untuk buku ini meliputi Mohammed Arkoun, pemikiran Islam kontemporer, modernitas, kritik nalar Islam, hermeneutika Al-Qur'an, dan pembaruan Islam di Indonesia. Pemisahan subjek tersebut memungkinkan buku ini terhubung dengan bahan lain dalam koleksi melalui jalur yang berbeda, baik melalui nama tokoh maupun melalui tema besar yang dibahasnya. Dengan demikian, pengunjung pustaka dapat menemukan karya ini ketika mencari bahan tentang Arkoun secara khusus, ataupun ketika menelusuri perkembangan wacana Islam dan modernitas secara lebih luas. Sebagai bagian dari koleksi pribadi yang dibuka untuk penelusuran, buku ini menyimpan jejak sebuah masa ketika generasi akademisi Muslim Indonesia giat memperkenalkan pemikir-pemikir kritis dunia Islam kepada pembaca dalam negeri. Membacanya hari ini memberi kesempatan untuk menilai kembali warisan perdebatan tersebut: gagasan mana yang telah memperkaya studi Islam di perguruan tinggi, gagasan mana yang masih diperdebatkan, dan pertanyaan apa yang tetap terbuka bagi generasi berikutnya. Untuk keperluan kutipan, rujukan sebaiknya menyebut nama penulis, judul lengkap, penerbit, tahun, dan halaman yang dibaca langsung pada eksemplar.
- Status hak cipta
- Koleksi pribadi KBA13 Academy
- Koleksi
- Buku
Cara mengutip
Suadi Putro, “Mohammed Arkoun tentang Islam dan Modernitas”, Paramadina, Jakarta, Tahun, cetakan, jumlah halaman, dan ISBN eksemplar belum diperiksa. Rujukan pembanding: Jakarta: Paramadina, 1998 (belum diverifikasi pada halaman hak cipta eksemplar). Arsip dan Pustaka KBA13 Academy, KBA-BKU-TT-0012.